Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo 2026
Topics Covered – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali mengumumkan peluncuran pembukaan pendaftaran untuk Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo 2026 melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Pada hari Minggu (28/6/2026), Kemnaker menegaskan komitmen terhadap penguatan kompetensi pekerja melalui pelatihan vokasi yang berstandar global, termasuk dalam sektor layanan kesehatan dan perawatan lansia.
Program Kaigo: Fokus pada Pelayanan Kesehatan dan Perawatan Lansia
Program Kaigo merupakan salah satu komponen utama dari inisiatif ini, yang bertujuan untuk melatih pekerja Indonesia dalam bidang perawatan lansia atau *elderly care*. Kaigo, dalam konteks ini, mencakup berbagai keterampilan teknis seperti manajemen perawatan, teknik bantuan medis, serta pengoperasian peralatan khusus dalam lingkungan pelayanan kesehatan Jepang. Program ini diproyeksikan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam pasar tenaga kerja global, terutama di negara-negara dengan kebutuhan akan sumber daya manusia di sektor layanan.
Sebelumnya, Kemnaker telah mengadakan pelatihan serupa di tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya keberlanjutan kebijakan dalam bidang ini. Darmawansyah, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, menjelaskan bahwa program Kaigo selain memberikan pelatihan teknis, juga menekankan pada penguasaan bahasa Jepang sebagai kunci penting dalam memperkuat komunikasi dan adaptasi di lingkungan kerja internasional. “Kemajuan dunia kerja internasional memerlukan peningkatan kualifikasi tenaga kerja secara berkelanjutan,” tambah Darmawansyah dalam keterangan resmi di Jakarta.
Kemnaker: Menyiapkan Tenaga Kerja yang Kompeten dan Adaptif
Kemnaker mengatakan bahwa Program Pemagangan Jepang dan Kaigo 2026 merupakan upaya untuk memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya memiliki keahlian teknis yang memadai, tetapi juga memiliki etos kerja sesuai standar industri Jepang. Jepang, sebagai salah satu negara dengan ekonomi paling maju, menawarkan peluang kerja yang menjanjikan di berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan, manufaktur, dan teknologi. Dengan pelatihan yang disediakan, para peserta diharapkan dapat memenuhi standar kualifikasi yang diterapkan di Jepang, sehingga mampu menempati posisi kerja yang tersedia.
Darmawansyah menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mencakup dua aspek utama: pemagangan di Jepang dan pelatihan Kaigo. Pemagangan memungkinkan peserta memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja asing, sementara pelatihan Kaigo memberikan keterampilan khusus yang diperlukan dalam industri perawatan lansia. Kedua program ini saling melengkapi, dengan harapan menciptakan tenaga kerja yang memiliki kemampuan beradaptasi cepat dan keterampilan berbasis keahlian.
“Kemajuan dunia kerja internasional memerlukan peningkatan kualifikasi tenaga kerja secara berkelanjutan,” ujar Darmawansyah dalam keterangan di Jakarta, Minggu (28/6/2026). “Kemnaker terus memperkuat pelatihan vokasi dan pemagangan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja internasional, termasuk di Jepang.”
Ekosistem SIAPkerja: Platform untuk Pengembangan Karier
Program ini diluncurkan dalam ekosistem SIAPkerja, yang merupakan platform pengembangan tenaga kerja Indonesia. SIAPkerja dirancang untuk menyediakan akses cepat ke pelatihan, sertifikasi, dan pemagangan, serta memudahkan proses perekrutan tenaga kerja ke luar negeri. Dengan adanya Skillhub, peserta dapat mengikuti program secara online maupun offline, tergantung pada ketersediaan fasilitas di daerah masing-masing.
Kemnaker juga menjelaskan bahwa program pemagangan dan pelatihan ini terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan sekolah menengah hingga individu yang sudah bekerja. “Tujuan utama dari program ini adalah menghasilkan tenaga kerja yang siap mengisi kebutuhan industri di Jepang dan negara-negara lain,” tambah Darmawansyah. Pelatihan Kaigo, khususnya, menjadi fokus untuk memenuhi kebutuhan Jepang akan pekerja luar negeri dalam sektor perawatan lansia, yang berkembang pesat karena populasi lansia semakin meningkat.
Darmawansyah menambahkan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman tentang budaya kerja, sikap profesional, dan nilai-nilai industri yang berlaku di Jepang. “Pemagangan memberikan pengalaman langsung yang memperkaya pengetahuan peserta, sehingga mereka tidak hanya mampu memenuhi syarat perekrutan, tetapi juga membangun jaringan profesional di luar negeri,” terangnya. Program ini juga berupaya memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global, terutama di wilayah Asia Tenggara dan Timur.
Langkah-Langkah untuk Mendaftar dan Manfaat yang Diperoleh
Pelamar yang ingin mendaftar program ini dapat mengakses Skillhub melalui situs resmi Kemnaker. Proses pendaftaran dilakukan secara online, dan peserta akan diberikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri Jepang. Setelah melalui seleksi, peserta akan diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan, yang berlangsung dalam beberapa bulan, sebelum dipasangkan ke pemagangan di Jepang.
Darmawansyah juga menyebutkan bahwa program ini berdampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja Indonesia. “Melalui Kaigo, peserta tidak hanya memperoleh keahlian teknis, tetapi juga keterampilan dalam berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan bekerja secara tim,” jelasnya. Pelatihan ini diharapkan dapat memicu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pekerja, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mereka yang ingin berkembang di lingkungan kerja internasional.
Menurut data Kemnaker, program Kaigo dan pemagangan Jepang telah menarik minat dari ribuan peserta sejak diluncurkan beberapa tahun terakhir. Darmawansyah menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah peserta dan memperluas cakupan program ini ke berbagai daerah. “Program ini bukan hanya untuk mempersiapkan pekerja, tetapi juga untuk membangun hubungan kerja yang lebih kuat antara Indonesia dan Jepang,” katanya.
Kemnaker menegaskan bahwa program pemagangan dan pelatihan ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2026, dengan harapan mampu menyerap sekitar 5.000 peserta. Pemagangan di Jepang diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong perusahaan-perusahaan
