Heboh Buaya Putih di Cisadane – BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tak Ganggu
Heboh Buaya Putih di Cisadane, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tak Ganggu
Kehadiran Reptil Langka Memicu Perhatian Warga
Heboh Buaya Putih di Cisadane – Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan seekor buaya putih sedang berjemur di tepi sungai. Kehadiran reptil berukuran besar tersebut memicu perhatian warga sekitar, yang segera menyebar luaskan kejadian tersebut ke berbagai platform online. Video yang viral ini menggambarkan buaya tersebut bergerak perlahan di sepanjang aliran air, menciptakan suasana yang menegangkan bagi orang-orang yang melihatnya.
“Benar, dua hari lalu. (Sekarang) belum ada informasi dari lokasi bahwa buaya terlihat lagi,” kata Andia S Rahman, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Jumat (8/5/2026).
Menurut Andia, buaya putih tersebut kemungkinan besar adalah spesies buaya muara, yang biasanya lebih sering terlihat di daerah muara sungai. Ia menjelaskan bahwa hewan tersebut biasanya tidak aktif secara teratur di Cisadane, kecuali jika kondisi lingkungan memaksa mereka untuk muncul.
“Harusnya tidak (banyak), kecuali di muara. Dan menurut rekan-rekan pencinta reptil, buaya yang kemarin muncul itu jenis buaya muara,” katanya.
BPBD Kota Tangerang telah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi kejadian dan memberikan himbauan kepada warga agar tidak mengganggu keberadaan buaya tersebut. Dalam prosesnya, petugas BPBD juga merekam video yang menampilkan interaksi mereka dengan masyarakat, sebagai bentuk edukasi tentang cara berhadapan dengan hewan-hewan liar.
Sejak kejadian ini, warga setempat mulai waspada terhadap keberadaan buaya putih. Beberapa orang menyatakan merasa cemas setelah melihat video tersebut, sementara yang lain menganggapnya sebagai fenomena alam yang menarik. Meski tidak ada laporan kecelakaan, para ahli menekankan pentingnya menjaga jarak dan menghindari intervensi langsung.
Kisah buaya putih di Cisadane menjadi buah bibir karena keberadaannya di daerah yang sehari-hari dihuni oleh warga sekitar. Sungai Cisadane, yang terletak di Kota Tangerang, adalah tempat yang relatif aman bagi masyarakat, tetapi jarang terjadi kejadian seperti ini. Para pecinta satwa memperkirakan bahwa buaya putih tersebut mungkin sedang mencari tempat berlindung atau mencari makan.
Menurut Andia, BPBD Kota Tangerang telah bekerja sama dengan beberapa organisasi lingkungan untuk memantau situasi lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa buaya putih sering kali terlihat di daerah-daerah yang memiliki kondisi air tenang dan sumber makanan yang cukup. Karena itu, kejadian ini dianggap sebagai indikasi bahwa ekosistem Cisadane masih sehat dan mampu mendukung kehidupan hewan-hewan besar seperti buaya.
“Kalau ada, jangan diapa-apain, biarin aja. Nanti juga ke dalam lagi, jangan ditimpuk,” kata petugas dalam video tersebut.
Dalam upayanya untuk menjaga keamanan warga, BPBD Kota Tangerang telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. Petugas juga menyarankan masyarakat untuk tetap waspada saat berada di sekitar daerah muara sungai, terutama saat cuaca cerah atau air sedang surut. “Kami mengimbau warga agar tidak terburu-buru dalam menghadapi buaya tersebut. Jika terlihat, cukup diam dan biarkan hewan itu kembali ke lingkungan alaminya,” tambah Andia.
Kelompok pecinta reptil di Kota Tangerang menyatakan bahwa buaya putih adalah salah satu spesies yang langka. Mereka menekankan bahwa keberadaan buaya tersebut tidak hanya sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang kompleks. “Buaya putih sering kali lebih besar dan lebih kuat dibandingkan buaya biasa. Jadi, keberadaannya di Cisadane bisa menjadi tanda bahwa lingkungan air di sana masih terjaga dengan baik,” kata salah satu anggota kelompok tersebut.
Banyak warga yang merasa kaget saat melihat buaya putih di dekat tempat tinggal mereka. Namun, kejadian ini juga memicu rasa penasaran dan rasa ingin tahu terhadap hewan-hewan liar yang hidup di sekitar kota. Beberapa di antara mereka bahkan berencana untuk mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat langsung buaya tersebut.
Menurut laporan, buaya putih tersebut muncul setelah hujan lebat yang mengubah aliran air di Cisadane. Kondisi ini memungkinkan hewan tersebut untuk bergerak ke daerah yang lebih tinggi, seperti tempat penangkaran atau alur sungai yang lebih sempit. “Karena air surut, buaya tersebut mencari tempat berlindung, dan Cisadane menjadi lokasi yang sempurna untuk mereka beristirahat,” tambah Andia.
BPBD Kota Tangerang juga memperkirakan bahwa buaya putih ini mungkin terbiasa dengan lingkungan kota. Ia menambahkan bahwa selama ini, buaya muara sering dijumpai di sekitar pemukiman warga, terutama di area yang memiliki sumber air permanen. “Kami berharap masyarakat bisa memahami bahwa buaya putih bukanlah hewan yang berbahaya jika dibiarkan sendiri. Namun, jika mengancam keberadaan manusia, mereka bisa menjadi ancaman besar,” jelas Andia.
Selain itu, BPBD Kota Tangerang juga memberikan arahan tentang cara menghadapi buaya di lingkungan sekitar. Mereka menyarankan warga untuk tidak berlari atau mengambil tindakan impulsif ketika melihat buaya. “Yang terbaik adalah menghindari kontak langsung dan menunggu hingga buaya kembali ke habitat alaminya,” kata petugas lain dalam video tersebut.
Dengan adanya kejadian ini, para ahli menyatakan bahwa kota Tangerang memiliki potensi untuk menjaga keberadaan spesies langka seperti buaya putih. Namun, mereka juga menekankan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi dan menjaga keharmonisan dengan alam. “Jika warga bisa memahami sifat buaya, maka kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Andia.
