Latest Program: CFD di Rasuna Said Mulai Digelar Minggu Ini, Berlaku Pukul 05.30-10.00 WIB
Latest Program: CFD di Rasuna Said Dimulai Minggu Ini
Latest Program yang diinisiasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali dilaksanakan pada hari Minggu (10/5/2026) dengan penerapan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said. Kebijakan ini berlaku dari pukul 05.30 hingga 10.00 WIB, sepanjang jalur yang menjadi pusat pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di wilayah Jakarta Selatan. Pemilihan waktu pelaksanaan CFD ini bertujuan mengoptimalkan kenyamanan pengguna jalan serta menghadirkan suasana yang lebih segar di sekitar kawasan Rasuna Said.
Pengaturan Lalu Lintas dan Batas Ruas Jalan
Latest Program melibatkan rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan kondisi jalan utama. Untuk Jalan HR Rasuna Said sisi timur, pengaturan di segmen Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca. Sementara di sisi barat, jalur ditutup dari Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio ke Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya, menurut pernyataan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ujang Harmawan, Kamis (7/5/2026).
Rekayasa ini dirancang agar arus kendaraan dapat dialihkan melalui jalur alternatif tanpa mengganggu aktivitas di jalur utama. Dengan memutus aliran lalu lintas di sepanjang ruas Jalan HR Rasuna Said, harapan pihak Dishub adalah mengurangi tekanan pada jalan tersebut selama masa pengujian kebijakan Latest Program. Kebijakan ini juga berdampak positif pada kelancaran transportasi di sekitar kawasan.
Empat Titik Parkir Strategis untuk Pengunjung CFD
Dishub DKI Jakarta telah memperkenalkan empat titik parkir di sekitar area acara CFD, sebagai bagian dari Latest Program. Pasar Festival dan GOR Soemantri mampu menampung 305 mobil serta 437 sepeda motor, sementara kawasan Rasuna Epicentrum menyediakan ruang untuk 850 kendaraan bermotor dan 685 sepeda motor. Titik parkir lainnya seperti Setiabudi One dan Gedung Nyi Ageng Serang juga disiapkan dengan kapasitas yang berbeda, mencakup 310 mobil dan 450 sepeda motor, serta 215 mobil dan 435 sepeda motor, masing-masing.
Kebijakan parkir yang diterapkan dalam Latest Program ini dirancang untuk memudahkan akses pengguna jalan. Lokasi parkir dipilih agar dekat dengan titik kegiatan dan meminimalkan pengaruh terhadap arus lalu lintas di sepanjang jalur yang ditutup. Total ruang parkir mencapai 3.687 Satuan Ruang Parkir (SRP), terdiri dari 1.680 SRP untuk mobil dan 2.007 SRP untuk motor, menjaga keseimbangan penggunaan kendaraan.
Selusin Rute Alternatif untuk Pengalihan Arus Kendaraan
Dalam rangka memastikan kelancaran transportasi, Latest Program mengatur selusin rute alternatif yang dibagi berdasarkan arah dan posisi pengguna jalan. Rute Timur ke Barat memungkinkan kendaraan dari Manggarai menuju Tanah Abang/Karet melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, dan sejumlah jalur lainnya. Sementara rute Barat ke Manggarai memberikan pilihan alternatif melalui Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, Jalan Galunggung, serta Jalan Sultan Agung.
Rute utara-selatan juga diperbaiki dalam Latest Program untuk mengalihkan arus dari Menteng ke Kuningan. Pengguna jalan diarahkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, dan sejumlah jalur yang menghubungkan wilayah tenggara Jakarta. Dengan 12 jalur alternatif yang disediakan, Dishub DKI Jakarta berharap mampu menyeimbangkan kepadatan lalu lintas dan mempercepat alur kendaraan selama masa penerapan CFD.
Pertimbangan Kebijakan Angkutan Umum Selama CFD
Latest Program tidak mengganggu operasional angkutan umum. Layanan Transjakarta tetap berjalan normal dengan jalur khusus yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang. Rute L13 (Puri Beta-Flyover Kuningan Express), 4D (Pulo Gadung-Kuningan), dan 6 (Ragun… serta beberapa jalur lainnya, masih bisa digunakan oleh masyarakat. Dengan demikian, kebijakan CFD menjadi bagian dari strategi terpadu dalam memperbaiki sistem transportasi DKI Jakarta.
Sebagai salah satu kebijakan terbaru, Latest Program menjadi contoh nyata dalam upaya mengoptimalkan penggunaan ruang jalan dan mengurangi dampak negatif dari kemacetan. Dengan menggabungkan pengaturan lalu lintas, titik parkir, serta rute alternatif, Dishub DKI Jakarta berupaya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengguna jalan. Kebijakan ini juga memberikan peluang untuk mengevaluasi kinerja transportasi umum serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
CFD di Rasuna Said yang dimulai dalam rangka Latest Program ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang DKI Jakarta dalam mengelola lalu lintas. Pemilihan waktu dan jalur yang tepat diharapkan mampu menciptakan pola pergerakan kendaraan yang lebih efisien, terutama pada hari Minggu ketika aktivitas lalu lintas biasanya lebih tinggi. Dengan penyesuaian jadwal dan ruas jalan, masyarakat bisa mengakses jalur utama yang telah dipersiapkan secara lebih mudah dan efektif.
