Tak Berkategori

Hasil Pertemuan: Aston Villa jadikan dua pertemuan modal hadapi Bologna

Aston Villa Manfaatkan Pengalaman Lawan Bologna untuk Leg Pertama Jakarta - Sebelum menghadapi Bologna dalam leg pertama perempat final Liga Europa 2025/2025 di Stadion Renata Dall'Ara, Bologna, Italia, Aston Villa berencana memanfaatkan dua pertemuan sebelumnya sebagai bahan evaluasi.…

Desk Tak Berkategori
Published 09/04/2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Aston Villa Manfaatkan Pengalaman Lawan Bologna untuk Leg Pertama

Jakarta – Sebelum menghadapi Bologna dalam leg pertama perempat final Liga Europa 2025/2025 di Stadion Renata Dall’Ara, Bologna, Italia, Aston Villa berencana memanfaatkan dua pertemuan sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Kedua laga tersebut berlangsung di Villa Park, Birmingham, di mana tim Inggris itu berhasil menang dengan skor 1-0 dan 2-0.

Menurut pelatih Aston Villa, Unai Emery, pengetahuan tentang Bologna yang sama sejak pertandingan lalu menjadi keuntungan. “Bologna tetap tim yang kompetitif, dan kami juga tidak mengalami banyak perubahan,” ujarnya, dikutip dari laman klub, Kamis.

“Kami harus beradaptasi di lapangan karena Bologna sangat disiplin. Mereka tidak akan membiarkan lawan merasa nyaman,” tambah Emery.

Emery menilai Bologna bermain kolektif dengan intensitas tinggi. Tim Italia tersebut juga agresif dan tak gentar dalam pertarungan. Ia menambahkan, Bologna patut dihormati karena memiliki kualitas serta pelatih yang mentereng.

Vincenzo Italiano, pelatih Bologna, adalah sosok yang telah membawa Fiorentina ke final Liga Conference dua musim beruntun, 2022/2023 dan 2023/2024. Selama memimpin Bologna sejak Juni 2024, ia sukses memperoleh Coppa Italia 2024/2025 setelah mengalahkan AC Milan 1-0 di final.

“Dia mencapai tiga final dalam tiga tahun terakhir. Sangat kompetitif,” tutur Emery.

Dalam persiapan menghadapi Bologna, Emery menekankan kebutuhan untuk mengubah strategi dan adaptasi. “Kami harus menyesuaikan dengan apa yang mereka inginkan. Mengingat kembali cara bermain melawan mereka, mempelajari rekaman, dan menerapkannya di latihan,” jelasnya.

Emery juga ingin memperjuangkan prestasi klub pada tahun 1982. Saat itu, Aston Villa memenangkan Piala Eropa (sekarang Liga Champions) 1981/1982. Namun, tim tersebut belum pernah meraih gelar Liga Europa. Apabila berhasil, ini akan menjadi pertama sepanjang sejarah.

Di sisi lain, Emery memiliki kesempatan untuk menambahkan sejarah pribadinya. Ia adalah pelatih satu-satunya yang memperoleh empat trofi Liga Europa, baik bersama Sevilla (tiga kali) maupun Villareal. Meski demikian, ia tidak ingin fokus pada rekor pribadi. “Kami ingin menciptakan momen istimewa di Eropa, meski tantangannya berat,” pungkas Emery.

Yusuf Maulana

Yusuf Maulana adalah penulis yang mengangkat nilai-nilai filantropi, kepedulian sosial, dan budaya berbagi. Ia aktif dalam kegiatan komunitas dan penggalangan bantuan untuk masyarakat kurang mampu. Tulisan Yusuf menekankan pentingnya menjadikan donasi sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya aktivitas sesaat.

Leave a Comment