Begini Akhir Pelarian 4 Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru
Begini Akhir Pelarian 4 Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru
Koordinasi Polisi Berhasil Amankan Tiga Pelaku di Aceh
Begini Akhir Pelarian 4 Pelaku Pembunuhan – Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkapkan bahwa tim kepolisian telah menangkap tiga dari empat pelaku pembunuhan lansia yang terjadi di Kota Pekanbaru. Penangkapan dilakukan di Aceh Tengah pada Kamis (30/4), dengan menangkap seorang wanita berinisial AF dan seorang pria berinisial S. Menurut Anggi, informasi tentang identitas kendaraan pelaku menjadi katalis utama dalam operasi penyelidikan. “Kami mendapatkan petunjuk bahwa pelaku menggunakan pelat nomor dari Aceh Tengah. Berdasarkan data tersebut, kami mengambil langkah koordinasi dengan Polres Aceh Tengah untuk memastikan lokasi keberadaan para tersangka,” jelas Anggi dalam konferensi pers di hari Minggu (3/5/2026).
AF, Otak Pembunuhan, Diamankan di Rumah Angkat
Menurut sumber kepolisian, AF dikenal sebagai otak dari aksi pembunuhan tersebut. Ia juga merupakan menantu korban yang menjadi target utama. “Kami mengetahui posisi pelaku di Aceh Tengah pada siang hari. Setelah menelusuri informasi, tim langsung menuju ke rumah angkat dari pelaku S untuk melakukan penangkapan,” ujar Anggi. Selain AF, pelaku S juga turut diamankan. Keduanya ditangkap secara bersamaan di sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal pelaku. “Mereka ditemukan di kediaman angkat pelaku S, sehingga operasi berjalan cepat dan lancar,” tambah Anggi.
Pelaku Terakhir Diamankan di Kota Binjai
Sementara itu, dua pelaku lainnya, yaitu pria berinisial E dan perempuan berinisial L, berhasil ditangkap di Kota Binjai pada Jumat (1/5/2026). Mereka diamankan di sebuah kontrakan yang menjadi tempat tinggal mereka. “Kami mengambil langkah berkoordinasi dengan Polres Binjai setelah menerima informasi bahwa dua rekan pelaku berada di lokasi tersebut,” kata Anggi. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku E dan L dalam kasus ini terungkap setelah tim kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Para pelaku berada di kontrakan milik saudari L, yang merupakan salah satu dari mereka. Kami melakukan penangkapan secara bersamaan dengan dukungan dari polisi setempat,” ujarnya.
Proses Koordinasi dan Penyelidikan Berjalan Efisien
Kasat Reskrim mengatakan bahwa selama penyelidikan, tim kepolisian terus memperkuat kerja sama dengan pihak berwenang di daerah lain. “Koordinasi dengan Polres Aceh Tengah dan Polres Binjai sangat penting karena para pelaku berpindah-pindah dan berusaha menghindari penangkapan,” tambah Anggi. Dia menekankan bahwa keberhasilan menangkap semua pelaku tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat setempat. “Kami menerima bantuan dari warga yang memberikan informasi tentang aktivitas para pelaku, seperti pergerakan kendaraan dan tempat tinggal mereka,” ujarnya.
Perkembangan Kasus dan Kontribusi Tim Investigasi
Pengungkapan kasus pembunuhan lansia ini mengalami beberapa tahap sebelum akhirnya berhasil menangkap semua pelaku. “Selama empat hari, kami terus memantau keberadaan pelaku dan melakukan penyelidikan secara intensif. Setiap informasi yang diterima menjadi dasar untuk langkah berikutnya,” jelas Anggi. Ia juga menyebutkan bahwa para pelaku sebelumnya sempat berusaha menghindari penangkapan dengan mengambil jalur yang berbeda. “Kendaraan yang digunakan pelaku S merupakan petunjuk utama yang memudahkan kami dalam memburu mereka. Sementara itu, pelaku E dan L mencoba berpindah ke lokasi yang lebih strategis untuk mengelabui petugas,” tambahnya.
Korban dan Motif Pembunuhan
Menurut Anggi, korban yang menjadi sasaran pembunuhan adalah seorang lansia yang sebelumnya dikenal dekat dengan para pelaku. “Motif pembunuhan diduga terkait masalah keluarga dan konflik keuangan. AF, sebagai menantu korban, memiliki hubungan yang kompleks dengan korban dan keluarganya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyelidikan juga mengungkap bahwa para pelaku telah merencanakan aksi tersebut secara matang. “Mereka bergerak dalam kelompok kecil untuk memastikan keberhasilan operasi dan mengurangi risiko tertangkap. Namun, keberhasilan kami dalam menangkap semua pelaku menunjukkan kesiapan tim investigasi dalam menghadapi tindak kejahatan berencana,” kata Anggi.
Pelarian dan Kesigapan Tim Polisi
Pengungkapan para pelaku terjadi setelah mereka terpantau bergerak ke berbagai wilayah. “Pada hari pertama, kami menangkap AF dan S di Aceh Tengah. Hari berikutnya, dua pelaku lainnya di Binjai berhasil kami amankan. Proses ini berjalan cepat karena ada petunjuk yang akurat dari masyarakat,” ujarnya. Anggi juga mengungkapkan bahwa proses penangkapan tidak hanya melibatkan kekuatan polisi lokal tetapi juga kerja sama dengan satuan khusus di Aceh dan Binjai. “Tim penyelidik melakukan operasi berkelompok untuk memastikan semua pelaku ditangkap. Selama beberapa hari, kami terus mengejar para pelaku hingga berhasil menemukan mereka di lokasi yang berbeda,” katanya.
Kesimpulan dan Dampak Penangkapan
Setelah semua pelaku berhasil diamankan, kasus pembunuhan lansia tersebut kini dapat diselesaikan secara lebih cepat. “Kami berharap penangkapan ini menjadi contoh bagaimana kerja sama antar daerah bisa mempercepat proses penyelidikan dan penuntutan,” ujar Anggi. Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan ini juga menjadi bukti dari kesiapan polisi dalam menghadapi kasus kriminal yang melibatkan perencanaan jangka panjang. “Kami terus meningkatkan sistem penyelidikan agar bisa menangani kasus serupa dengan lebih efisien. Harapan kami adalah masyarakat lebih percaya pada upaya kepolisian dalam memastikan keadilan,” tutup Anggi.
Keterlibatan AF dalam Pembunuhan
AF, sebagai otak dari aksi pembunuhan, terlibat langsung dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan kekerasan tersebut. “Ia memimpin operasi dan mengatur rekan-rekannya untuk melaksanakan aksi. Motif pembunuhan didasarkan pada konflik yang sudah berlangsung sebelumnya,” kata Anggi. Ia juga menyebutkan bahwa AF dan S sempat bersembunyi di Aceh selama beberapa hari setelah melakukan tindakan kejahatan di Pekanbaru. “Dari Aceh, mereka berencana melarikan diri ke lokasi lain. Namun, kami berhasil menginterdiksi mereka sebelum mereka bisa melarikan diri ke tempat yang lebih jauh,” ujarnya.
Koordinasi dan Kesiapan Tim Khusus
Proses penangkapan ini menunjukkan kesiapan tim polisi dalam menghadapi tindakan kejahatan yang melibatkan perpindahan pelaku ke daerah lain. “Kami mengirimkan tim khusus ke Aceh dan Binjai untuk memastikan semua pelaku dapat diamankan. Kerja sama antar polres menjadi faktor kunci dalam keberhasilan ini,” jelas Anggi. Anggi juga menyoroti peran media dan masyarakat dalam mendukung proses penyelidikan. “Media memberikan informasi terkini tentang keberadaan pelaku, sementara masyarakat membantu kami dalam mengumpulkan bukti. Keterlibatan semua pihak membuat kasus ini cepat terungkap,” ujarnya.
Proses Penyelidikan Berlangsung Intens
Selama penyelidikan, tim kepolisian memeriksa berbagai sumber dan menyelidiki jejak para pelaku. “Kami memeriksa rekam jejak kendaraan, nomor pelat, serta jejak digital para pelaku untuk memastikan kebenaran informasi yang kami terima,” ujar Anggi. Ia menambahkan bahwa setiap langkah dalam proses ini memerlukan analisis yang teliti. “Dari awal, kami mengetahui bahwa para pelaku memiliki perencanaan yang matang. Mereka bergerak dalam kelompok kecil untuk menghindari ketahuan. Namun, keberhasilan kami menunjukkan bahwa sistem penyelidikan kami sudah cukup efektif,” katanya.
