Program Terbaru: Kongo Gumi: Perusahaan Tertua Dunia, Berdiri Sejak Era Nabi Muhammad
Kongo Gumi: Perusahaan Tertua Dunia yang Berdiri Saat Jaman Nabi Muhammad
Di tengah reputasi Jepang sebagai tempat berdirinya banyak perusahaan berusia ratusan tahun, satu nama khusus mengemuka: Kongo Gumi. Perusahaan konstruksi Osaka ini tidak hanya terkenal karena usia yang melebihi 14 abad, tetapi juga karena sejarahnya yang berirama dengan perjalanan awal agama Islam. Sejak 578 Masehi, Kongo Gumi telah menjadi bagian dari kehidupan Jepang, mengikuti jejak peradaban dan kekuatan budaya yang terus berubah.
Mulai dari Kuil Buddha hingga Menjadi Perusahaan Konstruksi
Kongo Gumi pertama kali berdiri sebagai perusahaan yang fokus pada pembangunan kuil Buddha. Proyek-proyek ikonik seperti kompleks kuil Hōryū-ji (607 M), Koyasan (816 M), serta Istana Osaka (1583 M) menjadi bukti konsistensi bisnisnya. Dari masa lalu hingga sekarang, perusahaan ini mengalami banyak dinamika, namun tetap bertahan sebagai simbol keberlanjutan tradisi.
Perusahaan yang Berusia Lebih dari 1400 Tahun
Kongo Gumi didirikan oleh keluarga pengrajin kayu Korea yang datang ke Jepang untuk membangun Shitenno-ji, salah satu kuil Buddha tertua. Perusahaan ini berdiri pada 578 Masehi, tepat saat pangeran Shōtoku Taishi mempopulerkan Buddhisme sebagai agama dominan di Jepang. Pada masa yang sama, Nabi Muhammad SAW masih berusia delapan tahun di Mekkah, Arab Saudi.
Saat Nabi Muhammad SAW berusia tujuh atau delapan tahun, Kongo Gumi telah mulai beroperasi. Ini artinya, bisnis perusahaan tersebut berjalan seiring dengan masa kecil Rasul terakhir agama Islam.
Nilai Budaya dan Adaptasi Sebagai Kunci Keberlanjutan
Sejarah Kongo Gumi yang mengesankan berkat kombinasi faktor budaya, tradisi, dan adaptasi. Teknik pengolahan kayu yang dilestarikan tanpa menggunakan paku menjadi ciri khasnya, sementara orientasi jangka panjang dan kepercayaan pada kepemimpinan keluarga menjaga kualitas bisnis. Pemerintah Jepang juga berperan dalam mempertahankan keberlanjutan kuil-kuil tradisional melalui kebijakan pelestarian budaya.
Pasang Surut dan Dukungan Eksternal
Bukan tanpa tantangan, Kongo Gumi juga menghadapi fase sulit. Pada awal 2000-an, perusahaan mengalami tekanan finansial, namun mampu bertahan berkat dukungan Takamatsu Corp., konglomerasi konstruksi Osaka. Pada 2006, Kongo Gumi resmi menjadi anak perusahaan sepenuhnya dimiliki Takamatsu, tetapi tetap menjaga identitas, tradisi, dan spesialisasi konstruksi kuilnya.
Baca: Bukan Negara Arab, Iran Adalah Persia: Ini Sejarah & Penjelasannya
Sejumlah anggota keluarga Kongo Gumi masih terlibat langsung dalam bisnis, menjadi simbol pewarisan generasi. Saat ini, perusahaan menempatkan sekitar 100 miyadaiku (tukang kayu tradisional) di garis depan, sementara keberlangsungan jangka panjang terus dijaga melalui kehati-hatian dalam pengambilan keputusan.

