Strategi Penting: Kemhan pastikan kerja sama dengan AS perkuat pertahanan RI
Kerja Sama Pertahanan RI dan AS untuk Penguatan Kekuatan Militer
Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan komitmen kerja sama dengan Amerika Serikat (AS). Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia.
“Kerja sama tersebut dianggap sebagai peluang untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional, meski tetap dilakukan dalam koridor kebijakan luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Kerja sama ini berupa perjanjian Major Defense Cooperation Partnership (MDCP), yang telah ditandatangani Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Pete Hegseth, Sekretaris Pertahanan AS, di Pentagon, Washington DC, pada 13 April. Perjanjian tersebut mencakup beberapa bidang khusus.
Beberapa fokus kerja sama meliputi pengembangan teknologi pertahanan, peningkatan kesiapan operasional, program pendidikan militer profesional, serta penguatan hubungan antar personel pertahanan kedua negara. Rico menambahkan, kolaborasi ini memberi Indonesia kesempatan untuk meningkatkan kualitas alat utama sistem senjata (alutsista) dan memperbaiki kemampuan prajurit melalui latihan bersama.
Kerja sama juga diharapkan mendorong pertumbuhan keahlian militer melalui pendidikan sistematis. Rico yakin, dengan adanya perjanjian ini, diplomasi militer antara Indonesia dan AS akan semakin erat, mengingat keduanya telah terlibat dalam berbagai latihan bersama sejak lama. Ia meyakini bahwa kekuatan militer Indonesia akan terus tumbuh guna menjaga kedaulatan negara.
