Pasar Atas Cimahi Dikungkung Sampah, Warga Resah dan Minta Tindakan Tegas dari DLH
Pasar Atas Cimahi Dikungkung Sampah – Pasar Atas, Kota Cimahi, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan karena tumpukan sampah yang membusuk di sekitar kawasan tersebut. Masalah ini telah memicu keluhan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang mengalami gangguan akibat aroma menyengat yang terus-menerus menghiasi udara. Sampah yang menggenapkan ruang di dekat pasar tersebut belum terangkat dalam lebih dari seminggu, mengakibatkan lingkungan menjadi kotor dan tidak nyaman.
Kondisi Sampah yang Mengganggu
Kawasan Pasar Atas, yang sebelumnya menjadi tempat aktivitas ekonomi yang dinamis, kini dihiasi oleh tumpukan sampah yang semakin menggunung. Menurut laporan dari lapangan, pada Kamis (11/6/2026), tumpukan itu terlihat menutupi sebagian besar area pasar, menghambat akses warga dan membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Sampah yang tidak terangkat tersebut, menurut warga, juga memengaruhi pemandangan dan memperparah kekhawatiran tentang risiko kesehatan akibat bau yang semakin membusuk.
“Sampah yang menumpuk ini sudah terlalu lama tidak diangkat. Aroma yang muncul membuat anak-anak sulit bermain di sekitar pasar dan ibu-ibu yang belanja juga merasa tidak nyaman,” ujar Andi, salah satu warga yang tinggal di dekat Pasar Atas.
Keluhan warga ini bukanlah hal baru. Sejak beberapa hari terakhir, sampah yang berserakan di sekitar pasar telah memicu protes dari masyarakat. Warga menganggap DLH sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk menangani masalah ini, namun hingga saat ini belum ada langkah konkret yang dilakukan. Sampah yang menumpuk itu, menurut pengamatan, terdiri dari limbah organik, plastik, serta bahan-bahan lain yang tidak terurai, memperburuk kondisi lingkungan.
Laporan ke DLH dan Tindak Lanjut yang Lambat
Andi mengatakan, persoalan sampah di Pasar Atas sebenarnya telah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata untuk mengangkat sampah yang terus menumpuk. “Kami sudah memberi tahu DLH beberapa kali, tapi sampah tetap ada di sana. Warga kecewa karena belum ada solusi yang cepat,” tambahnya.
Situasi ini menimbulkan dampak yang signifikan, terutama bagi para pedagang yang beroperasi di sekitar pasar. Sejumlah pedagang menyatakan bahwa sampah yang menghimpit area pasar mengganggu proses penjualan dan pelayanan mereka. Selain itu, sampah yang tidak dikelola secara baik juga mengurangi daya tarik kawasan tersebut bagi pengunjung, yang sebelumnya rutin berdatangan untuk berbelanja.
Keluhan dari masyarakat ini sebenarnya tidak hanya tentang aroma yang menyengat, tapi juga tentang kesehatan. Beberapa warga menyebutkan bahwa bau busuk dari sampah yang membusuk sudah memengaruhi kualitas udara, terutama di pagi hari. Anak-anak yang bersekolah di dekat pasar sering kali mengalami sesak napas dan mual akibat paparan aroma tersebut. “Jika sampah terus menumpuk, saya khawatir akan ada penyakit menular yang menyebar di sekitar sini,” kata Ibu Rina, salah satu warga yang tinggal dekat lokasi.
Potensi Dampak Lingkungan
Pengumpulan sampah yang tidak teratur di Pasar Atas juga mengancam ekosistem lokal. Limbah yang tidak terangkat mencemari tanah dan air, serta menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk dan serangga lainnya. Kondisi ini berpotensi memicu penyebaran penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Selain itu, bahan-bahan plastik yang tersisa di sampah bisa mengendap ke sungai yang berdekatan, memengaruhi sumber air bersih masyarakat.
DLH Kota Cimahi, sebagai instansi yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan, seharusnya menjadi penanggung jawab utama dalam menyelesaikan masalah ini. Namun, kecewaan warga mengarah pada pertanyaan tentang kinerja DLH dalam menjalankan tugasnya. “DLH harus lebih cepat tanggap. Jika tidak, sampah ini akan terus memperburuk kondisi lingkungan,” kata Andi.
Keluhan warga tersebut menunjukkan bahwa masalah sampah di Pasar Atas tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga meresahkan seluruh masyarakat sekitar. Beberapa warga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lapangan lebih intensif, serta menerapkan sistem pengumpulan sampah yang lebih terstruktur. “DLH bisa menggandeng warga untuk mengatur pengumpulan sampah, sehingga tidak ada yang terbuang begitu saja,” tambah Ibu Rina.
Di sisi lain, pengguna jalan yang melewati Pasar Atas menyebutkan bahwa masalah sampah ini juga memengaruhi kebersihan kota secara keseluruhan. “Bau yang muncul membuat suasana pasar jadi tidak sehat, terutama saat hari panas. Sampah itu seolah menjadi sumber penyakit,” ujar seorang pengendara motor yang melewati kawasan tersebut.
Kehadiran DLH dalam memberikan tindakan tegas diharapkan mampu menyelesaikan masalah ini secepatnya. Jika tidak, warga akan terus menuntut agar ada perbaikan. “Kami tidak menuntut sampah hilang dalam sehari, tapi setidaknya ada kemajuan,” kata Andi. Tindakan yang diambil oleh DLH juga akan menjadi indikator kemampuan mereka dalam menangani isu lingkungan di Kota Cimahi.
