Important Visit: Kampung Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Polisi Temukan Sabu dalam Pasir

Kampung Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Sabu Tersembunyi dalam Pasir

Important Visit – Di tengah upaya mengatasi penyebaran narkoba di Kota Pekanbaru, Riau, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru melakukan penggerebekan terhadap Kampung Dalam, Senapelan, pada Selasa (5/5/2026) malam. Operasi ini merupakan bagian dari patroli rutin yang ditingkatkan guna mengendalikan peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut.

Kasatresnarkoba Memastikan Proses Pemeriksaan

Kasatresnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko, menjelaskan bahwa tim yang terdiri dari sembilan orang melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang dicurigai. Awalnya, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun, mereka memperhatikan tumpukan pasir yang ada di depan rumah warga.

“Kami yakin ada narkoba di situ, tetapi belum kami temukan saat itu. Sampai akhirnya, setelah menggali gundukan pasir, ternyata narkoba itu disembunyikan di dalam pasir,” ujarnya.

Petugas kemudian menggali gundukan pasir tersebut secara perlahan. Setelah beberapa lama, barang bukti berhasil ditemukan, berupa kantong-kantong kresek berwarna hitam. Noki menyatakan bahwa narkoba tersebut termasuk sabu dan ekstasi, yang disimpan dalam kondisi tersembunyi.

Pengungkapan Narkoba di Tumpukan Pasir

Menurut Noki, keberhasilan mengungkap sabu hingga ekstasi di dalam pasir menjadi bukti bahwa para pelaku terus berupaya mengubah pola transaksi. Sebelumnya, mereka melakukan jual beli di dalam rumah, tetapi kini berpindah ke luar rumah untuk menghindari pengawasan.

“Kami dapatkan barang bukti seperti sabu, ekstasi, dan happy five dari dalam pasir itu,” kata Noki.

Kampung Dalam, yang dikenal sebagai kampung narkoba, bukan pertama kalinya digerebek. Namun, ini disebut sebagai penggerebekan yang memperlihatkan pergeseran strategi para pelaku. Meski demikian, identitas pemilik narkoba masih menjadi misteri.

Pemeriksaan Terhadap Ibu-Ibu di Lokasi

Saat penggerebekan berlangsung, beberapa ibu-ibu ditemukan berada di dalam rumah. Petugas meminta keterangan kepada mereka, tetapi mereka mengaku tidak mengetahui adanya narkoba di tumpukan pasir. Noki mengatakan bahwa para ibu-ibu tersebut hanya menjadi saksi.

“Ibu-ibu itu kami tanya, mereka mengaku tidak tahu,” ujarnya.

Pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan untuk menemukan pelaku utama. Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan pun belum diketahui secara pasti.

Kapolresta Apresiasi Upaya Pemberantasan Narkoba

Kombes Muharman Arta, Kapolresta Pekanbaru, mengapresiasi tindakan Satresnarkoba dalam mengungkap peredaran narkoba di kampung tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku narkotika.

“Kami berkomitmen serius dalam pemberantasan narkoba dan sesuai perintah Pak Kapolda, kami akan lakukan tindakan tegas bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkotika. Kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu,” kata Muharman.

Operasi ini juga menunjukkan bahwa penegak hukum tetap fokus pada penemuan strategis, seperti menyembunyikan narkoba di bawah pasir, yang memperlihatkan kemampuan para pelaku untuk merencanakan peredaran gelap secara cermat.

Peran Komunitas dalam Pemberantasan Narkoba

Kampung Dalam terus menjadi sorotan karena sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Meski penghuni kampung menyatakan tidak tahu, warga sekitar mengakui bahwa kampung tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya pengguna dan pengedar narkoba. Polisi menyarankan bahwa kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan untuk memutus rantai peredaran.

Menurut Noki, keberhasilan penggerebekan ini tidak terlepas dari pengawasan terus-menerus oleh jajaran kepolisian. Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut tetap menjadi fokus dalam upaya menekan penggunaan narkoba di tengah masyarakat.

Ekstasi dan Happy Five sebagai Bukti Penyebaran Narkoba

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan berbagai jenis narkoba, termasuk sabu, ekstasi, dan happy five. Barang-barang tersebut disimpan secara tersembunyi, menunjukkan cara para pelaku untuk menghindari tertangkap tangan. Noki menyatakan bahwa temuan ini menegaskan bahwa Kampung Dalam masih menjadi sentral peredaran narkoba di Riau.

Ia juga menekankan bahwa tindakan tegas harus terus dilakukan agar masyarakat tidak terlena oleh kebiasaan buruk. “Kami akan terus mengembangkan pengungkapan ini, karena selama ini kampung ini sering menjadi tempat penyimpanan barang bukti,” jelas Noki.

Penggunaan Pasir sebagai Media Penyembunyian

Metode menyembunyikan narkoba di dalam pasir menjadi strategi baru yang diadopsi oleh pelaku. Pada awalnya, mereka memilih menyimpan sabu di rumah, tetapi kini lebih condong menggunakan pasir sebagai tempat penyimpanan. Noki menyebutkan bahwa ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan oleh petugas.

Tumpukan pasir yang terletak di dekat rumah warga menjadi tempat yang tidak terduga untuk menyimpan narkoba. Polisi menemukan kantong kresek berisi sabu yang terselip dalam pasir. Penemuan ini menunjukkan inovasi pelaku dalam menghindari pengintaian.

Upaya Selanjutnya untuk Mengungkap Seluruh Jaringan

Setelah penggerebekan, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru menjanjikan akan terus mengejar investigasi untuk menemukan semua pelaku. “Jumlah barang bukti masih kami hitung, tetapi kita yakin ini adalah salah satu titik penting dalam pemberantasan narkoba di kota ini,” tambah Noki.

Dokumen resmi menyebutkan bahwa penggerebekan ini dianggap sukses karena berhasil mengungkap narkoba yang disembunyikan di bawah pasir. Kemungkinan besar, operasi ini akan memicu penindasan lebih lanjut terhadap jaringan peredaran gelap di wilayah tersebut.

Opini Masyarakat tentang Kampung Narkoba

Warga sekitar menyatakan bahwa Kampung Dalam memang sering dijadikan tempat aktivitas narkoba. Meski tidak semua penduduk terlibat, keberadaan sabu dan ekstasi di pasir menunjukkan bahwa penyebaran narkoba tetap terjadi meski dalam bentuk yang tidak terlihat. Noki menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah peredaran.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas jual beli narkoba yang bisa terjadi di tempat-tempat umum, seperti tumpukan pasir. “Kami berharap masyarakat aktif melaporkan kecurigaan mereka terhadap keberadaan narkoba di lingkungan sekitar,” kata Noki.

Kemungkinan Penyebaran ke Wilayah Lain

Menur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *