Pelajar 15 Tahun yang Hilang di Lembah Tengkorak Berhasil Dievakuasi
Penemuan Berhasil Setelah Dua Hari Pencarian Intensif
Key Strategy – Seorang remaja berusia 15 tahun, Azhar Nursyekha Kamal, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah hilang di jalur pendakian kawasan Lembah Tengkorak, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Penemuan tersebut terjadi pada hari kedua operasi pencarian, Rabu, 24 Juni 2026, di area perkebunan yang berada sekitar empat kilometer dari lokasi terakhir yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban. Meski terdapat tantangan seperti medan yang curam dan cuaca yang tidak menentu, tim SAR berhasil mempersempit area pencarian dengan kecepatan tinggi.
Koordinasi Antar Tim SAR dan Relawan
Operasi pencarian yang dimulai Senin, 22 Juni 2026, melibatkan 74 personel gabungan dari berbagai unit SAR, termasuk Polri, TNI, dan organisasi penyelamat lokal. Sebelum memulai penyisiran, tim SAR melakukan briefing untuk membagi tugas ke tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang dikoordinasikan secara terstruktur. Setiap SRU bertugas menyisir sektor yang berbeda, dengan fokus pada jalur pendakian yang berpotensi rawan.
Pengembaraan dan Penemuan oleh Warga
Proses pencarian berjalan sengit sejak hari pertama, dengan tim melakukan survei dan pemeriksaan terhadap area yang diduga menjadi tempat Azhar tersesat. Pada pukul 08.00 WIB, korban ditemukan oleh seorang warga bernama Hanli yang sedang berada di Desa Sukasari, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Tidak hanya menyisir jalur pendakian, tim juga mengumpulkan informasi dari masyarakat setempat untuk mempercepat pencarian.
Area perkebunan di mana Azhar ditemukan menjadi titik klimaks dari operasi tersebut. Wilayah itu terletak di luar area yang awalnya diketahui, sehingga membutuhkan penjelajahan ekstra. Hanli, yang sedang melaksanakan aktivitas pertanian, terkejut menemukan korban yang terlihat lelah dan sedikit terluka. Sebelumnya, Azhar dikabarkan hilang setelah melakukan pendakian tanpa menginformasikan rencananya ke keluarga atau pengelola jalur.
Langkah Evakuasi dan Penanganan Medis
Saat Azhar ditemukan, kondisinya masih stabil meski mengalami kelelahan. Tim SAR langsung melakukan prosedur evakuasi untuk mengangkat korban dari lokasi. Selama perjalanan ke Posko SAR Gabungan, korban diberi perawatan dasar oleh petugas medis yang menemani. Setelah tiba di posko, Azhar menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada cedera serius.
Evakuasi berjalan lancar, dengan bantuan dari sejumlah warga dan relawan yang turut serta. Dalam komunikasi terpisah, petugas menyampaikan bahwa Azhar berada di wilayah yang cukup jauh dari titik keberangkatan, sehingga butuh waktu lebih lama untuk mengantarkan korban ke titik aman. Kebutuhan fasilitas medis pun menjadi prioritas setelah korban ditemukan.
Keterangan dari Kepala Kantor SAR Bandung
“Alhamdulillah, survivor atas nama Azhar Nursyekha Kamal berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, masyarakat setempat, serta keluarga yang telah bekerja sama selama proses pencarian. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak yang terlibat,” ujar Ade Dian Permana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, dalam keterangan tertulis, Rabu sore.
Ade Dian Permana menekankan peran penting masyarakat dalam membantu proses penyelidikan. Berbagai informasi yang diberikan oleh warga, termasuk petunjuk tentang aktivitas Azhar di wilayah Sukasari, menjadi katalisator dalam menemukan korban. Selain itu, komunikasi yang baik antara tim SAR dan pemangku kepentingan mempercepat respons darurat.
Imbauan Keselamatan untuk Pendaki
Dalam keterangannya, Ade Dian Permana juga memberikan pesan penting kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian. Ia menyarankan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, seperti memastikan peralatan pendakian lengkap, mengenali jalur yang ditempuh, dan memberi tahu keluarga tentang rencana perjalanan. “Setiap pendaki wajib mempersiapkan diri sebaik mungkin karena kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja,” tambahnya.
Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah pencegahan setelah kejadian yang menimpa Azhar. Ade menyoroti pentingnya kesadaran akan risiko di alam terbuka, terutama di daerah yang memiliki karakteristik geografis berubah-ubah. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan evakuasi ini tidak terlepas dari kerja sama antar tim SAR yang berkomitmen untuk menyelamatkan nyawa.
Penutupan Operasi SAR dan Kembalinya Tim
Dengan penemuan Azhar, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 12.10 WIB. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing sebagai tanda usai dilaksanakannya tugas penyelamatan. Proses ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara pihak berwenang dan komunitas lokal dalam menghadapi situasi darurat.
Kasus hilangnya Azhar Nursyekha Kamal menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat. Dalam wawancara dengan media, Ade Dian Permana menyampaikan harapan bahwa kejadian serupa tidak terulang, seiring tingkat kesadaran akan keselamatan dalam aktivitas pendakian. “Kami terus meningkatkan
