Sempat Hilang – Bocah Perempuan di Klaten Ditemukan Tewas di Sungai

Sempat Hilang, Bocah Perempuan di Klaten Ditemukan Tewas di Sungai

Sempat Hilang – Dalam laporan dari detikJateng, Minggu (3/5/2026), seorang anak perempuan yang mengalami gangguan autis ditemukan mayatnya terapung di Sungai Kalikuning, Klaten, setelah menghilang sejak Jumat (1/5) lalu. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kapolsek Kalikotes Iptu Ryan Dwi Prabowo, korban menghilang saat bermain di sekitar lingkungan rumahnya. Lokasi kejadian berada di belakang gardu, di mana anak tersebut diperkirakan menghabiskan waktu sejak siang hari.

Pencarian yang Berlangsung Intensif

Kapolsek Kalikotes Iptu Ryan Dwi Prabowo mengungkapkan bahwa keberadaan korban tidak diketahui sejak sekitar pukul 14.00 WIB hingga menjelang sore hari, pukul 16.00 WIB. Pihak keluarga telah melakukan upaya mencari anak tersebut sepanjang hari, tetapi tidak berhasil menemukan keberadaannya. Akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Klaten sebagai laporan orang hilang.

“Awal mula Jumat tanggal 1 Mei 2026 kurang lebih sekitar pukul 14.00 WIB korban bermain di sekitar rumah di belakang gardu. Namun hingga sore kurang lebih sekitar pukul 16.00 WIB tidak pulang,” kata Kapolsek Kalikotes Iptu Ryan Dwi Prabowo kepada detikJateng, Sabtu (2/5/2026) sore.

Pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta relawan MDMC. Operasi pencarian dimulai pada Sabtu 2 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, dengan fokus pada area Sungai Kalikuning. Lokasi tersebut menjadi tempat kejadian utama karena korban diperkirakan hilang di sekitar sana.

“Dilaporkan sebagai laporan orang hilang ke Polsek Klaten dengan tembusan ke BPBD, SAR dan relawan MDMC. Sabtu 2 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB tim gabungan SAR Klaten, BPBD dan MDMC melakukan pencarian di area sungai Kalikuning belakang rumah korban,” terang Ryan.

Pencarian berlangsung hingga pukul 11.15 WIB, tetapi korban belum ditemukan. Tim kemudian memberi jeda untuk istirahat. Setelah beberapa jam, mereka kembali melakukan penyisiran, dan akhirnya menemukan mayat korban pada pukul 12.30 WIB. Korban ditemukan dalam posisi tetelungkup, dengan luka lecet di wajah dan hidung, diduga akibat benturan saat terhanyut di aliran sungai.

“Sampai di bawah jembatan Kalikuning, Klaten Tengah terus ke arah Kalikotes dan ditemukan pukul 13.22 WIB meninggal dunia terapung dengan kedalaman air sekitar 1,5 meter dengan posisi tertelungkup. Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan oleh Puskesmas Kalikotes terdapat luka lecet di wajah dan hidung diduga benturan saat hanyut,” jelas Ryan.

Proses Evakuasi dan Pemeriksaan

Pemeriksaan awal terhadap jenazah korban dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Kalikotes. Hasilnya menunjukkan bahwa korban mengalami luka lecet di bagian wajah dan hidung, yang kemungkinan besar disebabkan oleh benturan saat hanyut di sungai. Dalam kondisi mayatnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan. Ryan menegaskan bahwa korban tidak memiliki riwayat kecelakaan atau penganiayaan sebelumnya.

“Tidak ada tanda penganiayaan dan korban mempunyai riwayat autisme. Dari keluarga menerima kejadian ini dan meminta agar tidak dilakukan autopsi jenazah, sudah membuat pernyataan tertulis,” imbuh Ryan.

Tim SAR juga menegaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar, dengan korban ditemukan dalam kondisi yang terapung di air. Meski demikian, seluruh prosedur pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kehilangan informasi penting. Selama pencarian, tim gabungan terus memperluas area survei, memastikan tidak ada titik yang terlewat.

Reaksi Keluarga dan Masyarakat

Keluarga korban, yang sudah panik sejak Jumat (1/5) lalu, mengaku sedih dan bingung setelah jenazah ditemukan. Mereka menyatakan keputusan untuk tidak melakukan autopsi, yang dianggap sebagai bentuk penenangan bagi diri sendiri. Ryan menyebutkan bahwa keluarga mengambil keputusan tersebut setelah melalui pertimbangan matang, dengan harapan bisa menyelesaikan kejadian ini tanpa memicu pertanyaan tambahan.

Selain itu, masyarakat setempat juga turut memberikan dukungan dan bantuan dalam pencarian korban. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka mengenal korban baik, dengan kebiasaan bermain di sekitar rumah selama berhari-hari. “Anak itu selalu bermain di belakang rumah, kadang kelihatan sendirian di tepi sungai,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak terlepas dari lingkungan sekitar dan kemungkinan terjadi secara alami.

Korban sendiri dinyatakan mengalami gangguan autis, yang mungkin berkontribusi pada tingkah laku atau kemampuan korban berada di area yang tidak terduga. Pihak kepolisian berharap bahwa penyebab kematian bisa terungkap melalui pemeriksaan lebih lanjut, meski keluarga memilih untuk tidak mengautopsi jenazah. Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama pada anak-anak yang memiliki kondisi khusus seperti autisme.

Kondisi Sungai dan Pertimbangan Cuaca

Sebagai penunjang informasi, keterangan dari tim SAR menyebutkan bahwa kondisi Sungai Kalikuning pada saat kejadian cukup tenang, tetapi masih berpotensi berbahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya. Kedalaman air yang mencapai 1,5 meter membuat korban sulit ditemukan jika terhanyut. Ryan juga menambahkan bahwa tim SAR sudah memperhatikan kondisi cuaca yang terang dan tidak ada hujan deras, sehingga memudahkan proses pencarian.

Selama pencarian, tim gabungan melakukan penyisiran berkeliling sungai, termasuk bagian yang sulit dijangkau. Proses ini berlangsung hingga pukul 11.15 WIB, setelah mencoba menemukan keberadaan korban. Setelah istirahat, mereka kembali melanjutkan operasi, dan akhirnya menemukan jenazah di bawah jembatan Kalikuning. Lokasi ini menjadi titik akhir pencarian, karena diperkirakan korban terbawa arus ke arah Kalikotes.

Setelah jenazah ditemukan, korban langsung diangkut ke lokasi evakuasi untuk pemeriksaan lanjutan. Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan indik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *