Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani, Soroti Karhutla dan Angka Keracunan MBG

Fitri Setiawan - donasikitabisa.com 3 mins read

Massa Aksi 20 Oktober Padati kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan

Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani, Soroti Karhutla dan Angka Keracunan MBG

Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani, Bawa Kritik Karhutla dan MBG

Donasikitabisa.com – Massa Aksi 20 Oktober Padati kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lokasi, peserta mulai datang secara bertahap sejak sekitar pukul 14.55 WIB.

Para peserta aksi terlihat mengenakan pakaian yang didominasi warna hitam. Seiring waktu, jumlah massa di sekitar Tugu Tani bertambah. Pada sekitar pukul 15.10 WIB, massa yang datang membawa beragam spanduk berisi kritik dan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani dengan membawa sejumlah pesan yang menyoroti isu lingkungan serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kritik yang disampaikan melalui spanduk maupun orasi berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta angka keracunan yang dikaitkan dengan program tersebut.

Spanduk Massa Menyoroti Kebakaran Hutan dan Lahan

Beberapa tulisan pada spanduk yang dibawa peserta menarik perhatian. Di antaranya berbunyi, “Orangutan lebih berhati daripada orang istana”, “Padamkan apinya, bukan suaranya”, dan “Hutanku, rumahku terbakar. Tidak terlihat kah dari istana?” Pesan-pesan itu menggambarkan perhatian massa terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kalimantan.

Ada pula spanduk yang berbunyi, “Bukannya diaudit, malah MBG terus dilanjut.” Tulisan tersebut menunjukkan kritik peserta aksi terhadap keberlanjutan program MBG di tengah sorotan mengenai kasus keracunan. Massa menggunakan aksi di ruang publik itu untuk meminta perhatian pemerintah terhadap isu yang mereka nilai belum ditangani secara tuntas.

Seorang perwakilan mahasiswa yang mengenakan almamater biru tua dengan logo kampus IPB turut menyampaikan orasi. Ia menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang menurutnya belum selesai. Dalam orasinya, ia juga menyinggung dampak persoalan tersebut terhadap masyarakat serta flora dan fauna.

“Mau berapa anak kecil yang kau bunuh? Mau berapa orang yang kau bunuh? Saudara-saudara kita meninggal dengan perut kenyang, apa itu etis?”

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kritik terhadap persoalan yang diangkat massa, termasuk isu keracunan MBG. Peserta aksi menilai keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, harus menjadi perhatian utama ketika sebuah program dijalankan dan dievaluasi.

Orasi Menyinggung Kondisi Flora, Fauna, dan Warga Terdampak

Dalam lanjutan orasinya, perwakilan mahasiswa tersebut meminta massa untuk memberikan perhatian pada warga yang mengalami kesulitan akibat kebakaran hutan dan lahan. Ia juga menekankan ancaman terhadap flora dan fauna ketika kawasan hutan terbakar.

“Tolong teman-teman, saudara kita kesulitan. Flora fauna kita sudah mati, kita disebut paru-paru dunia tapi gimana kalau sudah mati?”

Seruan itu menjadi salah satu penekanan dalam aksi di Tugu Tani. Bagi peserta, isu kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga kehidupan warga serta keberlangsungan ekosistem. Massa Aksi 20 Oktober Padati titik tersebut sambil menyuarakan harapan agar pemerintah memberi respons yang lebih serius terhadap persoalan lingkungan.

Aksi ini memperlihatkan bahwa kritik yang dibawa peserta mencakup lebih dari satu isu. Di satu sisi, massa menyoroti kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Di sisi lain, mereka mempertanyakan kelanjutan MBG di tengah angka keracunan yang menjadi perhatian. Spanduk dan orasi digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka.

FAQ Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani

Di mana massa aksi berkumpul?

Massa berkumpul di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Kapan massa mulai berdatangan?

Peserta aksi mulai datang secara berangsur sejak sekitar pukul 14.55 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Isu apa yang disoroti dalam aksi tersebut?

Massa menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta angka keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Apa pesan utama yang dibawa peserta aksi?

Peserta menyampaikan kritik terhadap pemerintah melalui spanduk dan orasi. Mereka meminta perhatian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan bagi warga, flora, fauna, serta evaluasi atas isu yang berkaitan dengan MBG.

Gabung diskusi