Latest Program: Stafsusnya Dikukuhkan Jadi Guru Besar UI, Pramono Minta Bantu Persoalan Jakarta

Stafsusnya Dikukuhkan Jadi Guru Besar UI, Pramono Minta Bantu Persoalan Jakarta

Karier Firdaus Terangkat Berkat Dukungan Pramono

Latest Program – Pengukuhan Firdaus sebagai Guru Besar di Fakultas Teknologi dan Industri (FTUI) Universitas Indonesia (UI) menjadi momen penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Sejak bergabung dengan Balai Kota Jakarta pada tahun 2005, ia telah menghabiskan hampir dua dekade untuk mendorong pengelolaan air yang lebih baik. Kini, dengan gelar profesor, Firdaus merasa semakin bersemangat untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi ibukota. Ia juga menyebutkan bahwa dorongan dari Pramono Anung, mantan Gubernur DKI Jakarta, menjadi salah satu faktor penggerak dalam proses tersebut. Dalam wawancara setelah upacara pengukuhan, Firdaus mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. “Ini adalah titik puncak dari perjalanan yang cukup panjang, baik secara akademik maupun profesional,” ujarnya. Selain itu, ia juga menekankan bahwa gelar tersebut tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai tanggung jawab baru. Dalam rangka menjalankan tugas sebagai Guru Besar, Firdaus berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terutama dalam menyelesaikan masalah kritis Jakarta.

Persoalan Jakarta Menjadi Fokus Utama

Pramono Anung, mantan Gubernur DKI Jakarta, berharap agar ide-ide inovatif yang dipromosikan Firdaus dapat segera diimplementasikan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang mengancam kota metropolitan. “Pak Gubernur minta tentunya apa yang menjadi pemikiran-pemikiran inovatif untuk bisa menyelesaikan persoalan Jakarta ya saya harus bantu. Dan itu memang tugas saya di Jakarta,” kata Firdaus dalam wawancara. Menurut Firdaus, masalah terbesar yang saat ini menghantui Jakarta adalah pengendalian banjir rob di wilayah pesisir. Ia menambahkan bahwa ancaman ini semakin serius akibat kenaikan permukaan air laut yang terus berlangsung. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah membentuk Badan Otorita Pengelolaan Pantai Utara Jakarta. Badan ini bertugas untuk memastikan program perlindungan wilayah pesisir dapat berjalan secara efektif. “Yang paling mendesak itu terkait pengamanan pesisir. Pemerintah sudah membentuk Badan Otorita Pengelolaan Pantai Utara Jakarta, dan dalam waktu dekat ini akan dibangun Giant Sea Wall atau tanggul laut,” ujarnya. Firdaus menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencegah banjir rob yang semakin mengintai. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah ini.

Pengalaman Lintas Era Memberi Wawasan Profesional

Firdaus menyatakan bahwa gagasan-gagasan tentang pengelolaan air di Jakarta telah dirancang sejak ia aktif di Balai Kota pada 2005. Dalam kurun waktu tersebut, ia mengalami perubahan kepemimpinan, sehingga bisa memahami dinamika pengelolaan air dari berbagai perspektif. “Konsep pengelolaan air sebenarnya sudah lama dipikirkan, tetapi kini baru bisa dijalankan secara komprehensif,” katanya. Menurut Firdaus, perubahan iklim dan pertumbuhan kota Jakarta memaksa pihaknya untuk mengembangkan solusi yang lebih canggih. Ia menegaskan bahwa program perlindungan pantai utara bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga melibatkan aspek kebijakan, partisipasi masyarakat, serta manajemen risiko. “Kita perlu mengintegrasikan berbagai aspek agar solusi ini bisa berkelanjutan,” jelasnya. Selain itu, Firdaus menyoroti pentingnya inovasi dalam teknologi pengelolaan air. Ia mencontohkan beberapa proyek yang sedang dijalankan, seperti penggunaan sistem drainase modern dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan. “Saya percaya bahwa dengan kompetensi yang dimiliki, kita bisa membangun sistem yang lebih resilien terhadap bencana alam,” ujarnya.

Implementasi Gagasan Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Nyata

Firdaus juga mengakui bahwa ada tantangan tersendiri dalam menerapkan gagasan-gagasan yang telah dirancang. Ia mengatakan bahwa walaupun konsep perencanaan sudah ada, penerapannya harus disesuaikan dengan realitas di lapangan. “Gagasan-gagasan itu sebetulnya sudah menjadi bagian dari perencanaan tata kelola air Jakarta. Jadi tinggal bagaimana kita menjalankan dan menyempurnakannya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa proyek Giant Sea Wall, misalnya, memerlukan koordinasi intensif antarlembaga dan perencanaan yang matang. “Kita perlu memastikan bahwa semua komponen proyek bisa berjalan selaras, baik dari segi teknis maupun sosial,” imbuh Firdaus. Ia juga menyoroti bahwa masyarakat perlu terlibat dalam program ini, karena keberhasilan pengendalian banjir rob tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran dan partisipasi aktif warga. Selain persoalan pesisir, Firdaus juga menyebutkan bahwa Jakarta menghadapi tantangan lain, seperti pengelolaan air tanah dan keterlibatan stakeholder yang beragam. “Kita harus mengedepankan keberlanjutan dan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan lingkungan,” katanya. Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan secara terpisah, tetapi harus diintegrasikan dalam kebijakan kota.

Syukur dan Harapan untuk Kontribusi Lebih Besar

Firdaus mengungkapkan rasa bersyukur atas pengukuhan sebagai Guru Besar UI. Ia mengatakan bahwa capaian ini tidak hanya menggambarkan prestasi pribadinya, tetapi juga pengorbanan yang dilakukan selama ini. “Saya bersyukur karena hari ini dikukuhkan sebagai guru besar tetap di FTUI. Ini perjalanan panjang sekali, dan alhamdulillah bisa sampai di titik ini,” imbuhnya. Dalam perjalanan karier, Firdaus berharap bisa terus berkontribusi terutama dalam memperbaiki kondisi Jakarta. Ia menekankan bahwa menjadi Guru Besar bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus berinovasi. “Saya ingin mengembangkan berbagai solusi yang bisa diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia,” jelasnya. Firdaus pun berharap agar dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan lembaga swasta, bisa terus diperkuat. Ia menilai bahwa kolaborasi tersebut sangat penting untuk mewujudkan Jakarta yang lebih tangguh terhadap bencana alam. “Kota ini membutuhkan inovasi yang terus-menerus, dan saya percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, semua target bisa tercapai,” tegasnya. Pengukuhan Firdaus sebagai Guru Besar UI menandai peningkatan peran akademisnya dalam memimpin diskusi tentang pengelolaan air. Ia berharap kontribusi ini bisa menjadi fondasi untuk solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Dengan menjadi bagian dari komunitas akademisi, Firdaus optimis bahwa Jakarta bisa terus berkembang sambil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. “Ini adalah langkah penting, dan saya akan terus berupaya agar Jakarta bisa menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *