Key Issue: Yang Tak Biasa di Lelang Kejaksaan: ‘Kursi Firaun’ hingga Minyak Mentah
Key Issue: Lelang Kejaksaan Umum Unik dengan ‘Kursi Firaun’ dan Minyak Mentah
Key Issue – Lelang Kejaksaan Umum (BPA) menjadi momen penting dalam upaya mengembalikan aset rampasan ke kekayaan negara. Salah satu item menarik dalam lelang ini adalah replika kursi Firaun dan minyak mentah dari kapal tanker Iran. Key Issue ini menunjukkan keberagaman benda yang dilelang, dari barang seni hingga komoditas energi. BPA Fair 2026 diadakan untuk memperlihatkan seluruh aset yang telah disita, termasuk beberapa item unik yang menarik perhatian.
Replika Kursi Firaun: Simbol Kekayaan Sejarah
Replika kursi Firaun, atau “King Tutankhamen’s Egyptian Throne Chair Replica,” adalah salah satu Key Issue yang paling mencolok. Harga batas untuk item ini mencapai Rp 43.917.000, dengan peserta diminta menyetor uang jaminan Rp 9 juta. Penawaran terbuka secara daring selama dua minggu, dari Selasa (12/5) hingga Kamis (21/5), menjadikan Key Issue ini sebagai perhatian utama dalam acara.
“Miniatur singgasana Raja Firaun dari Mesir,” tulis situs BPA.
Barang tersebut disita dari terpidana kasus korupsi ASABRI, Jimmy Sutopo. Kursi berwarna kuning keemasan dengan ukiran Mesir yang menyerupai relief makam Firaun dan desain kepala singa di bagian lengan. Dua kursi dipajang di area pameran, menarik minat banyak pengunjung yang terkesan dengan Key Issue ini.
Patung Kapal Naga Jade: Benda Bersejarah dengan Harga Tinggi
Barang lain yang menjadi Key Issue dalam lelang adalah patung kapal naga jade, atau “Carved Jade Ship Dragon Ancient Chinese.” Harga batas item ini mencapai Rp 194.576.000, menunjukkan nilai seni tradisional Tiongkok yang tinggi. Key Issue ini mencerminkan upaya BPA untuk memperkenalkan aset bersejarah yang memiliki nilai ekonomi.
“Miniatur kapal dari batu giok,” demikian keterangan di situs BPA.
Kepala BPA Kejaksaan, Kuntadi, menjelaskan bahwa seluruh barang dilelang telah dinilai oleh ahli. Key Issue ini tidak hanya memperlihatkan aset rampasan, tetapi juga memastikan transparansi dan kepastian hukum bagi pemenang lelang.
Lukisan Emas Korea Selatan: Karya Artistik yang Menjadi Pilihan
Salah satu Key Issue yang menarik dalam lelang ini adalah karya seni dari Korea Selatan, khususnya lukisan berbahan emas karya Kim Tae Il. Harga batas per lukisan berkisar antara Rp 1,3 miliar hingga Rp 8,7 miliar. Key Issue ini menunjukkan peningkatan kualitas benda yang dilelang, dari benda-benda bersejarah hingga karya seni modern.
“Penyajian lelang dirancang agar barang-barang ini dianggap sebagai karya seni, bukan hanya benda biasa,” tambah Kuntadi kepada wartawan.
Konteks Key Issue ini juga mencakup aset rampasan lainnya dari Jimmy Sutopo, seperti alat musik dan patung. Proses lelang menunjukkan inisiatif Kejagung untuk mengoptimalkan nilai aset yang telah disita.
Minyak Mentah Lelang Rp 900 Miliar: Langkah Strategis BPA
Salah satu Key Issue terbesar dalam acara ini adalah minyak mentah dari kapal tanker MT Arman 114 yang berbendera Iran. Minyak tersebut sebanyak 1,2 juta barel, dengan nilai transaksi mencapai Rp 900 miliar. Key Issue ini dianggap sebagai keberhasilan lelang, terutama karena kenaikan harga minyak global.
Kuntadi menjelaskan bahwa nilai batas awal minyak adalah Rp 800 miliar, namun akhirnya laku di angka Rp 900 miliar. “Crude oil adalah Key Issue terfantastis dalam lelang ini, karena keberhasilan penjualan menunjukkan minat pembeli yang tinggi,” katanya.
Minyak tersebut dibeli oleh Pertamina Patra Niaga, menunjukkan dukungan perusahaan energi nasional terhadap kegiatan pemerintah. Kapal MT Arman 114 sebelumnya diamankan oleh Bakamla di perairan Natuna, Kepri.
Strategi Lelang Terpisah: Fokus pada Minyak Mentah dan Kapal
Lelang minyak mentah awalnya dijadwalkan bersamaan dengan kapal MT Arman 114, dengan nilai batas gabungan Rp 1,1 triliun. Namun, Key Issue terkait minyak lebih menarik minat karena fluktuasi harga global. Dalam lelang terpisah, minyak laku di Rp 900 miliar, sementara kapal masih menunggu pembeli dengan nilai batas sekitar Rp 200 miliar.
“Kami memisahkan item karena minyak lebih menarik. Key Issue ini juga memperlihatkan adaptasi BPA terhadap dinamika pasar,” jelas Kuntadi. Kapal tanker yang disita masih menjadi bagian dari Key Issue yang menarik, meski harga batas lebih rendah dibandingkan nilai minyak.
