Purbaya: Global Gonjang-Ganjing Aja Ekonomi Kita Tumbuh 5,61 Persen
Special Plan – Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa perekonomian nasional memiliki potensi besar untuk berkembang lebih cepat dari yang tercatat saat ini. Dalam wawancara terbaru, ia menyatakan bahwa meskipun situasi global sedang tidak stabil dan penuh ketidakpastian, fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat. Hal ini menunjukkan kemampuan negara untuk menghadapi tantangan eksternal sambil menjaga pertumbuhan yang sehat.
Penjelasan tentang Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Purbaya, angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dalam beberapa bulan terakhir bukanlah pencapaian kecil. Ia menekankan bahwa angka ini menunjukkan keberhasilan strategi yang telah dijalankan oleh pemerintah, terutama dalam mendorong sektor-sektor kunci yang mampu menopang pertumbuhan nasional. “Meski dunia sedang bergerak liar, kita tetap bisa mencapai pertumbuhan 5,61 persen,” ujarnya.
“Ketika global gonjang-ganjing aja kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,”
Pembicaraan ini disampaikan oleh Purbaya saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Acara tersebut menjadi platform untuk mengupas tuntas berbagai isu terkini dalam bidang perekonomian dan kebijakan fiskal. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga memberikan gambaran tentang langkah-langkah konkret yang diambil untuk memperkuat daya tahan perekonomian.
Strategi Kementerian Keuangan untuk Meningkatkan Pertumbuhan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk memastikan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia bekerja secara optimal. Langkah ini melibatkan koordinasi yang lebih intensif dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Purbaya menjelaskan bahwa Kemenkeu sedang fokus pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta pengembangan ekspor nasional. “Dengan memperkuat fondasi ekonomi, kita bisa menghadapi tekanan global tanpa mengurangi laju pertumbuhan,” katanya.
Dalam konteks global yang dinamis, Purbaya menyoroti pentingnya diversifikasi sektor-sektor yang berkontribusi pada perekonomian. Ia menyebutkan bahwa sektor pertanian, manufaktur, dan jasa perlu dikelola secara seimbang untuk memastikan stabilitas jangka panjang. “Ekspor tetap menjadi salah satu pilar utama, karena bisa mengimbangi tekanan dari pasar dalam negeri,” tambahnya.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai Pendorong Utama
Salah satu inisiatif Kemenkeu adalah mengoptimalkan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam meningkatkan volume ekspor. LPEI secara aktif memberikan dukungan keuangan kepada pengusaha eksportir, terutama UMKM yang memiliki kapasitas produksi tetapi terbatas dalam akses modal. “Kita menawarkan suku bunga hingga 6 persen per tahun, bahkan bisa lebih rendah jika diperlukan,” jelas Purbaya.
Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, LPEI dikembangkan sebagai lembaga yang bisa menjadi ujung tombak untuk mendorong ekspor. Purbaya menyoroti bahwa program-program strategis yang dirancang oleh LPEI melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, mitra dagang, dan para produsen. “Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa ekspor tidak hanya bertumbuh, tapi juga berkualitas tinggi,” ujarnya.
Kemenkeu juga mengungkapkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen merupakan hasil dari kebijakan yang terpadu antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menambahkan bahwa stabilitas moneter dan kebijakan fiskal yang konsisten menjadi faktor kunci dalam mencapai angka tersebut. “Saya yakin, dengan fondasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi bisa terus dipertahankan meskipun ada tantangan di luar negeri,” tegasnya.
Purbaya menegaskan bahwa angka pertumbuhan 5,61 persen juga mencerminkan efektivitas kebijakan stimulus yang telah diterapkan. Ia menyebutkan bahwa program pemerintah seperti insentif pajak, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan daya saing industri lokal berkontribusi signifikan. “Kita tidak hanya mengandalkan faktor eksternal, tetapi juga memastikan daya tahan dari dalam negeri,” katanya.
Sebagai contoh, Kemenkeu telah memperkenalkan Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UMKM eksportir, yang memberikan akses ke dana pembiayaan dengan bunga kompetitif. “Program ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kecil, agar mereka bisa bersaing di pasar global,” jelas Purbaya. Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut tidak hanya berupa dana, tetapi juga pelatihan, konsultasi, dan akses ke pasar internasional.
Dalam wawancara tersebut, Menkeu juga menyoroti pentingnya kemitraan antarlembaga. Ia mengatakan bahwa Kemenkeu tidak bekerja sendirian, tetapi dengan sinergi dari lembaga lain seperti Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pusat Statistik (BPS). “Kerja sama yang baik antarlembaga akan memastikan data ekonomi yang akurat dan kebijakan yang efektif,” ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,61 persen adalah indikator awal dari perbaikan yang lebih besar. Ia berharap, dengan langkah-langkah yang diambil, pertumbuhan ekonomi bisa terus meningkat hingga mencapai angka yang lebih tinggi. “Kita harus terus berinovasi dan menjaga konsistensi dalam mengelola keuangan negara,” pungkasnya.
Sebagai konsekuensi dari kebijakan yang dijalankan, Purbaya berharap bahwa perekonomian Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi contoh bagi negara lain yang sedang menghadapi tantangan serupa. I
