News

Mahasiswa Univeritas Trisakti Geruduk Gedung DPR – Bawa Tiga Tuntutan

Demo Mahasiswa Trisakti dan Sekolah Kedinasan di Depan Gedung DPR Protes Massa Menggelegar di Senayan Mahasiswa Univeritas Trisakti Geruduk Gedung DPR

Desk News
Published Juni 19, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Demo Mahasiswa Trisakti dan Sekolah Kedinasan di Depan Gedung DPR

Protes Massa Menggelegar di Senayan

Mahasiswa Univeritas Trisakti Geruduk Gedung DPR – Sejumlah ratusan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan, termasuk Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Mercu Buana, berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan, Jakarta, pada Jumat, 19 Juni 2026. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini berlangsung dengan tertib meski menarik perhatian banyak orang. Demonstrasi tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya untuk menyuarakan kepentingan akademik dan sosial yang menurut peserta aksi belum terpenuhi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam aksi ini, peserta tidak hanya terdiri dari mahasiswa Trisakti, tetapi juga bergabung dengan elemen dari universitas lain seperti Esa Unggul dan Mercu Buana. Kesatuan antar kelompok ini diharapkan mampu memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Aksi berjalan terstruktur, dengan massa silih bergantian menyampaikan pernyataan melalui berbagai platform organisasi yang terlibat.

Tiga Tuntutan Utama

Aksi demonstrasi kali ini menyoroti tiga tuntutan utama yang dianggap mendasar oleh peserta. Pertama, tuntutan terkait peningkatan dana pendidikan bagi institusi kampus yang mengalami krisis keuangan. Kedua, permintaan reformasi sistem pengambilan kebijakan yang lebih transparan dan inklusif. Ketiga, upaya untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip kemerdekaan pers di tengah dinamika politik yang dianggap memengaruhi kebebasan media.

Menurut pengurus dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO), tuntutan pertama didasari oleh kesulitan finansial yang dialami banyak fakultas. “Kami mendengar bahwa beberapa proyek penelitian dan pembelajaran terpaksa dipotong karena defisit anggaran,” ujar salah satu perwakilan organisasi tersebut. Di sisi lain, tuntutan kedua menyoroti keputusan politik yang dinilai tidak lagi mengutamakan aspirasi masyarakat, terutama dalam hal pemerataan pendidikan.

Proses Aksi yang Berlangsung

Demo dimulai dengan pembacaan naskah yang disiapkan oleh para pengurus. Aksi ini diikuti oleh sejumlah ribuan orang yang bergabung dari berbagai latar belakang. Massa menyuarakan keinginan mereka melalui pawai dan pemberitaan langsung. Beberapa peserta juga menampilkan poster serta baliho yang menegaskan isu utama mereka. Rencananya, aksi ini akan berlangsung hingga malam hari untuk memastikan seluruh aspirasi terdengar.

Menurut pengamatan dari media lokal, tuntutan ketiga terkait kemerdekaan pers menimbulkan perdebatan lebih luas. “Pemutusan kebebasan media oleh pihak tertentu mengakibatkan kesenjangan informasi bagi publik,” kata seorang aktivis yang turut serta. Ia menambahkan bahwa isu ini terkait dengan keterlibatan pengurus DPR dalam pengambilan keputusan terkait media.

Respons dari Pihak DPR

Sejumlah anggota DPR yang hadir di lokasi langsung memberikan tanggapan terhadap aksi demo. “Kami sangat menghargai partisipasi mahasiswa dalam menyuarakan kebutuhan mereka. Kami akan mengumpulkan data dan menindaklanjuti setiap tuntutan yang diajukan,” kata seorang wakil rakyat yang ditemui di dekat lokasi aksi. Meski demikian, respons ini dinilai tidak langsung memenuhi harapan massa.

Beberapa pengunjuk rasa juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif legislatif dalam menyusun kebijakan pendidikan. “Kebijakan yang diambil sekarang terasa lebih berat pada akademisi, terutama di tengah inflasi yang melonjak,” ungkap seorang mahasiswa dari Mercu Buana. Ia menambahkan bahwa aksi ini sekaligus menunjukkan adanya kepedulian tinggi terhadap isu pendidikan dan kebebasan berbicara.

Perkembangan Selanjutnya

Pasca aksi, sejumlah mahasiswa menyatakan bahwa mereka berharap ada dialog terbuka antara kampus dan pihak legislatif. “Kami ingin jaminan bahwa keputusan kebijakan tidak hanya diputuskan dari dalam kementerian, tetapi juga melibatkan suara akademisi secara langsung,” jelas seorang koordinator aksi. Aksi ini dianggap sebagai salah satu dari sekian banyak upaya untuk menegakkan kembali keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat.

Di sisi lain, pihak kampus mengungkapkan bahwa mereka sudah mengirimkan surat resmi ke DPR beberapa waktu lalu, tetapi belum ada respons signifikan. “Kami berharap upaya ini bisa menjadi peringatan bagi pihak yang berwenang,” tambah salah satu perwakilan Trisakti. Aksi demo yang berlangsung di Senayan ini juga menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, dengan tagar #MahasiswaTrisakti dan #ReformasiPendidikan menjadi trending topic.

Konteks Sejarah dan Harapan Masa Depan

Demo ini bukanlah aksi pertama yang melibatkan mahasiswa Trisakti. Sebelumnya, organisasi ini telah melakukan aksi serupa dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait isu anggaran dan kebebasan akademik. Menurut seorang mantan anggota PB HMI MPO, aksi kali ini lebih intens karena kekhawatiran tentang pengaruh politik terhadap dunia pendidikan.

Di tengah proses aksi, massa terus menambahkan volume suara mereka. Pemuda-pemuda dari berbagai fakultas berkumpul di sekitar Gedung DPR, menciptakan suasana yang cukup ramai. Banyak peserta aksi juga mengharapkan dukungan dari tokoh masyarakat dan media nasional untuk memperkuat pernyataan mereka. “Kami ingin masyarakat lebih mengerti tentang kebutuhan kami,” ujar seorang peserta yang ditemui di lokasi.

Aksi demonstrasi di Senayan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan suara dari berbagai kalangan mahasiswa. Dengan tuntutan yang jelas dan terstruktur, mereka berharap perubahan nyata bisa terjadi. Meski belum ada penyelesaian pasti, aksi ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat suara generasi muda dalam kebijakan nasional.

Dalam kesimpulannya, para peserta aksi menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan kebijakan pendidikan dan media. “Ini hanya awal dari proses perubahan, kami akan terus berjuang sampai semua tuntutan ter

Leave a Comment