Kebijakan Baru: Kiat bagi bisnis aman dari serangan siber di tengah gejolak 2026

Jakarta – Perusahaan keamanan siber Kaspersky membagikan kiat bagi para pemilik bisnis agar dapat aman dari serangan siber di 2026 khususnya menghadapi gejolak geopolitik dunia yang saat ini berlangsung. Salah satu hal yang disarankan perusahaan tersebut adalah dengan menyiapkan anggaran untuk keamanan siber yang sama dengan target pertumbuhan bisnis yang diinginkan oleh pebisnis. "Jika anda menginginkan peningkatan bisnis hingga 20 persen, tolong pastikan bahwa setiap pelanggan bisnis Anda juga mendapatkan porsi peningkatan keamanan siber hingga 20 persen," kata Managing Director APAC Kaspersky Adrian Hia dalam acara di Jakarta, Rabu.

Menurut Adrian, gejolak geopolitik tahun ini menyebabkan peningkatan serangan siber akan terus bertumbuh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut juga dipicu penggunaan kecerdasan artifisial ( artificial intelligence /AI) yang memungkinkan pembuatan serangan siber lebih mudah dilakukan. "Jadi jika dulu satu orang menciptakan satu virus, sekarang mereka meminta AI untuk membantu menciptakan 10.000 virus," kata Adrian.

Prioritas anggaran keamanan siber ditekankan oleh Adrian karena banyak bisnis memiliki kekhawatiran pada keamanan siber, namun, seringkali anggaran untuk keamanan siber memang tidak diprioritaskan. Berdasarkan data Kaspersky pada 2023, ada 370 ribu malware baru setiap hari. Lalu dua tahun kemudian, Kaspersky mencatat jumlah serangan siber sudah mencapai 500 ribu malware setiap hari.

Kaspersky mencatat bahwa pada 2025 Indonesia mendapatkan serangan siber sebanyak 14.909.665 kali. Dengan berbekal data tersebut, perusahaan meyakini pada 2026 kondisi serangan siber akan semakin meningkat, yang ditambah tekanan kondisi geopolitik serta perkembangan teknologi AI yang pesat. Country Manager Kaspersky Indonesia Defi Nofitra menyebutkan salah satu yang harus dijaga oleh para pemilik bisnis agar layanannya bisa aman dari serangan siber adalah dengan menerapkan SOC atau Security Operation Center.

SOC, dijelaskan oleh Defi, sebagai pusat komando terpusat berfungsi mengawasi, mendeteksi, menganalisis, dan merespon insiden keamanan siber yang dialami oleh jaringan dan sistem milik suatu organisasi. Dengan menerapkan SOC, maka reputasi bisnis dapat meningkat di tengah maraknya ancaman serangan siber yang semakin kompleks. Berdasarkan riset internal Kaspersky pada 2025, terungkap bahwa membangun SOC oleh bisnis secara mandiri membutuhkan banyak waktu.

Setidaknya SOC untuk menjaga keamanan siber bagi suatu bisnis bakal memakan waktu 6-12 bulan lamanya. Selain itu, Defi juga menyarankan agar pemilik bisnis tidak terlalu mengandalkan satu jenis teknologi untuk menjalankan bisnis tempatnya menyimpan data. Kombinasi teknologi antara penyimpanan di perangkat keras ( on-premise /on-prem) maupun penyimpanan di ruang digital seperti cloud harus dilakukan secara bijak.

Selain itu, penggunaan teknologi dari para negara-negara besar juga harus diperhitungkan agar tidak terlalu condong ke satu dominasi. Menurut Defi, strategi tersebut bertujuan untuk menjaga resiliensi. "Pengguna tidak hanya harus memiliki resiliensi secara teknologi tapi juga memiliki resiliensi secara geopolitik," kata Defi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar diatas untuk daftar donor darah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *