DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Ngaku Polisi saat Razia Narkoba, Komplotan Perampok di Bandung Ditangkap

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Intan Saputra

Ngaku Polisi Saat Razia Narkoba, Komplotan Perampok di Bandung Ditangkap

What Happened During - Kota Bandung kembali menjadi sorotan setelah petugas kepolisian berhasil menangkap seorang komplotan pencuri dengan kekerasan (curas) yang menggunakan trik mengaku sebagai anggota polisi saat melaksanakan razia narkoba. Aksi jahat ini terjadi di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, dan melibatkan dua korban, yaitu Afrilliani dan Rizky Ramadhan, pada Rabu, 6 Mei 2026, malam hari.

Pengungkapan Berawal dari Razia yang Disamaratakan

Menurut Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Dedi Supriyadi, yang diwakili oleh Kasatreskrim Polrestabes, Ajun Komisaris Besar Polisi Anton, kejadian tersebut dimulai dengan upaya para pelaku menyamar sebagai petugas kepolisian. Mereka memanfaatkan situasi razia penyalahgunaan narkoba yang sedang berlangsung di sekitar Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, untuk menggelapkan korban.

"Selanjutnya, para pelaku meminta korban untuk menyerahkan telepon selulernya dengan dalih akan melakukan pemeriksaan terhadap isi perangkat milik korban tersebut,"

ungkap Anton di Bandung, Selasa, 9 Juni 2026. Modus ini memang terkesan efektif, karena korban tidak curiga dan lebih fokus pada keberadaan petugas yang membawa perlengkapan razia. Tiga pria yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor menjadi pelaku utama dalam peristiwa ini.

Korban Berhasil Mengejar dan Mengambil Kendaraan

Pelaku tidak hanya menipu korban dengan mengaku sebagai polisi, tetapi juga menyamar sebagai pihak yang meninjau kegiatan penyalahgunaan narkoba. Dalam kejadian itu, korban yang sedang berbincang di tepi jalan terkejut ketika tiba-tiba dihampiri oleh tiga orang yang mengatasnamakan petugas kepolisian. Setelah memperoleh telepon seluler, para pelaku membawa kedua korban ke arah Sukajadi dengan alasan ingin menggiring mereka ke kantor polisi.

Di tengah perjalanan, Rizky Ramadhan memanfaatkan kesempatan untuk berhenti karena ingin buang air kecil. Saat itu, ia mencabut kunci kontak sepeda motor dan langsung melarikan diri untuk mencari bantuan dari warga sekitar. Meskipun pelaku masih berusaha membawa motor tersebut, Rizky tidak tinggal diam. Ia berlari mengejar komplotan tersebut sambil meminta bantuan pengendara lain yang melintas di Jalan Babakan Ciparay.

Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup sengit sebelum akhirnya berhenti di wilayah Jalan Babakan Ciparay. Dalam peristiwa itu, Rizky berhasil menarik besi pegangan belakang kendaraan yang dibawa kabur oleh pelaku. Tarikan tersebut membuat salah satu pelaku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke jalan. Karena situasi kacau, petugas kepolisian yang berpatroli segera meluncur ke lokasi dan menangkap seluruh pelaku.

Tidak hanya Dari Modus Razia, Polisi Juga Melakukan Penyelidikan

Anton menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini dimulai setelah laporan dari warga yang mengaku melihat aksi para pelaku. Polrestabes Bandung bergerak cepat untuk menindaklanjuti informasi tersebut, dengan menggandeng tim reserse kriminal yang melakukan investigasi. Selain itu, petugas juga mengumpulkan bukti-bukti yang bisa memperkuat kasus, seperti rekaman CCTV dan saksi mata.

Komplotan perampok ini ternyata sudah bertahun-tahun beroperasi di kawasan tersebut. Mereka menggunakan modus yang sama dalam beberapa kasus sebelumnya, yaitu menipu korban dengan mengaku sedang melakukan razia narkoba. Dengan cara ini, para pelaku bisa mengontrol situasi dan memudahkan proses pencurian. Namun, kali ini kejadian berbeda karena korban lebih waspada dan mencoba mengambil inisiatif sendiri.

Menurut Anton, aksi para pelaku tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian. "Modus ini menunjukkan kejahatan yang kian canggih, dimana pelaku menggabungkan aksi kejahatan dengan upaya memperdaya masyarakat," ujarnya. Polrestabes Bandung pun berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan di kawasan rentan serangan pencurian.

Proses Penangkapan dan Dampak pada Masyarakat

Para pelaku akhirnya ditangkap setelah aksi kejar-kejaran berakhir di Jalan Babakan Ciparay. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa seluruh komplotan telah direncanakan secara matang. Mereka membagi peran, ada yang bertugas menghampiri korban, ada yang mendorong motor, dan ada yang mengawasi keadaan di sekitar.

Anton menambahkan bahwa keberhasilan penangkapan ini tidak hanya berkat keberanian korban, tetapi juga karena kerja sama masyarakat yang memberikan informasi. "Kerja sama antara petugas kepolisian dan warga sekitar menjadi kunci utama dalam mengungkap kasus ini," kata Anton. Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan barang bukti seperti alat komunikasi dan dokumen yang digunakan untuk menipu korban.

Afrilliani dan Rizky Ramadhan mengalami kerugian yang cukup signifikan. Kedua korban kehilangan sepeda motor serta barang-barang pribadi yang dibawa saat kejadian. Meskipun begitu, mereka menyatakan puas karena berhasil melawan aksi pelaku. "Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, terutama jika para pelaku masih memanfaatkan modus mengaku sebagai petugas," ujar Rizky dalam wawancara singkat.

Polrestabes Bandung berencana memberikan sanksi tegas kepada para pelaku, baik secara hukum maupun sosial. Mereka juga berharap kasus ini menjadi contoh bagi warga lainnya untuk lebih waspada dan tidak mudah terjebak pada kesan bahwa semua orang yang berpakaian polisi bisa dipercaya. Selain itu, pihak kepolisian akan melakukan sosialisasi terkait modus operandi serupa di wilayah kota Bandung, khususnya di area yang rawan kejahatan.

Kerja Sama Masyarakat Jadi Pendorong Utama

Kasus ini juga menggambarkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memperkuat keamanan wilayah. Warga sekitar yang segera memberikan bantuan kepada Rizky membantu proses penangkapan. "Kerja sama warga membuat kita lebih cepat menangkap pelaku, karena kita bisa mendapatkan informasi dari sisi lain," terang Anton.

Dengan penangkapan ini, Polrestabes Bandung menegaskan komitmennya untuk memberantas kejahatan yang menyerang masyarakat. "Kita terus berupaya agar setiap tindak pidana bisa terungkap secepat mungkin, terutama jika pelaku menggunakan cara kreatif untuk mengelabui korban," tambahnya. Aksi komplotan ini menjadi pembelajaran bagi warga kota Bandung untuk lebih waspada terhadap tindakan kejahatan yang menyerupai razia narkoba.