Pasar Baru Jakarta Diproyeksikan Jadi Pusat Kuliner Modern Mirip Myeongdong
Permintaan pendanaan dan strategi pengembangan kawasan kecil di Ibu Kota
Key Strategy – Dalam upayanya meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana mengubah Pasar Baru, yang terletak di Jakarta Pusat, menjadi pusat kuliner modern yang diharapkan mampu menyaingi kepopuleran Myeongdong Market di Seoul, Korea Selatan. Pandangan ini diungkapkan Pramono saat menghadiri acara Investor Daily: Round Table di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Senayan, Jakarta Selatan, pada Selasa. Acara tersebut menjadi platform untuk membahas strategi investasi dan pengembangan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan kawasan-kawasan strategis di Ibu Kota.
“Maka banyak TOD yang berkembang, salah satunya adalah Pasar Baru. Bahkan saya membayangkan Pasar Baru itu akan menjadi seperti Myeongdong,”
Pramono menjelaskan bahwa proyek pengembangan Pasar Baru akan dimulai setelah proyek MRT Jakarta ke Kota Tua selesai. Menurutnya, kawasan tersebut dipilih karena memiliki potensi besar sebagai Transit Oriented Development (TOD), yang menekankan pengembangan infrastruktur dan ekonomi sekitar pusat transportasi utama. Dengan akses yang lebih baik melalui jalur MRT, Pasar Baru diharapkan mampu menjadi magnet bagi pengunjung lokal dan mancanegara, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di sekitarnya.
Kawasan Pasar Baru, yang telah dikenal sebagai pasar tradisional sejak puluhan tahun lalu, memiliki riwayat sebagai pusat perdagangan yang ramai. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini mulai mengalami perubahan fungsi dan kepadatan penduduk yang menurun. Pramono menyebutkan bahwa transformasi ini akan mencakup penataan ulang ruang publik, peningkatan fasilitas, serta pengembangan kawasan komersial yang menarik. “Kita ingin membangun ekosistem kuliner yang lengkap, dari restoran hingga warung-warung tradisional, dengan konsep yang lebih modern dan terjangkau,” jelasnya.
Myeongdong Market di Seoul dikenal sebagai destinasi wisata kuliner yang sangat diminati karena berbagai keunikan, seperti beragam pilihan makanan, harga terjangkau, dan lingkungan yang dinamis. Pramono berharap Pasar Baru bisa menjadi contoh keberhasilan pengembangan kawasan berbasis transportasi, sekaligus menambahkan nilai tambah bagi masyarakat Jakarta. “Kita bisa menggabungkan keunikan budaya lokal dengan inovasi modern untuk menciptakan daya tarik yang berbeda,” imbuhnya.
Dalam diskusi di acara tersebut, Pramono juga menyoroti pentingnya investasi dalam infrastruktur transportasi. Menurutnya, penyelesaian proyek MRT ke Kota Tua akan menjadi fondasi untuk mengembangkan kawasan-kawasan strategis seperti Pasar Baru. “MRT tidak hanya memudahkan akses, tapi juga meningkatkan keterjangkauan dan daya tarik kawasan tersebut bagi wisatawan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kawasan yang terhubung dengan sistem transportasi cepat dan efisien lebih mungkin menarik minat investor dan pengunjung.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan TOD, Pramono berharap Pasar Baru menjadi contoh kota berbasis transportasi yang mampu menyeimbangkan fungsi komersial dan sosial. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, menurutnya, akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini. “Kami ingin memastikan bahwa pengembangan ini tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, tapi juga masyarakat sekitar yang merasakan manfaat secara langsung,” katanya.
Kawasan Pasar Baru juga memiliki keunikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan konsep kawasan kuliner modern, Pramono berharap fasilitas dan ruang yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal. “Kita bisa mengubah Pasar Baru menjadi tempat yang lebih bersih, lebih terorganisir, dan sekaligus tetap menjaga suasana yang hangat dan ramah,” tegasnya. Ia menekankan bahwa transformasi ini tidak akan menghilangkan identitas pasar tradisional, melainkan memperkaya pengalaman berbelanja dan makanan bagi pengunjung.
Di sisi lain, Pramono menyebutkan bahwa proyek ini akan dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat setempat. “Kita tidak ingin mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi justru memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas layanan dan akses,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengimplementasikan rencana ini.
Pengembangan Pasar Baru, menurut Pramono, akan berdampak signifikan pada sektor ekonomi Jakarta. Dengan menarik pengunjung dari berbagai daerah, kawasan ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Selain itu, proyek ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kemampuan Jakarta dalam mengelola kawasan-kawasan yang potensial. “Kita ingin menunjukkan bahwa Jakarta mampu bertransformasi menjadi kota yang lebih inovatif dan menarik,” pungkasnya.
Konsep TOD sendiri mengacu pada strategi pengembangan kawasan yang berfokus pada aksesibilitas dan integrasi infrastruktur. Dengan MRT yang menjadi pintu masuk utama, Pasar Baru diharapkan menjadi titik kumpul yang menarik. Pramono menilai bahwa model ini cocok untuk Jakarta karena kota ini memiliki berbagai fasilitas transportasi yang siap dimanfaatkan. “Kita bisa memanfaatkan jaringan MRT untuk membangun ekosistem kawasan yang lebih berkembang,” katanya.
Menurut analisis, Pasar Baru yang terletak di dekat stasiun MRT Kota Tua memiliki potensi untuk menjadi pusat kuliner yang mampu menyaingi Myeongdong. Area ini juga bisa menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan enak sambil mengeksplorasi budaya Jakarta. “Kita ingin menciptakan pengalaman yang unik, baik secara kuliner maupun budaya,” ujarnya.
Dalam diskusi lebih lanjut, Pramono menggarisbawahi bahwa transformasi Pasar Baru tidak hanya terbatas pada penataan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. “Kita perlu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan ini, karena mereka adalah pelaku utama dari ekosistem kawasan,” katanya. Ia berharap proyek ini menjadi inspirasi bagi kawasan-kawasan lain di Jakarta untuk melakukan inovasi serupa.
Keberhasilan proyek TOD di Pasar Baru, menurut Pramono, akan menjadi bukti bahwa kota besar seperti Jakarta mampu membangun kawasan yang menarik secara ekonomi dan sosial. “Kita bisa menggabungkan tradisi dan modernitas, sehingga Pasar Baru tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga tempat berwisata dan berinteraksi dengan budaya setempat,” tuturnya. Proyek ini juga diharapkan mempercepat perekonomian daerah, khususnya di sekitar stasiun MRT yang merupakan hub utama transportasi Jakarta.
Dengan visi tersebut, Pasar Baru akan menjadi contoh kota yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Pramono
