Latest Program: Korlantas Polri dan Media Perkuat Silaturahmi Lewat Bulutangkis
Korlantas Polri dan Media Perkuat Silaturahmi Lewat Bulutangkis
Latest Program – Kegiatan rutin yang dilaksanakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berupa silaturahmi dengan media massa, hari ini diadakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, pada hari Kamis (7/5/2026). Pertemuan ini tidak hanya sebatas pertemuan formal, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan para pelipapar serta pemberita. Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa sinergi ini sangat vital dalam mencapai tujuan pelayanan publik yang optimal.
Collaboration sebagai Kunci Komunikasi Efektif
Menurut Irjen Agus, menjaga hubungan akrab dengan media adalah elemen penting dalam menjalankan tugas operasional kepolisian, terutama Operasi Ketupat 2026. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang baik dengan pelipapar tidak hanya mempermudah penyampaian informasi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan yang dilakukan Polri.
“Kami mewakili Polri melalui Korlantas saat ini kami bermitra, bersama-sama, berkolaborasi, dan dekat dengan media,” ujar Irjen Agus.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Korlantas untuk memperkuat kemitraan dengan media, sekaligus sebagai bentuk komunikasi yang lebih dinamis. Dalam sesi bulutangkis yang diadakan, para perwakilan media dan anggota Korlantas berusaha menyatukan peran masing-masing dalam menghadirkan narasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat.
Operasi Ketupat dan Peran Media
Dalam wawancara lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan bahwa kedekatan dengan media merupakan indikator utama keberhasilan Operasi Ketupat. Ia menyebut bahwa media menjadi jembatan penting dalam menyampaikan informasi rekayasa lalu lintas serta situasi di lapangan ke publik. “Karena tugas itu kehormatan, ini tugas negara yang harus kita amankan. Salah satu beberapa dimensi indikator keberhasilan, yang jelas Operasi Ketupat berhasil karena kami sangat dekat dengan media dan media bisa menyampaikan informasi sejelas-jelasnya,” terangnya.
Operasi Ketupat, yang berlangsung selama periode tertentu, bertujuan untuk mengamankan transportasi selama liburan nasional. Dengan bantuan media, pelaksanaan operasi ini menjadi lebih transparan, mengurangi kesalahpahaman, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keselamatan lalu lintas.
Perhatian Kapolri terhadap Sinergi dengan Media
Irjen Agus juga menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara aktif memantau hubungan Korlantas dengan media. “Kami dipanggil Pak Kapolri, perintah beliau, ‘Jaga hubungan yang baik. Kelola media yang baik.’ Karena memang beliau-beliau inilah yang bisa mengawal tugas-tugas kepolisian khususnya tugas negara,” tambahnya.
Kepala Korlantas menjelaskan bahwa instruksi Kapolri ini berdampak signifikan dalam memperkuat koordinasi antara Polri dan media. Sinergi tersebut tidak hanya mempercepat distribusi informasi, tetapi juga membangun citra positif institusi kepolisian di tengah masyarakat.
Media Mengapresiasi Kegiatan Kreatif
Salah satu perwakilan media, Heri, menyambut baik kegiatan silaturahmi yang diwujudkan dalam bentuk olahraga bulutangkis. Ia menilai pendekatan ini efektif dalam menciptakan suasana keakraban dan mempererat hubungan antara institusi dan masyarakat.
“Kegiatan yang sangat positif dan produktif, antusias dari media dan mitra ketika bisa menyatu padu dalam kegiatan silaturahmi dengan kepolisian,” ujar Heri.
Heri menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya menghasilkan hubungan profesional, tetapi juga membangun kesan personal antara media dan anggota Polri. “Saya kira ini sangat bagus, tidak hanya terjalin baik profesional juga ada emosional secara personal. Artinya, beliau berhasil merangkul sejalan dengan program yang dicanangkan Bapak Kapolri, yaitu Polantas Menyapa dan Melayani,” pungkasnya.
Harapan untuk Penguatan Kerja Sama
Heri berharap pertemuan serupa dapat diadakan secara rutin, sekaligus diperluas hingga tingkat wilayah. Ia mengusulkan bahwa melibatkan lebih banyak mitra dan masyarakat dalam kegiatan ini akan memperkaya keterlibatan langsung dan meningkatkan kualitas komunikasi.
“Saya harap ini bisa dirutinkan dan di tingkat pusat ataupun wilayah dengan banyak lagi melibatkan mitra juga masyarakat itu sendiri,” tutupnya.
Kegiatan kali ini juga memberikan kesan bahwa Korlantas Polri tidak hanya fokus pada tugas operasional, tetapi juga proaktif dalam membangun lingkungan komunikasi yang harmonis. Heri menilai langkah ini sangat relevan di tengah tantangan informasi yang semakin kompleks, di mana keberadaan media menjadi bagian penting dalam memastikan kejelasan dan keselarasan antara kebijakan kepolisian dan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Korlantas Polri menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan yang sehat dan produktif dengan media. Heri menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya membantu menyebarluaskan informasi, tetapi juga membangun simpati dan pemahaman yang lebih dalam antara lembaga kepolisian dan publik. Pada kesempatan yang sama, anggota Korlantas juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi media dalam mendukung program pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari program Polri, “Polantas Menyapa dan Melayani” yang dicanangkan oleh Kapolri menjadi momentum untuk menjembatani komunikasi antara petugas lalu lintas dan masyarakat. Kegiatan bulutangkis di UNJ bukan hanya simbol keakraban, tetapi juga bentuk kegiatan yang membuat masyarakat lebih akrab dengan tugas-tugas kepolisian. Dengan cara ini, Korlantas Polri berharap mampu menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka dan informatif.
Para peserta kegiatan menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, serta membangun jaringan yang lebih kuat. Dalam suasana yang santai, mereka berdiskusi tentang cara-cara meningkatkan kualitas pelayanan, mengatasi hambatan informasi, serta memperkuat kolaborasi di masa depan. Harapan besar juga diungkapkan bahwa kegiatan serupa dapat menjadi tradisi rutin yang terus berkembang, sehingga masyarakat merasa diwakili dan didukung dalam setiap upaya kepolisian.
Korlantas Polri telah menyatakan keberlanjutan program ini, dengan rencana melibatkan lebih banyak pihak dalam masa depan. Mereka juga berharap kegiatan ini bisa menjadi referensi bagi institusi lain dalam memperkuat hubungan dengan mitra komunikasi. Dengan pendekatan kreatif seperti ini, Kepolisian mencoba memperlihatkan sisi humas yang lebih personal dan mudah diterima oleh publik.
Pertemuan di UNJ menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa media bukan sekadar alat penyampaian informasi, tetapi juga bagian integral dari proses pelayanan publik. Dengan membangun hubungan yang baik, Korlantas Polri dapat memastikan bahwa narasi kepolisian mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat secara utuh. Harapan ini terus dipupuk dengan adanya inisiatif seperti silaturahmi melalui olahraga, yang menjadi
