Program Terbaru: Wamenkes sebut masalah utama Tb kuman dormant
Wamenkes sebut masalah utama Tb kuman dormant
Di Bandarlampung, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus menyoroti tantangan utama dalam penanganan tuberkulosis (Tb) di Indonesia, yakni adanya bakteri yang beristirahat atau tidak aktif di dalam tubuh. Kuman ini disebut sebagai infeksi laten yang tetap hidup dan memiliki potensi untuk kembali aktif, membahayakan kesehatan. “Kuman yang ‘tidur’ di dalam tubuh, meski belum menunjukkan gejala, bisa menjadi bom waktu,” ujarnya dalam wawancara Selasa.
Strategi pencegahan melalui investigasi kontak
Wamenkes menekankan perlunya pendekatan investigasi kontak untuk mengatasi penyebaran Tb. “Setiap individu yang terinfeksi harus diikuti dengan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga atau lingkungan sekitar,” kata dia. Terapi Pencegahan Tb (TPT) dianjurkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko infeksi di kalangan orang yang terpapar.
Kesiapan kota dalam penanggulangan penyakit
Dalam rangka menekan angka kematian mencapai 125.000 per tahun, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara dengan kasus Tb terbanyak di dunia. “Presiden meminta kami memastikan penyelesaian Tb dalam tiga tahun. Bandarlampung menunjukkan kesiapan optimal, terutama dalam pengelolaan data teknis dan penguatan kader kesehatan,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, yang turut hadir dalam kunjungan bersama Wamenkes.
Kota Bandarlampung dinilai memiliki kemampuan memproses data Tb secara efektif, serta kekuatan 10.000 kader kesehatan yang siap mendukung upaya memutus rantai penularan. “Jangan ragu menyampaikan data. Jika terdapat 4.000 kasus, sekitar 20.000 orang harus dicek secara proaktif. Kesehatan bukan hanya tanggung jawab Puskesmas, tapi wajib pelayanan dasar menurut UU No. 23 Tahun 2014,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Benjamin Paulus Octavianus menyebutkan bahwa kinerja kader di Lampung layak diapresiasi. “Notifikasi kasus meningkat dari 50 persen menjadi 80 persen. Target kita tahun ini adalah melebihi 90 persen,” ujarnya. Pemkot Bandarlampung diharapkan menjadi contoh dalam integrasi program prioritas, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penanganan Tb lintas sektoral.
