Strategi Penting: BPJS Ketenagakerjaan serahkan santunan enam mahasiswa UIN Walisongo
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan untuk Enam Mahasiswa UIN Walisongo
Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang meninggal saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapatkan santunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penyerahan dana dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dua orang ahli waris di Rektorat UIN Walisongo Semarang, Rabu.
Enam mahasiswa tersebut, Riska Amelia (Kabupaten Pemalang), Nabila Yulian Dessi Pramesti (Kabupaten Bojonegoro), Syifa Nadilah (Pemalang), Muhammad Jibril Asyarafi (Kabupaten Jepara), Bima Pranawira (Kabupaten Gresik), serta Muhammad Labib Rizqi (Kota Pekalongan), berpulang setelah tertarik oleh arus Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kabupaten Kendal, pada Selasa (4/11/2025).
Setiap ahli waris menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp70 juta. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda Mohamad Irfan menjelaskan bahwa UIN Walisongo Semarang telah menerapkan perlindungan bagi mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik sejak 2022.
“Kurang lebih sejak tahun 2022, seluruh mahasiswa yang melakukan kegiatan KKN dan kegiatan lainnya memiliki perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi upaya kampus tersebut, mengingat belum semua perguruan tinggi memberikan perlindungan serupa. “Maut dan musibah memang tak terduga, tetapi setidaknya ada payung perlindungan ketika hal itu terjadi,” tambahnya.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Musahadi menyatakan komitmen kampus untuk melindungi civitas akademika, termasuk mahasiswanya. “Kami melakukan mitigasi risiko dan menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk program dengan potensi bahaya,” katanya.
Kampus tersebut memiliki sekitar 22.000 mahasiswa, dan perlindungan tersebut mencakup seluruh aktivitas seperti magang dan praktik pengalaman lapangan (PPL). “Kami percaya ini adalah langkah kemaslahatan yang memberikan perlindungan maksimal,” tuturnya.
Nurhaniah, ahli waris Muhammad Labib Rizqi, mengucapkan rasa syukur kepada BPJS Ketenagakerjaan dan UIN Walisongo Semarang atas bantuan yang diberikan. “Kami percaya setiap musibah pasti mengandung hikmah terbaik, meski terasa berat,” kata perempuan yang menangis sambil berbicara.

