Sport Center di Semarang Kebakaran – 2 Orang Alami Luka Bakar

Sport Center di Semarang Kebakaran, 2 Orang Alami Luka Bakar

Sport Center di Semarang Kebakaran – Kebakaran yang mengguncang komunitas di Semarang terjadi pada Senin (4/5/2026), saat salah satu pusat kebugaran atau Sport Center di kota tersebut mengalami kebakaran yang memakan korban. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius karena lokasi yang strategis dan jumlah pengunjung yang terkadang berada di area dalam gedung saat api mulai membesar. Dalam kejadian ini, dua dari lima korban yang berhasil dievakuasi mengalami luka bakar, sementara tiga orang lainnya diduga hanya mengalami cedera ringan.

Evakuasi Korban dan Penanganan Medis

Proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim medis dan petugas kebakaran. Unit ambulans RS Samsoe Hidajat serta beberapa kendaraan lain terlibat dalam mengangkut korban ke tempat perawatan. Sopir ambulans, Pratama, menjelaskan bahwa lima orang korban ditemukan dalam kondisi berbeda. “Total korban kita ada lima, dua di antaranya langsung diberi perlakuan medis di tempat kejadian, sementara tiga lainnya diarahkan ke fasilitas kesehatan berbeda,” ujarnya dilansir detikJateng, Senin (4/5/2026).

“Kebakaran di Sport Center Semarang membuat situasi di sekitar kompleks menjadi panik, tapi kita berhasil menyelamatkan seluruh korban,” kata Pratama. Selain itu, ia menambahkan bahwa pengunjung yang tidak terluka turut membantu dalam mengamankan barang-barang milik mereka.

Dalam operasi evakuasi, tim medis harus menghadapi tantangan ekstra karena beberapa korban berada di lantai tiga, yang perlu diangkat ke balkon untuk menjaga keamanan. “Yang dievakuasi dari lantai tiga langsung dibawa ke balkon karena menghindari risiko penyebaran api ke lantai bawah,” terangnya. Sementara itu, korban yang ditemukan di lantai bawah mengalami kondisi lebih parah akibat terpapar asap berbahaya yang memicu gangguan pernapasan.

Penyebab Kebakaran dan Sumber Api

Menurut Kombes Heri Wahyudi, Kapolrestabes Semarang, penyelidikan sedang berjalan untuk mengetahui penyebab kebakaran di Sport Center Semarang. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa api mungkin berasal dari bagian lantai satu gedung, khususnya area videotron yang sedang diperbaiki oleh seorang teknisi. “Sumber api kemungkinan dari videotron yang rusak di lantai satu, yang berdampak pada area lantai atas,” jelas Kombes Heri. Meski penyebab pasti belum diketahui, ada indikasi bahwa kebakaran berawal dari sumber yang kecil namun cepat membesar.

“Luka bakar yang terjadi bukan hanya karena kontak langsung dengan api, tapi juga karena asap yang mengandung partikel berbahaya,” tambah Kombes Heri. Ia menambahkan bahwa korban yang mengalami luka parah sebagian besar adalah pengunjung yang tidak sempat melarikan diri sebelum api meluas.

Sementara itu, teknisi yang sedang melakukan perbaikan videotron di gereja dalam kompleks Sport Center menjadi korban yang tertangkap dalam situasi memengaruhi seluruh area gedung. “Ia sedang bekerja di lantai satu saat kebakaran terjadi, kemungkinan besar kecelakaan tersebut terjadi karena kesalahan dalam mengoperasikan perangkat elektronik,” terang Kombes Heri. Polisi menilai kebakaran berpotensi berdampak luas jika tidak segera dikendalikan.

Kondisi Korban dan Pertolongan Pertama

Dalam penjelasan lebih lanjut, petugas medis menyatakan bahwa luka bakar pada korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga serius. Dua orang yang langsung diperiksa oleh RS Samsoe Hidajat mengalami luka bakar di area tubuh, sementara satu korban lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap yang mengandung partikel berbahaya. “Kondisi korban stabil, tapi mereka masih memerlukan perawatan intensif,” kata dokter di tempat kejadian.

“Kebakaran di Sport Center Semarang menunjukkan pentingnya kesadaran akan keamanan di ruang terbuka seperti pusat kebugaran,” ungkap dokter. Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa selain korban yang terluka, terdapat sejumlah pengunjung yang mengalami kepanikan dan berlarian ke luar gedung.

Salah satu korban yang mengalami luka bakar setelah keluar dari gedung dan kembali masuk menyebabkan luka yang lebih parah. “Korban tersebut mungkin tidak menyadari risiko yang ada, sehingga menerobos api untuk mencari keluar,” katanya. Sementara itu, Kombes Heri Wahyudi menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan memastikan tidak ada korban tambahan.

Dalam usaha menemukan penyebab pasti kebakaran di Sport Center Semarang, tim investigasi juga memeriksa kondisi peralatan elektronik di lantai satu, termasuk videotron yang sedang diperbaiki. Pihak kepolisian menilai bahwa kebakaran ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kebugaran yang sering digunakan. “Kebakaran di Sport Center Semarang perlu dianalisis secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” lanjut Kombes Heri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *