Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang Citatah Lampaui Baku Mutu, Kualitas Udara Memburuk

Intan Nugroho - donasikitabisa.com 2 mins read 2 views

Pemeriksaan Kualitas Udara di Kawasan Tambang Citatah Mengungkap Temuan Penting DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang - Dinas Lingkungan Hidup Jawa

DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang Citatah Lampaui Baku Mutu, Kualitas Udara Memburuk

Pemeriksaan Kualitas Udara di Kawasan Tambang Citatah Mengungkap Temuan Penting

Donasikitabisa.com – Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat baru-baru ini mengumumkan hasil investigasi yang dilakukan di wilayah pertambangan dan pengolahan kapur yang berada di kawasan Citatah. Berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat tiga jenis parameter pencemar udara yang tercatat melebihi batas baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Area yang menjadi fokus pemeriksaan ini terletak di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, sebuah wilayah yang dikenal dengan aktivitas pertambangan yang intensif.

Proses Pengujian dan Tim Pengawas

Temuan signifikan ini berasal dari serangkaian uji laboratorium tahap awal yang dilaksanakan oleh tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau yang dikenal dengan singkatan PPLH. Tim tersebut melakukan uji petik langsung di lapangan pada tanggal 11 Juli 2026. Setelah sampel udara dikumpulkan, proses analisis lebih lanjut dilakukan di laboratorium untuk memastikan akurasi data yang diperoleh.

Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada beberapa komponen udara. Dalam pernyataannya, beliau menyebutkan bahwa dari berbagai indikator kualitas udara yang diuji, ditemukan tiga parameter utama yang telah melewati ambang batas aman. Parameter tersebut adalah Total Suspended Particulate atau TSP, partikel dengan diameter 10 mikrometer atau PM10, serta partikel dengan diameter 2,5 mikrometer atau PM2.5.

“Dari rangkaian indikator kualitas udara yang kami uji di laboratorium, ditemukan adanya parameter yang telah melebihi ambang batas aman, yaitu komponen TSP, PM10, dan PM2,5,” kata Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih.

Implikasi Terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Kepala DLH Jawa Barat menambahkan bahwa temuan ini memberikan indikasi kuat bahwa paparan partikel debu di lokasi pertambangan Citatah sudah berada di tingkat yang melebihi standar. Partikel-partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 memiliki kemampuan untuk menembus sistem pernapasan manusia hingga ke paru-paru bagian dalam. Sementara itu, TSP mencakup seluruh partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara dalam berbagai ukuran.

Peningkatan konsentrasi partikel-partikel ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat sekitar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Selain itu, kualitas udara yang memburuk juga dapat mempengaruhi ekosistem lokal dan mengurangi visibilitas di kawasan tersebut.

“Temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa paparan partikel debu di lokasi tersebut sudah terlampaui,” ucapnya lagi saat memberikan keterangan di Bandung Barat, Sabtu (18/7/2026), mengutip Antaranews.

Langkah Selanjutnya yang Diharapkan

Dengan adanya temuan ini, DLH Jawa Barat kemungkinan akan melakukan tindak lanjut berupa evaluasi lebih mendalam terhadap operasional tambang dan pabrik pengolahan kapur di Citatah. Langkah-langkah mitigasi mungkin diperlukan untuk mengurangi emisi partikel berbahaya ke atmosfer. Masyarakat setempat juga diharapkan dapat memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi yang akan disampaikan oleh instansi terkait.

Pemeriksaan berkala akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa upaya pengendalian pencemaran udara berjalan efektif. Jika diperlukan, sanksi administratif atau rekomendasi teknis dapat diberikan kepada pelaku usaha untuk segera memperbaiki kondisi lingkungan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Gabung diskusi