Important Visit: Kejinya Badut di Mojokerto: Sayat Leher Istri lalu Tusuk Perut Mertua

Kejinya Badut di Mojokerto: Sayat Leher Istri lalu Tusuk Perut Mertua

Kronologi Peristiwa Penganiayaan

Important Visit – Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengungkapkan kejadian penganiayaan berlangsung di rumah kontrakan sederhana di Dusun Sumbertempur, pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah tersebut telah dihuni oleh pasangan Satuan dan Sri Wahyuni atau Yuni (35) selama delapan bulan terakhir. Menurut Aldhino, insiden tragis ini terjadi dalam situasi yang terjadi di dalam ruangan kamar, di mana Satuan menunjukkan sifat kekerasan yang luar biasa.

Dalam penyelidikan awal, polisi menyatakan bahwa kejadian berawal dari pertengkaran antara Satuan dan Yuni. Satuan terlebih dahulu memukul wajah istrinya hingga terluka parah, lalu melanjutkan aksinya dengan menyayat leher Yuni menggunakan pisau dapur. Aksi ini terjadi secara mendadak, mengingat hubungan antara pasangan tersebut sebelumnya terlihat harmonis. Namun, ada kemungkinan adanya konflik yang muncul dari masalah pribadi atau emosional yang tidak terungkap.

Keterangan Kasat Reskrim

Aldhino menjelaskan bahwa Siti, mertua Satuan, yang tinggal di sebelah rumah kontrakan, menjadi saksi kejadian. Ia datang ke kamar setelah mengetahui kekerasan yang terjadi antara anak dan menantunya. “Ibunya cuma memergoki pelaku (saat menganiaya istrinya),” kata Aldhino, seperti dilansir detikJatim, Rabu (6/5/2026).

“Siti hanya melihat pelaku saat ia melakukan tindakan kekerasan terhadap Yuni,” ungkap Aldhino.

Pasangan yang berusia 35 tahun itu memutuskan untuk mengambil langkah tegas setelah melihat aksi Satuan terhadap istrinya. Siti memergoki kejadian tersebut, kemudian menjadi korban kekejian yang dilakukan menantunya. Menurut laporan polisi, Satuan menyayat leher Siti dengan pisau dapur, lalu mengulangi aksi kekerasan dengan menusuk perut korban.

Detil Tindakan Kekerasan

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menyebut bahwa Satuan terlibat dalam aksi kekerasan berulang terhadap Siti. Ia mengaku telah melakukan tiga tusukan ke perut korban serta dua kali menggorok leher Siti dengan pisau dapur. Kejadian ini terjadi di dalam kamar rumah kontrakan, dimana kondisi keluarga sedang berada dalam keadaan yang tenang.

Aldhino menjelaskan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba, tanpa ada peringatan sebelumnya. “Pelaku langsung menargetkan korban setelah mengetahui kehadiran Siti di dalam kamar,” tambahnya. Berdasarkan pengakuan Satuan, tindakannya tersebut dipicu oleh emosi yang memuncak, mungkin karena kesalahan atau perselisihan yang berlarut-larut.

Siti tewas seketika di dalam kamar setelah menerima tusukan berulang dari Satuan. Sementara itu, Yuni ditemukan dalam kondisi luka parah di kamar belakang, dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Keadaan Yuni masih kritis, namun menurut informasi terkini, kondisinya stabil setelah menerima perlakuan medis.

Kondisi Korban dan Pelaku

Jenazah Siti telah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan autopsi. Proses penyelidikan terus berjalan, dengan polisi berusaha mengumpulkan lebih banyak bukti mengenai alasan tindakan kekerasan oleh Satuan. “Kita masih menyelidiki apakah ada faktor eksternal yang memicu kejadian ini,” tutur Aldhino.

Sementara itu, Yuni yang terluka serius sedang dirawat di rumah sakit. Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, korban mengalami luka di bagian leher, perut, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Proses pemulihan Yuni membutuhkan waktu yang cukup lama, dan keluarga korban berharap ada kejelasan tentang apa yang menyebabkan pelaku melibatkan anggota keluarganya dalam aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa yang Mengguncang Lingkungan

Peristiwa penganiayaan ini tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menggemparkan masyarakat sekitar. Warga Dusun Sumbertempur mengungkapkan kekejaman Satuan membuat suasana rumah kontrakan menjadi tidak aman. “Penganiayaan yang dilakukan oleh Satuan sangat mengagetkan, karena biasanya dia dianggap baik,” kata salah satu warga setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima, Satuan memiliki riwayat konflik dengan istrinya, Yuni, yang mungkin berawal dari masalah rumah tangga. Polisi sedang mengejar kebenaran mengenai hubungan antara Satuan dan Yuni sebelum kejadian. “Kita juga memeriksa keluarga dan sahabat korban untuk mengetahui detail lebih lanjut,” jelas Aldhino.

Selain itu, polisi berencana untuk memperluas penyelidikan ke lingk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *