Petani di Grobogan Tewas Usai Kesetrum Jebakan Tikus yang Dipasangnya Sendiri
Peristiwa Kesetruman di Grobogan
Petani di Grobogan Tewas Usai Kesetrum – Korban meninggal dunia akibat terkena listrik dari jebakan tikus yang ia pasang sendiri di area persawahan. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Ngaringan, Grobogan, pada hari Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul 14.15 WIB. Awalnya, kejadian ini ditemukan oleh istri korban yang merasa cemas karena suaminya tidak pulang dari sawah seperti biasa. Istri tersebut pun langsung memberitahu tetangga setempat untuk melakukan pencarian.
Korban dan Kesetruman
Korban, seorang petani, telah menghabiskan sepanjang hari di persawahan. Istrinya, yang bekerja di rumah, terkejut karena suaminya masih belum kembali setelah pukul 12.30 WIB. Saat itu, ia mulai merasa tidak nyaman karena biasanya suaminya selalu pulang tepat waktu. Kemudian, sang istri meminta bantuan tetangga untuk menyelidiki keberadaan suaminya.
“Sekira pukul 12.30 WIB, istri korban bertanya-tanya mengapa suaminya, yaitu korban, tidak kunjung pulang dari sawah sejak pagi hari. Kemudian istri korban meminta tolong kepada tetangganya untuk mencari korban di sawah,” kata Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, dilansir detikJateng, Kamis (7/5/2026).
Tetangga-tetangga segera bergerak ke persawahan untuk melacak keberadaan korban. Setelah melakukan pencarian intensif, salah satu warga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak bergerak di tepi sawah. Menurut saksi, korban ditemukan berada di posisi tengkurap, dengan kepala menghadap ke utara. Tidak ada tanda-tanda bahwa korban mengalami cedera atau kecelakaan sebelum kejadian tersebut.
Proses Pencarian dan Temuan Mayat
Dalam proses pencarian, warga berbondong-bondong ke sawah milik korban. Seorang saksi, yang disebut sebagai Saksi 1, berhasil menemukan mayat korban. Ia langsung memberitahu teman-temannya dan meminta bantuan untuk mengangkat mayat ke rumah. Saksi lain, Saksi 2, turut serta dalam upaya pencarian tersebut.
“Kemudian warga berbondong-bondong menuju ke sawah milik korban dan melakukan pencarian. Dalam pencarian tersebut, Saksi 1 berhasil menemukan korban sudah dalam keadaan tengkurap dengan posisi kepala menghadap ke utara dan tidak bergerak berada di pinggir sawah milik korban,” ujar Arif.
Setelah menemukan korban, warga segera membawa mayat ke rumah untuk menunggu petugas kepolisian. Laporan kejadian ini kemudian diberikan ke Polsek Ngaringan. Dalam penyelidikan awal, petugas menemukan instalasi jebakan tikus di sawah yang menjadi penyebab kematian korban. Barang bukti yang dikumpulkan meliputi power inverter merek Hanaya sebesar 1.000 watt, satu unit aki rakitan, serta bambu penyangga kawat yang digunakan dalam penempatan perangkap.
Penyebab Kematian dan Hasil Olah TKP
Kapolsek Ngaringan, Iptu Andre Fajar Irianto, menjelaskan bahwa dari olah tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kematian korban diduga akibat terpanggang listrik. Power inverter dan aki yang dipakai korban menjadi fokus investigasi. Sementara itu, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya, menurut hasil pemeriksaan medis. Ini menunjukkan bahwa korban mungkin tewas secara spontan akibat kecelakaan listrik.
“Berdasarkan olah TKP, ditemukan instalasi jebakan tikus di sawah korban. Power inverter merek Hanaya 1.000 watt, satu unit aki rakitan, dan bambu penyangga kawat dijadikan barang bukti dalam peristiwa ini. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang Arif.
Dalam investigasi lebih lanjut, para petugas juga memeriksa kondisi alat elektronik yang digunakan oleh korban. Power inverter, yang biasanya digunakan untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC, kemungkinan besar menjadi sumber korsleting. Bambu penyangga kawat, yang ditemukan di sekitar mayat, diperiksa untuk melihat apakah ada kesalahan dalam penginstalan perangkap. Selain itu, polisi juga memastikan apakah korban mengalami kesalahan saat memasang perangkap, seperti meletakkan kawat di posisi yang tidak aman.
Kondisi Mayat dan Analisis Medis
Korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang tergeletak, tanpa tanda-tanda luka-luka di luar perangkap. Dokter yang melakukan pemeriksaan menegaskan bahwa tidak ada gejala kekerasan yang jelas, baik dalam bentuk lebam, goresan, maupun luka terbuka. Ini menunjukkan bahwa korban mungkin tewas karena arus listrik yang mengenai tubuhnya secara langsung. Perangkap tikus yang dipasang korban, yang dirancang untuk menangkap hama, berubah menjadi sumber bahaya yang tidak terduga.
Penjelasan Teknis Jebakan Tikus
Perangkap tikus yang dipasang korban menggunakan power inverter sebagai sumber daya listrik. Alat ini biasanya digunakan untuk mengoperasikan perangkap yang membutuhkan arus AC. Namun, jika tidak dipasang dengan benar, power inverter bisa menjadi penyebab korsleting, terutama jika kawat terhubung ke sumber listrik yang tidak stabil atau terlalu panjang. Selain itu, aki rakitan yang digunakan mungkin memiliki kualitas yang kurang memadai, sehingga rentan terjadi kebocoran arus.
Barang bukti tambahan yang ditemukan adalah bambu penyangga kawat. Bambu ini berfungsi untuk menjaga posisi kawat perangkap agar tetap rata. Jika kawat terlalu panjang atau tidak terikat dengan baik, terdapat risiko arus listrik melewati tubuh korban saat ia memasukkan tangan atau kaki ke dalam perangkap. Polisi juga menemukan bahwa korban mungkin berusaha membersihkan perangkap setelah memasangnya, sehingga terkena arus listrik secara tidak sengaja.
Kesimpulan dan Impak Kematian Korban
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, penyebab kematian korban dipastikan tidak karena kekerasan, melainkan kecelakaan akibat kesetruman. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin tidak menyadari risiko yang ada saat memasang perangkap. Kejadian ini menimbulkan kejadian serupa yang pernah terjadi di wilayah lain, di mana perangkap tikus yang
