Solving Problems: Viral Menu MBG di SMK Pekalongan Berbelatung, SPPG Minta Maaf
Viral Menu MBG di SMK Pekalongan Berbelatung, SPPG Minta Maaf
Pelaporan dan Temuan
Solving Problems – Dilansir dari detikjateng, Selasa (5/5/2026), sejumlah siswa SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, menemukan belatung dalam makanan yang diberikan, khususnya pada lauk ayam. Kebocoran ini tidak terbatas pada satu siswa saja, melainkan terjadi secara luas di beberapa menu yang dibagikan kepada peserta didik. Peristiwa tersebut memicu reaksi cepat dari masyarakat, terutama setelah kejadian tersebut viral di media sosial.
Korwil SPPG Kota Pekalongan, R Atmajaya, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi di sekolah yang berada di bawah naungan dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (4/5), saat para siswa menerima makanan pagi hari. “Makanan yang diberikan pada hari itu mengandung belatung, terutama di bagian lauk,” tambahnya.
Respons dan Evaluasi
Melalui pernyataan yang diberikan melalui telepon, Atmajaya menegaskan bahwa pihak SPPG telah segera bertindak untuk menangani masalah ini. “Saya telah berkoordinasi dengan pimpinan terkait kejadian ini dan melakukan evaluasi untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) agar tidak terjadi kembali,” jelasnya. Menurut Atmajaya, evaluasi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi celah dalam proses pengolahan makanan, termasuk pemeriksaan kualitas bahan baku dan kebersihan dapur.
“Sudah saya koordinasikan dengan pimpinan terkait kejadian ini dan dilakukan evaluasi untuk memperketat SOP agar tidak terulang,” jelasnya.
Selain itu, Atmajaya menyampaikan bahwa SPPG juga melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari insiden serupa di masa depan. “Kami memastikan bahwa makanan yang bermasalah telah ditarik dan diganti dengan bahan yang lebih aman pada hari yang sama,” tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen pihak SPPG dalam memperbaiki sistem pengawasan dan pengelolaan makanan.
Klarifikasi dan Langkah Pemulihan
Dalam upaya menyelesaikan masalah, pihak dapur umum SPPG Podosugih juga memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. “Pihak dapur juga sudah klarifikasi dan meminta maaf ke sekolah dan sudah mengganti makanannya juga,” ungkap Atmajaya. Klarifikasi ini dilakukan untuk memperjelas penyebab insiden dan memastikan kesalahan tidak berulang.
“Pihak dapur juga sudah klarifikasi dan meminta maaf ke sekolah dan sudah mengganti makanannya juga,” ungkapnya.
Atmajaya menegaskan bahwa kejadian belatung dalam makanan hanya terjadi di satu sekolah, yakni SMK Baitussalam, dan tidak menyebar ke satuan pendidikan lain. Ia menjelaskan bahwa seluruh menu yang diperkirakan bermasalah telah diganti sebelum siswa menerima makanan untuk hari berikutnya. “Kami telah memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa pada hari Selasa (5/5) tidak mengandung belatung,” tutur Atmajaya.
Kejadian ini juga memicu tindakan korektif di tingkat internal SPPG. Menurut Atmajaya, evaluasi yang dilakukan mencakup perbaikan alur kerja di dapur umum, termasuk pemeriksaan lebih ketat terhadap bahan-bahan yang digunakan. “Kami melakukan audit terhadap seluruh proses pengolahan makanan, termasuk penggunaan peralatan dan sanitasi lingkungan dapur,” jelasnya.
Kejadian di Media Sosial
Insiden belatung dalam menu MBG (Makanan Bawaan Gizi) tersebut sempat menjadi trending topik di media sosial. Video dan foto yang dibagikan oleh siswa menunjukkan belatung yang terlihat jelas dalam lauk ayam. Berdasarkan laporan, jumlah siswa yang mengalami temuan ini mencapai ratusan, dengan sebagian besar melaporkan kejadian tersebut melalui platform digital.
Pelaku kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama karena SPPG dikenal sebagai penyedia makanan untuk sejumlah besar sekolah di Kota Pekalongan. Berdasarkan data terkini, SPPG Podosugih bertugas mengelola makanan bagi sekitar 15 sekolah, termasuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di wilayah tersebut. Dengan demikian, insiden ini tidak hanya menimpa satu sekolah, melainkan berpotensi memengaruhi banyak peserta didik.
Langkah Pemantauan dan Peningkatan Kualitas
Menanggapi viralnya kejadian ini, SPPG mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperketat proses pemeriksaan makanan. ” Kami akan melakukan pemeriksaan lebih intensif sebelum makanan dibagikan kepada siswa,” kata Atmajaya. Selain itu, SPPG juga berencana mengadakan pelatihan khusus bagi staf dapur tentang kebersihan dan pengelolaan bahan makanan.
Atmajaya menambahkan bahwa SPPG juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat dan siswa. ” Kami berharap para siswa dapat memberikan saran atau pengawasan untuk menjaga kualitas makanan,” tuturnya. Dengan adanya perhatian dari publik, pihak SPPG berkomitmen untuk memperbaiki kinerja dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Kemungkinan Penyebab dan Pencegahan
Dalam menelusuri penyebab munculnya belatung di menu makanan, Atmajaya menyebutkan bahwa kemungkinan besar terjadi karena kesalahan dalam proses penyimpanan atau pembersihan bahan baku. “Belatung bisa muncul karena bahan yang tidak disimpan dengan benar atau kurangnya kebersihan alat masak,” jelasnya. Untuk mencegah hal ini, SPPG akan melakukan peningkatan penggunaan alat penghalang belatung, seperti bantalan khusus atau sistem pendinginan yang lebih efektif.
Atmajaya juga menyampaikan bahwa SPPG telah memperkenalkan sistem monitoring digital untuk memantau kualitas makanan secara real-time. “Dengan adanya sistem ini, kami bisa mendeteksi masalah sejak awal dan langsung mengambil tindakan,” katanya. Selain itu, pihak SPPG akan melakukan audit berkala untuk memastikan seluruh proses pengolahan tetap memenuhi standar kebersihan dan keselamatan pangan.
Reaksi dari Sekolah dan Siswa
SMK Baituss
