News

Solving Problems: TPT Ambles di Dago Bengkok Bandung, Pemkot Pasang Rambu dan Terpal Pelindung

dung, Pemkot Pasang Rambu dan Terpal Pelindung Solving Problems - Kota Bandung kembali menghadapi insiden tanah longsor di kawasan Dago Bengkok, yang

Desk News
Published Juni 15, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

TPT Ambles di Dago Bengkok Bandung, Pemkot Pasang Rambu dan Terpal Pelindung

Solving Problems – Kota Bandung kembali menghadapi insiden tanah longsor di kawasan Dago Bengkok, yang mengakibatkan amblesnya tembok penahan tanah (TPT). Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) langsung bergerak cepat untuk menangani masalah tersebut. Langkah darurat seperti pengaturan rambu peringatan dan pemasangan terpal pelindung telah dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko terhadap masyarakat sekitar. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini memberikan peringatan terkait kestabilan tebing di area yang sering dikunjungi wisatawan.

Kondisi dan Langkah Darurat

Menurut Rizki Kusrulyadi, Kepala DSDABM Kota Bandung, insiden tanah ambles terjadi setelah proses penggalian fondasi bore pile berlangsung. Area kerja yang sempit menjadi tantangan tersendiri, sehingga memengaruhi kelancaran penanganan. “Kita telah menutup satu lajur lalu lintas dan membatasi tonase kendaraan berat untuk menghindari dampak lebih besar,” jelas Rizki dalam konfirmasi akhir pekan lalu. Selain itu, pihaknya juga mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan yang mengganggu keamanan pengguna jalan.

“Saat proses penggalian pondasi berlangsung, terjadi longsoran tanah. Penanganan sebelumnya hanya dilakukan sementara dengan bronjong, namun untuk memperkuat tebing, kami melanjutkan pembangunan TPT permanen,” tutur Rizki.

Kondisi tanah yang tidak stabil diperparah oleh aktivitas kendaraan berat seperti truk dan bus yang sering melewati bagian tebing. Menurut Rizki, tekanan dari kendaraan tersebut memengaruhi kestabilan struktur tanah, sehingga menyebabkan ambles. “Dengan adanya peningkatan volume kendaraan, tebing menjadi rentan terhadap gesekan dan kelelahan material,” tambahnya.

Pekerjaan Permanen dan Strategi Pemulihan

Upaya pemulihan tidak hanya terbatas pada langkah darurat. DSDABM Kota Bandung telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat struktur TPT dengan teknik yang lebih permanen. Dalam tahap berikutnya, tim akan memasang soil nailing dan shotcrete (shot concrete) untuk memperbaiki kekuatan tanah. Selain itu, pembangunan fondasi bore pile dan dinding penahan tanah berbahan beton juga menjadi prioritas.

Rizki menjelaskan bahwa proyek tersebut bertujuan menjaga keamanan jalur lalu lintas dan mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan. “Kami mulai memasang sheet pile sejak Rabu lalu sebagai bagian dari pengamanan sementara, tetapi keterbatasan ruang kerja membuat proses menjadi lebih rumit,” ungkapnya. Meski demikian, tim tetap berupaya mempercepat pengerjaan guna menghindari potensi bahaya yang bisa berakibat fatal.

“Secara umum, ini adalah pekerjaan pembangunan TPT dengan struktur beton untuk memperkuat tebing dan menjaga keamanan jalur lalu lintas di kawasan tersebut,” tambah Rizki.

Langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan terpal pelindung juga diambil untuk mencegah air hujan mengikis material yang sudah longsor. Terpal ini ditempatkan di bagian tebing yang rawan, sehingga membantu mengurangi dampak hujan deras yang sering terjadi di wilayah Bandung. Rizki menekankan bahwa tindakan darurat ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk memperbaiki kondisi TPT dan memastikan keselamatan masyarakat.

Analisis dan Perspektif

Insiden tanah ambles di Dago Bengkok menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan infrastruktur di kawasan tersebut. Meskipun teknik bronjong digunakan sebelumnya, metode ini hanya mampu memberikan perlindungan sementara. Rizki mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi yang lebih modern seperti pasangan batu dan fondasi bore pile diperlukan untuk mengatasi masalah struktural yang mendasar.

Kawasan Dago Bengkok, yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bandung, kerap menghadapi tekanan lalu lintas yang tinggi. Aktivitas pengunjung dan kendaraan yang berkelanjutan dapat memicu perubahan pada kondisi tanah, terutama di bagian tebing yang sudah rentan. Dengan adanya langkah darurat dan rencana pembangunan permanen, Pemkot Bandung berupaya memastikan bahwa kawasan tersebut tetap aman dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Pemkot juga memberikan peringatan kepada warga dan pengendara untuk lebih waspada terhadap kondisi jalan yang tidak stabil. Rambu-rambu peringatan telah dipasang di sekitar lokasi, sedangkan petugas terus melakukan pembersihan material longsoran untuk memudahkan proses pengerjaan selanjutnya. “Kami berharap dengan langkah-langkah ini, risiko terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan,” tambah Rizki.

Peluang dan Tantangan

Dalam jangka panjang, proyek peningkatan TPT di Dago Bengkok diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam mengatasi masalah geoteknis. Rizki menyebut bahwa keterbatasan ruang kerja menjadi tantangan utama, tetapi dengan dukungan teknologi dan perencanaan yang matang, penanganan dapat dilakukan secara efektif. “Kami yakin bahwa dengan kombinasi teknik seperti sheet pile dan bore pile, struktur tebing akan lebih kuat,” ujarnya.

Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap infrastruktur yang berada di daerah berbukit atau longsoran. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas kerja di bidang perencanaan dan konstruksi. Rizki menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi kondisi setelah proses pemasangan dinding penahan tanah selesai.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tahan banting. Karena wilayah Bandung rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia, proyek peningkatan TPT ini tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. “Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas keamanan di kawasan Dago Bengkok, terutama bagi pengunjung dan warga yang sering beraktivitas di sana,” pungkas Rizki.

Leave a Comment