Prancis Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi, Bandung Masuk Wilayah Prioritas
Strategi Baru dalam Penguatan Hubungan Bilateral
Latest Program – Pikiran Rakyat – Dalam upaya memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya daerah Jawa Barat, Prancis menekankan fokus pada bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam strategi kemitraan bilateral antara kedua negara. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, selama kunjungan media ke Kantor Pikiran Rakyat di Bandung, Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam wawancara, Penone menjelaskan bahwa hubungan antara Prancis dan Indonesia kini memasuki fase baru setelah kedua belah pihak meningkatkan kerja sama menjadi Comprehensive Strategic Partnership, atau Kemitraan Strategis Komprehensif. “Kami telah meningkatkan hubungan tersebut menjadi tingkat yang lebih dalam, yaitu Kemitraan Strategis Komprehensif. Ini menunjukkan pentingnya kemitraan antara Indonesia dan Prancis yang terus berkembang,” kata Penone.
“Kemitraan ini tidak hanya mencakup aspek diplomatik, tetapi juga melibatkan kerja sama yang lebih konkrit di bidang pendidikan, inovasi, dan penelitian,” tambah Penone dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan bahwa Bandung dianggap sebagai pusat kegiatan yang strategis karena memiliki infrastruktur dan sumber daya yang mendukung kolaborasi antara institusi pendidikan, lembaga riset, dan sektor industri.
Komitmen Prancis untuk memperkuat kemitraan bilateral dengan Indonesia tampak jelas dari berbagai inisiatif yang telah diusulkan. Salah satu contoh adalah peningkatan kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi, termasuk pertukaran pelajar dan peneliti, serta program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Duta Besar Penone menyebutkan bahwa Prancis ingin memanfaatkan potensi Bandung sebagai kota yang memiliki sejumlah universitas ternama serta lembaga riset berpengaruh.
Menurut Penone, kota Bandung juga memiliki keunggulan dalam bidang teknologi dan inovasi. “Kami melihat Bandung sebagai salah satu kota yang memiliki ekosistem kreatif yang solid, sehingga menjadi target utama untuk kolaborasi,” jelasnya. Dalam konteks ini, Prancis berharap dapat melibatkan kampus-kampus di Bandung dalam proyek penelitian bersama, khususnya yang berfokus pada isu-isu global seperti perubahan iklim, energi terbarukan, dan pemanfaatan digital.
Kerja sama di bidang riset dan inovasi tidak hanya sebatas pada pendidikan, tetapi juga mencakup program penelitian yang diinisiasi oleh pemerintah daerah serta lembaga swasta. Penone menyebutkan bahwa Prancis telah melakukan evaluasi terhadap berbagai potensi yang ada di Bandung dan menemukan bahwa kota tersebut memiliki basis peneliti yang berkualitas serta kebutuhan akan pendanaan yang tinggi. “Kami akan berupaya memberikan dukungan finansial dan teknis untuk mempercepat proses pengembangan riset lokal,” tambah Duta Besar tersebut.
Sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif, Prancis juga berencana meningkatkan pertukaran budaya antara dua negara. Penone menjelaskan bahwa budaya merupakan salah satu aspek yang tidak boleh dipisahkan dari upaya penguatan hubungan bilateral. “Kami percaya bahwa pertukaran budaya dapat mempererat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama antarbangsa,” katanya. Ia menambahkan bahwa Bandung memiliki keunikan sebagai pusat budaya dan seni yang bisa menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai Prancis kepada masyarakat Indonesia.
Dalam kunjungan media ke Bandung, Penone juga menyoroti pentingnya inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Inovasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan masa depan, dan Prancis ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan kreatif di Indonesia,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Prancis telah melakukan kerja sama dengan berbagai institusi di Indonesia untuk mengembangkan program pengembangan inovasi, termasuk pendanaan untuk startup lokal dan pelatihan pengusaha muda.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kota Bandung dan wilayah Jawa Barat secara keseluruhan. Penone menyatakan bahwa Prancis akan terus mengevaluasi hasil kerja sama yang telah dilakukan, termasuk dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kemitraan ini akan menjadi fondasi untuk pembangunan yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan dan riset,” tambahnya.
Dalam wawancara, Penone juga mengungkapkan bahwa Bandung telah memenuhi kriteria sebagai wilayah prioritas karena keberhasilannya dalam menarik investasi asing dan menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kota ini memiliki keunggulan dalam aspek ekonomi dan lingkungan, sehingga menjadi lokasi yang ideal untuk kolaborasi antara Indonesia dan Prancis,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Bandung dalam berbagai bidang akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengembangkan kerja sama internasional.
Penone berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya dalam hal pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia. “Kami ingin memastikan bahwa program-program yang kami luncurkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup warga Bandung,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa Prancis akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk memastikan proyek-proyek yang diusulkan dapat terealisasi secara maksimal.
Kemitraan antara Prancis dan Indonesia tidak hanya diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pendidikan dan riset, tetapi juga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi serta inovasi di Indonesia. Penone menekankan bahwa Prancis akan terus memperluas kerja sama dalam bidang ini, termasuk dengan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal dalam proyek penelitian dan pengembangan teknologi. “Kami berharap dapat menciptakan ruang yang lebih luas bagi kolaborasi antara Prancis dan Indonesia, terutama di kota Bandung,” pungkas Duta Besar tersebut.
