News

Main Agenda: Bandung Zoo Masuk Masa Transisi, Karyawan Tetap Dipertahankan oleh Fauna Land

Bandung Zoo Masuk Masa Transisi, Karyawan Tetap Dipertahankan oleh Fauna Land Proses Peralihan Pengelolaan Berlangsung Secara Bertahap Main Agenda - Pembukaan

Desk News
Published Juni 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Bandung Zoo Masuk Masa Transisi, Karyawan Tetap Dipertahankan oleh Fauna Land

Proses Peralihan Pengelolaan Berlangsung Secara Bertahap

Main Agenda – Pembukaan ulang Kebun Binatang Bandung akan mengalami beberapa tahapan, meskipun Fauna Land Ancol telah resmi ditunjuk sebagai pengelola baru. Pemerintah Kota Bandung kini tengah fokus pada pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak Fauna Land. Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, pembicaraan mengenai PKS telah berlangsung selama dua hari, dengan beberapa poin penting dijajaki secara intensif. “Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kehutanan kemarin, dan kita telah mencapai kesepakatan mengenai keputusan dari panitia lelang,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam perjalanan peralihan ini, Pemkot Bandung berencana membangun nota kesepahaman bersama Kementerian Kehutanan dan Fauna Land Ancol. Tujuan dari langkah tersebut adalah untuk menentukan detail mengenai pengambilalihan biaya operasional dari pemerintah kota ke Fauna Land. Farhan menjelaskan bahwa tahapan ini menuntut komunikasi yang konsisten antara pihak-pihak terkait. “Kita akan menyelesaikan proses yang cukup panjang, termasuk pengajuan izin operasional khusus Lembaga Konservasi Berbadan Hukum,” katanya.

“Pembicaraan mengenai perjanjian kerja sama selama dua hari sedang berlangsung untuk menentukan berbagai poin penting dalam PKS. Nah, saya sudah bicara langsung dengan Menteri Kehutanan kemarin, dan kita bersepakat atas keputusan dari panitia lelang,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Izin operasional yang diberikan kepada Fauna Land akan memerlukan persetujuan dari Kementerian Kehutanan, sementara izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) akan diproses oleh Pemkot Bandung dengan koordinasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Kita akan memastikan bahwa seluruh aspek lingkungan dipenuhi sebelum pihak Fauna Land benar-benar mengambil alih pengelolaan,” tambahnya.

Konservasi dan Penyesuaian Proses Operasional

Sementara itu, Farhan menyebut bahwa pembukaan Kebun Binatang Bandung tidak sepenuhnya ditentukan secara pasti, namun ada kemungkinan untuk dimulai lebih awal selama proses transisi. “Selama tahapan tersebut berlangsung, kita akan mencari berbagai solusi, apakah kawasan tersebut tetap ditutup atau sudah bisa dibuka,” jelasnya. Di sisi lain, pihaknya juga sedang melakukan inventarisasi terhadap satwa-satwa yang masih dititipkan oleh lembaga konservasi lainnya.

“Proses peralihan ini akan melibatkan beberapa langkah teknis, termasuk audit koleksi satwa yang akan didampingi langsung oleh Kementerian Kehutanan. Kita juga akan memastikan bahwa seluruh kebijakan pengelolaan lahan tersebut dijajaki secara matang,” kata Farhan.

Dalam rangka mempercepat proses, Farhan mengungkapkan rencana untuk kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri Kehutanan. “Tujuannya adalah untuk membahas hal-hal teknis lebih lanjut, seperti aspek hukum dan lingkungan dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung,” katanya. Ia menegaskan bahwa transisi ini tidak hanya menyangkut perubahan manajemen, tetapi juga perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan konservasi dan kenyamanan pengunjung.

Keberlanjutan Karyawan dalam Perubahan Pengelolaan

Dalam proses transisi, pemerintah kota menjamin bahwa para karyawan Kebun Binatang Bandung tetap dipertahankan oleh Fauna Land. “Farhan memastikan bahwa karyawan-karyawan tersebut akan tetap diangkat oleh Fauna Land, sementara gaji mereka akan ditanggung oleh Pemkot Bandung hingga akhir Juni,” jelas sumber. Hal ini menjadi perhatian utama dalam upaya mempertahankan stabilitas operasional selama masa transisi.

Menurut informasi, Fauna Land akan mengambil alih tugas-tugas operasional kebun binatang, termasuk pengelolaan fasilitas dan layanan kepada pengunjung. Pemkot Bandung, sebagai pihak yang sebelumnya mengelola tempat tersebut, tetap berperan dalam mengawasi kepatuhan terhadap aturan hukum dan lingkungan. “Kita akan mengawasi proses secara ketat, agar tidak ada kehilangan keuntungan bagi masyarakat atau pengunjung,” tutur Farhan.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Menyelaraskan Langkah

Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi kunci dalam menyelesaikan proses transisi. Pemkot Bandung berupaya memastikan bahwa semua aspek hukum dan lingkungan terpenuhi sebelum Fauna Land benar-benar menjadi pengelola resmi. “Kita akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan seluruh dokumen yang dibutuhkan,” kata Farhan.

Proses pengelolaan yang baru dimulai ini menuntut kehati-hatian, terutama dalam mengakomodasi kewajiban-kewajiban baru yang diberikan kepada Fauna Land. Selain itu, Farhan menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak sosial terhadap karyawan dan masyarakat sekitar. “Peralihan ini bukan hanya soal manajemen, tetapi juga tentang bagaimana kita memastikan bahwa semua pihak tetap merasa diuntungkan,” katanya.

“Kita akan menyelesaikan berbagai tahapan tersebut dengan komunikasi yang baik. Pembicaraan akan terus berlangsung intens, karena hal ini melibatkan banyak aspek yang perlu dijajaki secara detail,” ujar Farhan.

Dengan perjanjian kerja sama yang segera ditandatangani, diharapkan Kebun Binatang Bandung dapat kembali beroperasi secepat mungkin. Namun, Farhan menyatakan bahwa proses ini memerlukan waktu, terutama dalam memenuhi syarat izin operasional dan AMDAL. “Proses ini bisa saja memakan waktu beberapa bulan, tetapi kita optimis bahwa semua kebutuhan akan terpenuhi,” pungkasnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan melanjutkan diskusi teknis untuk menentukan detail persyaratan, termasuk pengaturan biaya operasional. “Kita juga akan menginventarisasi kebutuhan mendasar, seperti kesiapan fasilitas dan tenaga kerja,” tambahnya. Peralihan ini diharapkan tidak mengganggu eksistensi kebun binatang sebagai tempat konservasi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung. Dengan demikian, Bandung Zoo akan tetap menjadi icon kota yang memperkaya pengalaman wisatawan lokal maupun mancanegara.

Leave a Comment