News

Meeting Results: Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Makin Agile, Terus Kikis Silo Birokrasi

Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Makin Agile, Terus Kikis Silo Birokrasi Meeting Results - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai lebih lincah dan responsif dalam

Desk News
Published Juni 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Makin Agile, Terus Kikis Silo Birokrasi

Meeting Results – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai lebih lincah dan responsif dalam menjalankan tugasnya dibandingkan periode sebelumnya, menurut pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah wawancara terkini, ia menyoroti perubahan yang terjadi dalam struktur birokrasi kementerian tersebut, termasuk upaya mengurangi hambatan internal yang selama ini dianggap memperlambat efisiensi. Purbaya menyebut bahwa pengembangan kebijakan dan proses kerja Kemenkeu telah mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam kemampuan adaptasi terhadap tantangan ekonomi dan kebutuhan publik yang semakin dinamis.

Rapat Kerja dengan DPR RI: Fokus pada Reorganisasi Internal

Rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta menjadi momen penting bagi Purbaya untuk menjelaskan transformasi yang tengah berlangsung di Kemenkeu. Ia menanggapi catatan dari anggota dewan yang menyoroti kebutuhan perbaikan dalam sistem birokrasi internal. “Dua tahun lalu, Kemenkeu mungkin belum cukup lincah. Tapi sekarang, saya yakin sudah lebih adaptif,” ujar Purbaya, yang menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya sekadar nama, tetapi refleksi dari pergeseran kultur kerja.

“Pertanyaan Pak Tomi, apakah Kemenkeu sudah agile? Kalau dua tahun lalu, mungkin belum. Tapi sekarang, saya rasa sudah cukup lincah, meski masih ada silo-silo, kita terus berusaha mengurangi itu sebisa mungkin,” kata Purbaya setelah sesi rapat. Ia menegaskan bahwa konsep agility dalam birokrasi bukanlah hal baru, tetapi penerapannya semakin ditekankan dalam menghadapi situasi yang berubah cepat. Menurutnya, adaptasi ini memungkinkan Kemenkeu lebih cepat merespons permintaan dari pemerintah maupun masyarakat.

Transformasi birokrasi Kemenkeu mencakup berbagai inisiatif seperti penggunaan teknologi digital untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan, pengoptimalan komunikasi antar lembaga, dan penghapusan redundansi dalam sistem kerja. Purbaya menyebut bahwa beberapa penyesuaian telah dilakukan untuk menjamin koordinasi yang lebih baik, seperti pembentukan tim khusus yang bertugas menyelaraskan kebijakan antar divisi. “Kita tidak ingin ada pengulangan proses yang sama, karena waktu dan sumber daya itu berharga,” tambahnya.

Dalam konteks reformasi birokrasi, Purbaya menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan pada silo-silo, yaitu struktur yang memisahkan fungsi antar unit sehingga memperlambat aliran informasi. Ia menjelaskan bahwa Kemenkeu telah menerapkan pendekatan integratif, dengan menggabungkan berbagai divisi yang sebelumnya bekerja secara terpisah. “Dengan demikian, kita bisa lebih cepat menyelesaikan tugas-tugas penting, seperti pengelolaan anggaran atau kebijakan fiskal yang fleksibel,” ujar mantan direktur jenderal perpajakan tersebut.

Rapat dengan Komisi XI DPR RI juga menjadi kesempatan untuk mendiskusikan proyeksi kinerja Kemenkeu di masa depan. Purbaya menyebut bahwa kompetensi staf dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan menjadi fokus utama perubahan ini. “Kami terus melatih pegawai agar lebih kreatif dan mampu menangani masalah yang muncul tanpa menunggu instruksi dari tingkat atasan,” katanya. Upaya ini diharapkan bisa memperkuat daya saing Kemenkeu dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

Perubahan Budaya Kerja: Dari Hierarki ke Kolaborasi

Kemenkeu kini berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan kolaboratif, berbeda dari sistem hierarkis yang khas di banyak lembaga pemerintahan. Purbaya mengakui bahwa ada tantangan dalam mengubah pola pikir pegawai, terutama mereka yang telah terbiasa dengan prosedur lama. “Kita harus membangun kepercayaan antar tim, agar tidak ada hambatan internal yang tidak perlu,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya tentang struktur, tetapi juga mindset para pegawai.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pengadopsian sistem digital dalam penyimpanan dan pengelolaan data. Dengan menggunakan platform e-gov, Kemenkeu berharap dapat mempercepat proses transaksi dan meningkatkan transparansi. Purbaya juga menyebut bahwa penerapan teknologi ini menjadi bagian dari kebijakan agile, yang menekankan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat. “Teknologi bukan hanya alat, tapi juga bagian dari budaya kerja modern,” katanya.

Selain itu, Kemenkeu sedang merancang mekanisme evaluasi kinerja yang lebih objektif. Sistem ini akan mengukur efektivitas pegawai berdasarkan hasil nyata, bukan hanya berdasarkan waktu kerja atau jumlah tugas yang diselesaikan. “Kita ingin pegawai bekerja berdasarkan nilai, bukan berdasarkan formalitas,” jelas Purbaya. Ia menambahkan bahwa metrik ini akan diintegrasikan ke dalam pelatihan dan penilaian karyawan.

Kemenkeu: Pionir Reformasi dalam Birokrasi

Purbaya menyebut Kemenkeu sebagai contoh yang bisa diikuti oleh lembaga pemerintahan lain dalam memperbaiki sistem birokrasi. Ia menyoroti bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk memberikan ruang kebijakan yang lebih luas. “Kemenkeu tidak lagi menjadi lembaga yang statis, tapi dinamis dalam menjalankan peran pemerintahan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan ini juga didorong oleh tekanan dari masyarakat yang menuntut pelayanan publik lebih cepat dan lebih baik.

Reformasi birokrasi Kemenkeu tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas. Purbaya menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus melalui proses yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kita tidak ingin ada kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nyata,” katanya. Ia menyebut bahwa pendekatan ini akan diterapkan secara konsisten, baik dalam pengelolaan anggaran maupun pembuatan kebijakan fiskal.

Pembicaraan dalam rapat juga membahas tentang penguatan sistem pengawasan internal. Purbaya menjelaskan bahwa Kemenkeu kini memiliki mekanisme pengawasan yang lebih kuat, dengan menggabungkan berbagai divisi dan memastikan bahwa semua keputusan diambil secara terbuka. “Setiap kebijakan harus melew

Leave a Comment