Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Menteri PU Dody Hanggodo Bantah Terlibat Doxing terhadap Dosen UGM

Joko Setiawan - donasikitabisa.com 3 mins read 6 views

Kasus doxing yang menimpa seorang dosen Universitas Gadjah Mada, Nabiyla, kembali menjadi sorotan publik. Dalam perkembangan terbaru, Menteri Pekerjaan Umum

Menteri PU Dody Hanggodo Bantah Terlibat Doxing terhadap Dosen UGM

Menteri PU Dody Hanggodo Bantah Keterlibatan dalam Kasus Doxing Dosen UGM

Donasikitabisa.com – Kasus doxing yang menimpa seorang dosen Universitas Gadjah Mada, Nabiyla, kembali menjadi sorotan publik. Dalam perkembangan terbaru, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, secara tegas menyangkal keterlibatannya dalam peristiwa tersebut. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh sang menteri pada hari Selasa, 21 Juli 2026, di Jakarta. Sebagai tokoh publik yang baru saja dilantik, Dody Hanggodo Bantah segala tuduhan yang mengarah kepadanya terkait kasus ini.

Penjelasan Awal tentang Ketidaktahuan Istilah Doxing

Dalam konferensi pers yang digelar, Dody Hanggodo Bantah mengakui bahwa ia bukanlah sosok yang aktif berinteraksi di platform media sosial. Keterlibatannya yang minim di dunia digital menjadi salah satu alasan utama penyangkalannya. Ia menjelaskan bahwa istilah doxing merupakan kosakata yang baru saja dikenalnya dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum adanya klarifikasi dari pihak terkait, Dody mengaku belum sepenuhnya memahami makna dari istilah tersebut.

“Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya tahu doxing ini dari Mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial,” kata Dody Hanggodo pada Selasa, (21/7/2026) di Jakarta.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Dody merasa asing dengan konsep doxing sebelum adanya penjelasan dari pihak terkait. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan maupun terlibat dalam tindakan penyebaran informasi pribadi Nabiyla. Keyakinannya terhadap ketidakterslibatannya disampaikan dengan sumpah yang kuat, menunjukkan keseriusannya dalam menyangkal tuduhan tersebut.

Konteks Munculnya Sorotan terhadap Menteri

Sorotan terhadap Dody Hanggodo bermula dari kritik yang dilontarkan oleh Nabiyla melalui media sosial. Dosen UGM tersebut mengkritik dua hal utama, yaitu polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat serta dugaan mutasi aparatur sipil negara di lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Kritik-kritik ini kemudian memicu asumsi bahwa Dody terlibat dalam doxing terhadap Nabiyla.

Namun, Dody tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Ia memandang kritik sebagai hal yang positif dan bermanfaat. Menurutnya, masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan maupun gaya kepemimpinannya. Sikap terbuka ini menunjukkan bahwa ia tidak merasa tersinggung dengan kritik yang datang.

“Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah,” kata Dody Hanggodo.

Respons terhadap Kritik Gaya Komunikasi

Selain menyangkal keterlibatan dalam doxing, Dody juga merespons kritik mengenai gaya komunikasinya yang dianggap terlalu santai atau slengean. Ia mengaitkan hal ini dengan latar belakangnya sebelum menjabat sebagai menteri. Dody berasal dari Jawa Timur dan memiliki pengalaman panjang di sektor swasta. Pengalaman inilah yang membentuk cara bicaranya yang tidak kaku.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta. Gimanalah enggak slengean. Sudahlah. Ketika ada sesuatu yang serius banget, baru saya akan serius. Karena ini kan bukan sesuatu yang serius,” ujar Dody Hanggodo.

Dody menjelaskan bahwa ia tidak selalu serius dalam setiap situasi. Ia hanya akan menjadi serius ketika menghadapi hal-hal yang memang memerlukan perhatian khusus. Pendekatan ini dianggapnya wajar dan sesuai dengan karakternya. Dengan demikian, Dody Hanggodo telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai kasus doxing yang melibatkan dirinya dan dosen UGM, Nabiyla. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat.

Gabung diskusi