News

Atraksi Sembur Api di Purwakarta Berakhir Tragis – Peserta Pawai Obor Alami Luka Bakar di Wajah

Atraksi Sembur Api di Purwakarta Berakhir Tragis, Peserta Pawai Obor Alami Luka Bakar di Wajah Atraksi Sembur Api di Purwakarta Berakhir - Sebuah insiden

Desk News
Published Juni 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Atraksi Sembur Api di Purwakarta Berakhir Tragis, Peserta Pawai Obor Alami Luka Bakar di Wajah

Atraksi Sembur Api di Purwakarta Berakhir – Sebuah insiden kebakaran terjadi pada acara pawai obor yang merayakan Tahun Baru 1448 Hijriah di Purwakarta, Senin (15/6/2026) malam. Acara yang dihadiri ribuan peserta berakhir dengan kejadian yang menimbulkan kekhawatiran. Salah satu peserta, yang berusia 35 tahun, mengalami luka bakar serius di area wajah saat melakukan aksi sembur api sebagai bagian dari perayaan. Kebakaran tersebut muncul tiba-tiba, mengganggu keamanan dan menghiasi perayaan dengan kejadian tak terduga.

Korban: Aksi Hanya untuk Memeriahkan

Korban, yang dikenal sebagai Wawan, menjelaskan bahwa atraksi sembur api yang ia lakukan bukanlah bagian dari pertunjukan profesional, melainkan upaya memeriahkan suasana. Saat diwawancara di Ruang Perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, Purwakarta, Selasa (16/6/2026), ia menyatakan, “

Ini hanya untuk memeriahkan, bukan ahli akrobat atau apa. Itu istilahnya keberanian kita.

” Menurut Wawan, aksi tersebut dilakukan berdasarkan kepercayaan diri dan pengalaman pribadinya dalam menghadapi api selama beberapa tahun terakhir.

Dalam perayaan Tahun Baru Hijriah, peserta pawai obor biasanya diberikan alat sembur api untuk menambah kesan dramatis. Wawan mengungkapkan, meskipun ia sering kali melakukan atraksi serupa, ia tidak merasa memiliki keahlian khusus. “Saya cuma ikut-ikutan saja. Saya berharap semuanya aman, tapi malangnya hari ini terjadi seperti ini,” ujarnya sambil menunjukkan luka bakar yang menutupi sebagian wajahnya.

Detail Kebakaran dan Dampaknya

Insiden terjadi saat atraksi sembur api sedang berlangsung di tengah keramaian. Api yang diembuskan oleh peserta terkadang menyebar ke area sekitar, terutama saat angin berembun. Wawan mengatakan, ia mengalami luka saat salah satu semburan api mengenai wajahnya secara tak terduga. “Api muncul dari samping, saya tidak sempat menghindar. Rasanya seperti terkena serpihan kembang api yang meledak,” jelasnya.

Menurut petugas medis di RSUD Bayu Asih, luka bakar yang dialami Wawan mengenai bagian wajah dan dahi. Kondisi korban stabil, namun ia membutuhkan perawatan intensif. “Luka di wajah cukup parah, tapi tidak mengancam nyawanya. Kami sedang memberikan perawatan luka dan memantau kondisi lebih lanjut,” kata seorang perawat yang menemani Wawan di ruang perawatan.

Penyebab dan Upaya Pencegahan

Para peserta pawai obor mengatakan, alat sembur api yang digunakan berisi minyak tanah. Meski mudah ditemukan di sekitar tempat, bahan bakar ini bisa membahayakan jika tidak digunakan dengan hati-hati. Wawan mengakui, ia tidak memiliki perlengkapan pelindung khusus seperti topi api atau kacamata pelindung. “Saya hanya bawa semprotan dan minyak tanah. Mungkin kurang persiapan, tapi saya pikir semua orang merasa aman.”

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, insiden terjadi akibat kesalahan penggunaan alat sembur api. Minyak tanah yang semprotan tidak terkendali menyalakannya, sehingga api merambat ke bagian wajah Wawan. Kepolisian setempat menegaskan, kejadian tersebut tidak disengaja dan sedang menyelidiki pemicunya lebih lanjut. “Kami sedang mengecek kondisi alat dan memastikan tidak ada kesalahan operasional dari peserta,” kata Kapolsek Purwakarta, Iptu Rudi, saat diwawancara.

Sejumlah warga setempat menyampaikan kekecewaan atas kejadian tersebut. Mereka berharap penyelenggara acara memperhatikan keamanan peserta, terutama sebelum aksi sembur api dimulai. “Kami selama ini rutin ikut pawai, tapi ini pertama kalinya ada kecelakaan. Harusnya ada pemeriksaan alat sebelum digunakan,” keluh seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Proses Pemulihan dan Kebutuhan Edukasi

Setelah insiden, para peserta dan panitia berupaya untuk menenangkan situasi. Pasien seperti Wawan diberikan pengobatan dan observasi selama beberapa jam. Dokter mengatakan, luka bakar ringan hingga sedang bisa disembuhkan jika diperhatikan secara tepat. “Kami meminta korban untuk menjaga kesehatan dan tidak terburu-buru dalam proses pemulihan,” tambahnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran keamanan saat mengikuti kegiatan yang melibatkan api. Wawan menyarankan, untuk acara semacam ini sebaiknya diikuti oleh para ahli atau dilengkapi dengan alat perlindungan yang memadai. “Kalau ada bahan bakar yang lebih aman, atau petugas yang memantau, mungkin tidak terjadi seperti ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihak penyelenggara mengakui ada kekurangan dalam persiapan. Mereka menyatakan, akan memperbaiki langkah-langkah pencegahan di masa depan. “Kami sedang menyusun rencana lebih baik, termasuk memberikan pelatihan keselamatan bagi peserta,” kata Ketua Panitia Pawai Obor, Asep. Ia juga mengungkapkan, kejadian ini tidak mengurangi semangat masyarakat dalam memeriahkan perayaan.

Respon dari Masyarakat dan Media

Insiden kebakaran ini langsung menjadi sorotan media setempat dan warga Purwakarta. Beberapa video yang diunggah ke media sosial menunjukkan momen Wawan mengalami luka bakar, memicu rasa prihatin di kalangan masyarakat. “Saya terkejut melihat korban. Saya rasa dia sangat berani untuk mengikuti acara ini,” kata seorang netizen yang membagikan video kejadian tersebut.

Sejumlah warga mengusulkan adanya pengawasan lebih ketat dari pihak penyelenggara, terutama terhadap peserta yang melakukan atraksi sembur api. “Jika ada alat yang tidak terkendali, bisa menimbulkan bahaya. Harus ada pemeriksaan awal dan bimbingan langsung dari petugas,” kata salah satu warga yang terlibat dalam acara tersebut.

Menurut Asep, penanggung jawab acara, kejadian ini terjadi karena ketidaktahuan peserta terhadap penggunaan alat sembur api. Ia menambahkan, akan memberikan pelatihan tentang cara mengendalikan api dan meminimalkan risiko. “Kami juga berencana mengganti semprotan minyak tanah dengan bahan yang lebih aman, seperti gas yang tidak mudah terbakar,” ujarnya.

Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Purwakarta. Meski aksi sembur api merupakan bagian dari tradisi, kejadian yang terjadi menunjukkan bahwa kehati-hatian tetap diperlukan. Wawan, sebagai korban, berharap kejadian serupa tidak terulang. “Saya hanya ingin semua orang bisa aman dan nyaman saat ikut pawai obor. Jangan sampai ada yang terluka lagi,” pungkasnya dengan wajah pucat tapi masih tegar.

Leave a Comment