Strategi Penting: Pemkab Serang gandeng PT KAF potong 1.000 hewan kurban secara serentak

Pemkab Serang Kolaborasi dengan PT KAF untuk Potong 1.000 Hewan Kurban Serentak

Pemerintah Kabupaten Serang bekerja sama dengan Perusahaan Kurma Azlofang (PT KAF) melaksanakan program potongan 1.000 ekor hewan kurban secara bersamaan. Kebijakan ini bertujuan melayani warga dengan kondisi ekonomi rendah di wilayah Serang. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi contoh inisiatif kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga filantropi secara masif.

Menurut Ratu, program ini dilakukan pertama kali di Indonesia dan akan memberikan manfaat kepada warga desil satu serta dua. Setiap kecamatan ditargetkan menerima sekitar 500 orang penerima, sehingga total keseluruhan mencapai 22.500 orang. Pemotongan dilakukan dengan cara profesional, higienis, dan sesuai prinsip syariat Islam, termasuk penggunaan kemasan plastik yang ramah lingkungan.

Proyek ini direncanakan berlangsung terus-menerus selama lima tahun ke depan. Sementara itu, pendiri PT KAF, Iksan David Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki dampak lebih luas. “Tidak hanya pemotongan domba, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian dan peternakan yang lebih kuat di Serang,” jelasnya. Ia berharap ke depan muncul penggunaan pupuk mandiri serta pertanian organik yang berkembang.

Manfaat untuk Masyarakat Lokal

“Manfaatnya berasal dari Kabupaten Serang, dijalankan oleh Kabupaten Serang, dan kembali diberikan kepada masyarakat,” ujar Iksan. Ia menjamin bahwa hewan kurban yang disediakan telah dipantau secara ketat oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Balai Cinagara. “Hewan dipastikan sehat secara medis serta memenuhi syarat syariat, seperti usia yang cukup,” tambahnya.

Iksan juga menjelaskan bahwa perusahaan aktif dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Pihaknya berkomitmen memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat desa untuk meningkatkan kemandirian sektor pangan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *