Yang Terjadi Saat: Perang Memanas, AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Irak
Konflik Semakin T紧张, AS Minta Warganya Segera Berangkat dari Irak
Jakarta, CNBC Indonesia – Kedutaan Besar AS di Baghdad memberikan peringatan bagi warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Irak setelah kedutaan diserang untuk kedua kalinya sejak perang dengan Iran dimulai. Pemberitahuan ini menyebutkan bahwa milisi yang berikatan dengan Iran telah melakukan sejumlah serangan terhadap berbagai target yang berhubungan dengan AS, seperti fasilitas diplomatik, perusahaan Amerika, dan hotel yang sering dikunjungi oleh warga asing.
Dalam upaya menghindari risiko, pemerintah AS menyarankan warga mereka untuk melakukan perjalanan darat menuju negara-negara sekitar karena penerbangan komersial tidak beroperasi. Mereka juga memperingatkan untuk tidak datang ke kedutaan atau konsulat AS di kota Erbil di utara.
Sebuah video yang dikonfirmasi oleh The New York Times menunjukkan bagian atap gedung kedutaan yang terbakar. Dua pejabat keamanan Irak yang tidak berwenang untuk berbicara di depan umum mengkonfirmasi serangan tersebut tetapi tidak dapat memberikan detail tambahan.
Selain itu, dalam serangan udara terbaru, AS menghantam target militer di Pulau Kharg, lokasi terminal ekspor minyak Iran utama. Presiden Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak Iran di pulau itu jika Teheran tidak memberi izin bagi kapal-kapal melewati Selat Hormuz, jalur sempit menuju Teluk Persia yang harus dilalui seperlima minyak dunia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menolak ancaman Trump, menyatakan bahwa jalur air penting itu berada di bawah kendali penuh mereka dan bahwa “setiap upaya untuk bergerak atau melintas akan menjadi sasaran.” Trump juga menyerukan negara-negara lain, termasuk Inggris, Prancis, dan Tiongkok, untuk mengirim kapal perang ke Iran agar bisa memastikan kapal tanker minyak melewati selat tersebut, dan berjanji akan berkoordinasi dengan mereka.
Naiknya harga minyak terus terjadi sejak AS dan Israel melakukan serangan udara terhadap Iran dua minggu lalu, mengganggu pasar internasional.
Artikel Selanjutnya
Langgar Gencatan Senjata, Israel Bombardir Negara Arab Tetangga
[Gambas:Video CNBC]

