Rencana Khusus: Lemhannas harap gencatan senjata Amerika dan Iran bisa lebih lama

Lemhannas harap gencatan senjata Amerika dan Iran bisa lebih lama

Jakarta, Sabtu – Pemimpin Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menyatakan keinginan agar perjanjian jeda antara Amerika Serikat dan Iran dapat bertahan lebih dari dua minggu. Ia menekankan bahwa harapan ini mencerminkan kepentingan bersama yang ingin menghindari eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

“Tentu harapan kita semua saya kira, dan harapan pemimpin negara-negara di dunia juga menginginkan agar gencatan senjata ini bukan hanya sementara dua minggu, tapi bisa berlanjut lebih jauh,” ujar Ace dalam jumpa pers di Lemhannas, Jakarta Pusat.

Menurut Ace, konflik antara Iran dan AS telah memicu ketegangan global yang berdampak pada stabilitas ekonomi beberapa negara, termasuk Indonesia. Ia menyoroti efek yang terasa saat ini, yakni kenaikan harga bahan bakar akibat penghalangan jalur selat Hormuz. Penutupan laut strategis ini mengganggu distribusi energi internasional, sehingga menyebabkan lonjakan harga minyak.

Sementara itu, daya beli masyarakat diperkirakan tidak akan mampu menyesuaikan diri dengan kenaikan harga minyak, sehingga mengurangi ketahanan energi secara signifikan. Selain itu, konflik antara Iran, AS, dan Israel juga berpotensi memanaskan situasi geopolitik dunia. Kondisi ini bisa mengancam keamanan negara-negara lain.

Ace meyakini pemerintah akan mengambil langkah untuk memperpanjang gencatan senjata ini sebagai upaya meredam ketegangan di Timur Tengah. “Kita ingin stabilitas geopolitik global tetap terjaga, yang jelas akan memengaruhi geoekonomi kita,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *