News

Potret Taman Rp12 di Tanjungpinang – Disulap Jadi Pusat UMKM

ositif sebagai Pusat UMKM Baru Potret Taman Rp12 di Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali mengambil langkah strategis

Desk News
Published Juni 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Taman Rp12 di Tanjungpinang Direspons Positif sebagai Pusat UMKM Baru

Potret Taman Rp12 di Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kembali mengambil langkah strategis dalam mengembangkan kawasan Taman Gurindam 12. Proyek revitalisasi ini menggunakan dana sebesar Rp12 miliar, dengan tujuan memperbarui tampilan kota Tanjungpinang sekaligus mewujudkan ruang publik yang lebih modern dan multifungsi. Pemprov Kepri bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) untuk menata area Zona C hingga Taman Tunjuk Langit. Proses pengerjaan dimulai pada pertengahan Juni 2026, dengan harapan bisa menjadi pusat kegiatan usaha kecil menengah (UMKM) baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Transformasi Ruang Publik yang Menarik Perhatian

Proyek revitalisasi Taman Rp12 bertujuan mengubah fungsi kawasan dari tempat rekreasi tradisional menjadi ruang yang lebih dinamis dan berorientasi ekonomi. Selain memperbaiki infrastruktur, penataan ini juga mencakup penambahan fasilitas untuk mendukung UMKM, seperti tempat parkir, jalur pejalan kaki, dan area perniagaan. Rodi Yantari, Kepala Dinas PUPP Kepri, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya untuk keindahan visual, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik kawasan bagi masyarakat.

“Selain menjadi ruang hijau bagi warga, kawasan ini dirancang menjadi pusat pengembangan usaha mikro kecil menengah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Rodi Yantari.

Dalam penyusunan perencanaan, Pemprov Kepri mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan. Rodi menyebut bahwa desain ruang publik yang diusulkan mengintegrasikan elemen kota hijau dengan fasilitas komersial yang memudahkan pelaku usaha lokal. Dengan tata ruang yang lebih terstruktur, kawasan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi wisatawan dan warga Tanjungpinang, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam pengembangan ekonomi.

Taman Gurindam 12, yang berada di tengah kota Tanjungpinang, dikenal sebagai destinasi favorit bagi penduduk dan pengunjung. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mulai terasa kurang memadai menghadapi tantangan seperti kepadatan pengunjung dan kurangnya ruang untuk aktivitas ekonomi. Revitalisasi ini bertujuan mengatasi masalah tersebut dengan memperluas area perniagaan, membangun bangunan yang bisa difungsikan sebagai pusat UMKM, dan memastikan kenyamanan pengunjung.

Perencanaan yang Terperinci dan Tantangan Awal

Sebelum mulai pengerjaan, Pemprov Kepri melakukan kajian mendalam terkait penggunaan lahan dan kebutuhan masyarakat. Dalam proses ini, berbagai stakeholder seperti pemilik usaha, warga sekitar, dan pengelola tempat ibadah turut dilibatkan untuk memberikan masukan. Rodi Yantari menyebut bahwa rencana revitalisasi ini menggabungkan aspek estetika, fungsional, dan keberlanjutan. “Kami ingin kawasan ini tetap terbuka untuk publik, tetapi juga menjadi ruang yang bisa mendukung pertumbuhan usaha lokal,” jelasnya.

Dalam beberapa bulan pertama pengerjaan, beberapa area sudah mulai diubah. Misalnya, Zona C yang sebelumnya dikenal sebagai taman yang cukup sempit, kini dihiasi dengan aksesori kota hijau seperti pohon-pohon peneduh dan jalur khusus. Sementara itu, Taman Tunjuk Langit yang terletak di sebelah utara kawasan tersebut akan diperluas menjadi area parkir yang teratur serta ruang kegiatan kreatif. Rodi juga menyebutkan bahwa ada rencana pembangunan tempat pameran UMKM dan pusat informasi yang akan memudahkan pengunjung menemukan berbagai produk lokal.

Potensi Manfaat dan Peran UMKM Lokal

Kehadiran pusat UMKM di Taman Rp12 diharapkan bisa meningkatkan keterlibatan warga dalam pengembangan ekonomi. Rodi Yantari mengungkapkan bahwa banyak usaha kecil, seperti warung kopi, tempat makan tradisional, dan toko suvenir, akan dipindahkan ke area baru ini. “Kawasan ini akan menjadi satu-satunya tempat yang menyatukan berbagai jenis usaha dalam satu lokasi,” tegasnya.

Perubahan ini juga diharapkan menarik minat pelaku usaha lain yang ingin menempati ruang publik yang lebih strategis. Dengan lokasi sentral dan aksesibilitas yang baik, kawasan tersebut bisa menjadi jembatan antara warga dan pelaku usaha, serta meningkatkan daya saing Tanjungpinang sebagai kota wisata. Selain itu, Rodi menyebutkan bahwa pemerintah juga berencana mengadakan pelatihan bagi pelaku UMKM, agar mereka bisa memanfaatkan peluang baru ini secara optimal.

Revitalisasi Taman Rp12 juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Rodi menjelaskan bahwa penataan ini akan mencakup sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, pihaknya juga memperhatikan penggunaan material daur ulang dalam konstruksi. “Kami ingin mengurangi dampak negatif dari aktivitas perekonomian terhadap lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Rencana Masa Depan dan Keterlibatan Komunitas

Meski proyek revitalisasi ini baru dimulai pertengahan Juni 2026, Pemprov Kepri telah merencanakan beberapa fase pengerjaan. Fase pertama fokus pada penataan infrastruktur dan penambahan fasilitas dasar, sementara fase kedua akan menambahkan layanan khusus bagi UMKM, seperti kios penyewaan, area peragaan produk, dan kantor pertama bagi pengusaha. Rodi Yantari menyebut bahwa pemerintah juga akan melibatkan komunitas dalam pengelolaan kawasan, sehingga bisa lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Keterlibatan komunitas diharapkan menjadi kunci keberhasilan revitalisasi. Dalam wawancara terpisah, Rodi menuturkan bahwa ada rencana penguatan kerja sama dengan kelompok wirausaha lokal dan asosiasi UMKM. “Ini bukan hanya proyek pemerintah, tetapi juga kolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran dan promosi, agar kawasan ini bisa dikenal lebih luas.

Proyek Taman

Leave a Comment