WN Inggris Coba Kabur Usai Tusuk Pegawai Hotel di Buleleng

WN Inggris Coba Kabur Usai Tusuk Pegawai Hotel di Buleleng

WN Inggris Coba Kabur Usai Tusuk – Seorang warga negara Inggris (WN Inggris) ditangkap oleh polisi setelah melakukan aksi penganiayaan terhadap seorang pegawai hotel di Kabupaten Buleleng. Penangkapan terjadi pada malam Selasa (5 Mei) saat pria tersebut berusaha melintas ke pulau Jawa. Menurut informasi dari detikBali, kejadian tersebut diawali dengan aksi kekerasan yang memicu tindakan langsung oleh petugas kepolisian.

Pelaku, yang berinisial AM, ditemukan di dalam mobil Suzuki Fronx berwarna putih dengan nomor polisi DK 1461 FCG. Mobil tersebut berhenti di depan Ruko Manuver, Kelurahan Gilimanuk, sebelum diinvestigasi lebih lanjut. Sementara itu, petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk segera melakukan pengetatan di seluruh titik keluar dermaga setelah menerima laporan dari Polres Buleleng. Upaya penyisiran ini berbuah hasil pada pukul 23.37 Wita.

“Benar, telah diamankan terduga pelaku penganiayaan berinisial AM. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Polres Buleleng,” ungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya, Rabu (6 Mei 2026).

Pelaku tampak mencoba menghindari tanggung jawab dengan berada di dalam kendaraan sebelum melintas ke arah Jawa. Namun, petugas berhasil mengamankan AM setelah melakukan pemeriksaan terhadap mobil yang diperiksa secara cermat. Aksi kekerasan yang dilakukan WN Inggris ini menurut polisi berupa penggunaan senjata tajam yang menyebabkan korban terluka. Barang bukti yang ditemukan meliputi dua pisau, yang diduga digunakan untuk menganiaya pegawai hotel di wilayah Buleleng.

Menurut Budi, polisi sedang menyelidiki motif dan latar belakang aksi tersebut. “Modus operandi pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis pisau hingga menyebabkan korban terluka di wilayah Buleleng,” papar Budi. Keterangan ini memberikan gambaran bahwa pelaku telah merencanakan tindakan tersebut secara matang sebelum melakukan kejahatan.

Deteksi Awal dan Penyisiran Terarah

Sebelum menangkap AM, petugas kepolisian telah melakukan penyisiran terhadap area sekitar dermaga pelabuhan. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan pelaku tidak melarikan diri ke wilayah lain. Polres Buleleng menyebar informasi ke Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk untuk memperkuat koordinasi dalam pengejaran.

Dari hasil penyisiran, petugas menemukan mobil Suzuki Fronx yang dicurigai sebagai sarana pelaku kabur. Setelah melakukan pemeriksaan, mereka menemukan AM di dalam kendaraan tersebut. Penangkapan ini dilakukan tanpa ada perlawanan dari pelaku, meski terduga masih mencoba menghindari tanggung jawab. Polisi menyatakan bahwa AM tidak langsung ditahan, tetapi diberi waktu untuk menjelaskan perbuatannya.

Kepolisian mengungkapkan bahwa barang bukti yang ditemukan berupa dua pisau berada di dalam mobil yang sama. Alat-alat tersebut menjadi bukti kuat bahwa aksi penganiayaan telah terjadi di wilayah Buleleng. Dengan ditemukan pisau, polisi bisa menyimpulkan bahwa pelaku menggunakan senjata tajam untuk menyerang korban.

Koordinasi Tim dan Penyelidikan Lanjutan

Sebagai bagian dari tindak lanjut kasus, Kasi Humas Polres Jembrana memberikan penjelasan bahwa koordinasi antarpolisi telah berjalan lancar. Pihaknya menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui detail lengkap kejadian dan penyebabnya. “Kami masih mengejar semua aspek untuk memastikan adanya kelengkapan bukti,” tambah Budi.

Pelaku diwawancarai lebih lanjut oleh petugas untuk memperoleh keterangan mengenai peristiwa yang terjadi. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban untuk memperkuat peristiwa tersebut. Dari sumber informasi, diketahui bahwa korban menderita luka serius akibat tusukan pisau yang dilakukan oleh AM.

Dalam penyelidikan, polisi juga menggali kemungkinan terduga pelaku memiliki niat jahat sebelumnya. Karena lokasi kejadian berada di wilayah Buleleng, kepolisian mengambil langkah-langkah cepat untuk mencegah pelaku kabur ke luar daerah. Penangkapan ini terjadi setelah petugas mengamati gerakan mobil yang mencurigakan sejak beberapa jam sebelumnya.

Pelaku diduga menganiaya pegawai hotel yang bekerja di lokasi tersebut. Meski belum diketahui motif pasti, polisi memperkirakan bahwa aksi ini mungkin terjadi akibat konflik pribadi atau perbuatan spontan. Dengan menemukan pisau, petugas bisa memastikan bahwa aksi kekerasan tersebut dilakukan dengan sengaja.

Latar Belakang dan Tindak Lanjut Kasus

Pelaku, AM, adalah warga negara Inggris yang diperkirakan berada di Bali untuk tujuan wisata atau bisnis. Polisi masih mengejar informasi mengenai latar belakang pelaku dan apakah ada yang terkait dengan kasus serupa di wilayah lain. Dengan ditangkapnya AM, kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi lebih lanjut terkait keamanan di daerah wisata.

Menurut Budi, petugas berharap proses penyelidikan ini bisa berjalan cepat untuk memberikan kejelasan kepada publik. “Kami berupaya menyelesaikan kasus ini dalam waktu singkat agar korban dan masyarakat merasa tenang,” imbuhnya. Selain itu, pihak kepolisian juga mengevaluasi sistem pengawasan di pelabuhan untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Dalam upaya pencegahan, Polres Buleleng melakukan peningkatan pengawasan terhadap para pelancong asing. Sementara itu, Kasi Humas menyatakan bahwa AM masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui detail lengkap kejadian. Polisi juga mengecek kondisi korban dan mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memperkuat kasus.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan warga negara asing. Dengan kejadian seperti ini, kepolisian di Bali terus meningkatkan kewaspadaan terhadap para pengunjung yang berasal dari luar negeri. Penangkapan AM menunjukkan bahwa polisi mampu menangkap pelaku kekerasan meskipun berusaha melarikan diri ke pulau Jawa.

Dalam penjelasannya, Budi juga menyebutkan bahwa proses penangkapan berjalan lancar karena adanya koordinasi yang baik antarpolisi. “Tindakan ini bisa terjadi karena kesigapan petugas dan kejelian dalam mengamati pergerakan pelaku,” lanjut Budi. Penangkapan AM menjadi contoh bagaimana polisi bisa mengatasi kejadian kekerasan di daerah wisata dengan cepat dan profesional.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan AM akan diperiksa lebih lanjut untuk ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindakan kejahatan yang bisa terjadi di tempat-tempat umum, terutama di area yang sering dikunjungi wisatawan asing.

Baca selengkapnya di sini. (aik/aik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *