Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, CORE Sebut Pelemahan Rupiah Picu PHK 15.000-20.000 Pekerja
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran menjadi sorotan Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) setelah pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memperberat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran dan Tekanan Pelemahan Rupiah
Donasikitabisa.com – Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran menjadi sorotan Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) setelah pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memperberat tekanan bagi industri nasional. Kurs yang melemah membuat biaya bahan baku dan komponen impor meningkat, sehingga ruang usaha untuk mempertahankan produksi maupun tenaga kerja menjadi semakin terbatas.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 21.25 WIB, rupiah bergerak di level Rp18.046 per dolar AS. Kondisi tersebut memberi dampak langsung terutama bagi pelaku industri yang masih bergantung pada bahan baku, mesin, atau komponen dari luar negeri. Ketika biaya produksi naik, perusahaan dapat menghadapi pilihan sulit, mulai dari mengurangi volume produksi hingga menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja.
CORE Perkirakan PHK Menyasar Hingga 20.000 Pekerja
CORE memperkirakan tekanan akibat pelemahan rupiah berkontribusi terhadap pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 15.000 hingga 20.000 pekerja pada kuartal II 2026. Risiko tersebut disebut paling terasa pada sektor tekstil, alas kaki, elektronik, serta kimia dan farmasi, yang memiliki kebutuhan impor cukup besar dalam rantai produksinya.
“CORE memperkirakan tekanan ini membuat 15-20 ribu pekerja terkena PHK pada kuartal II 2026, terutama di industri tekstil, alas kaki, elektronik, serta kimia dan farmasi,” ujar CORE dalam publikasi bertajuk “Dua Tahun Anggaran Besar Belum Optimal”.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar bukan hanya persoalan pasar keuangan. Pergerakan rupiah dapat memengaruhi biaya operasional perusahaan, harga barang, kemampuan menjaga arus kas, hingga keputusan mengenai jumlah pekerja. Industri yang memiliki marjin keuntungan tipis umumnya lebih rentan ketika beban bahan baku dan pembiayaan meningkat dalam waktu singkat.
Pasar Kerja Dinilai Belum Sepenuhnya Pulih
Dalam evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, CORE menilai pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas pasar kerja. Pekerja formal masih menghadapi ancaman PHK, sementara sebagian besar tenaga kerja Indonesia masih menggantungkan penghidupan pada sektor informal dengan pendapatan yang tidak selalu pasti serta perlindungan sosial yang lebih terbatas.
Tekanan di dunia kerja juga tidak selalu tercermin melalui angka PHK resmi. CORE menilai perusahaan dapat melakukan penyesuaian lain, seperti tidak memperpanjang kontrak kerja, mengurangi jam kerja, atau menahan perekrutan pekerja baru. Langkah-langkah tersebut mungkin tidak langsung terlihat sebagai pemutusan hubungan kerja, tetapi tetap berpengaruh terhadap kepastian pendapatan dan kesempatan kerja masyarakat.
Bagi pekerja, pengurangan jam kerja dapat berarti pendapatan bulanan yang menurun. Sementara itu, bagi pencari kerja baru, penundaan rekrutmen membuat persaingan memperoleh pekerjaan formal menjadi lebih ketat. Situasi ini memperlihatkan pentingnya pemantauan kondisi pasar kerja secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan jumlah PHK yang tercatat.
Dampak bagi Industri dan Daya Beli Masyarakat
Pelemahan rupiah dapat menciptakan tekanan berlapis bagi industri. Perusahaan harus menghadapi kenaikan biaya impor, sedangkan masyarakat dapat merasakan dampaknya melalui harga barang yang meningkat. Apabila biaya produksi diteruskan ke harga jual, daya beli konsumen berpotensi tertekan. Namun, bila perusahaan menahan kenaikan harga, keuntungan usaha dapat menyusut dan meningkatkan risiko efisiensi.
Karena itu, kondisi ekonomi dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran tidak hanya perlu diukur melalui laju pertumbuhan ekonomi. Kualitas lapangan kerja, keberlanjutan usaha, perlindungan pekerja, serta kemampuan rumah tangga menjaga konsumsi juga menjadi faktor penting. Perbaikan indikator tersebut diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pekerja dan pelaku usaha.
FAQ
Apa dampak pelemahan rupiah bagi pekerja?
Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku dan komponen impor. Jika tekanan biaya terlalu besar, perusahaan dapat mengurangi jam kerja, menunda perekrutan, tidak memperpanjang kontrak, atau melakukan PHK.
Sektor apa yang disebut paling terdampak?
CORE menyebut industri tekstil, alas kaki, elektronik, serta kimia dan farmasi sebagai sektor yang berpotensi paling terdampak oleh tekanan nilai tukar rupiah.
Berapa perkiraan pekerja yang terkena PHK?
CORE memperkirakan sekitar 15.000 hingga 20.000 pekerja terkena PHK pada kuartal II 2026 akibat tekanan yang berkaitan dengan pelemahan rupiah.
