Warga Blokade Gerbang PT Royal Sejahtera Abadi di Bandung Barat Gara-gara Pekerja Lokal Dipecat Sepihak
Aksi Massa di Lokasi Kerja Pekerja Lokal
Key Strategy – Di Bandung Barat, tepatnya di Kampung Cibacang, RW 04 RT 01, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, sejumlah warga menggelar aksi blokade gerbang perusahaan PT Royal Sejahtera Abadi pada Selasa (30/6/2026). Protes ini berlangsung di depan area operasional perusahaan, yang telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak pekerja lokal. Ratusan warga, terutama para ibu rumah tangga, memilih langkah tegas dengan memblokade akses kendaraan dan menunggu jawaban dari manajemen terkait pemutusan hubungan kerja yang diduga tidak berdasar. Aksi ini menjadi bukti kekecewaan masyarakat atas kebijakan perusahaan yang dianggap mengabaikan kepentingan buruh setempat.
Aksi dimulai sejak pagi hari dan terus berlanjut hingga siang. Massa mendirikan tenda sebagai simbol penolakan, menunjukkan komitmen mereka untuk tetap berada di lokasi hingga kejelasan diberikan. Protes ini juga memicu ketegangan di sekitar perusahaan, dengan warga berkumpul dalam kelompok kecil untuk mengawasi aktivitas perusahaan dan menyampaikan tuntutan. Sejumlah warga menyatakan bahwa kehilangan pekerjaan berdampak langsung pada perekonomian keluarga, terutama karena pekerja lokal memegang peran penting dalam menyokong kebutuhan sehari-hari.
Penolakan Terhadap Kebijakan Pemutusan Kerja
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Royal Sejahtera Abadi menjadi penyebab utama ketidakpuasan warga. Perusahaan dianggap tidak transparan dalam mengambil keputusan, terutama karena meniadakan komunikasi sebelum mengakhiri kontrak pekerja lokal. Berdasarkan laporan, ratusan karyawan dipecat tanpa pemberitahuan resmi, sementara pengganti diambil dari luar daerah. Hal ini memicu kekecewaan warga karena perusahaan dianggap tidak menjunjung keadilan dalam rekrutmen.
“Key strategy perusahaan ini justru mengabaikan kepentingan pekerja lokal. Kami berharap ada kejelasan mengenai alasan PHK, karena mereka sudah bekerja bertahun-tahun,” ujar Burhan, warga yang turut berpartisipasi dalam aksi. Selain itu, warga menilai PHK memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan dari pekerjaan di perusahaan tersebut.
Sejarah Perusahaan dan Perubahan Kebijakan
PT Royal Sejahtera Abadi telah beroperasi di Bandung Barat selama lebih dari sepuluh tahun. Sebelumnya, perusahaan dikenal memprioritaskan perekrutan pekerja lokal, yang membantu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan mengubah key strategy mereka dengan mengganti sejumlah karyawan lokal tanpa alasan yang jelas. Perubahan ini dianggap sebagai bagian dari kebijakan baru yang lebih fokus pada efisiensi biaya, meski mengorbankan keberlanjutan pekerjaan bagi warga setempat.
Kebijakan tersebut memicu ketegangan di kalangan masyarakat, karena banyak pekerja yang dipecat memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun. Selain itu, warga mengungkapkan bahwa penggantian karyawan dari luar daerah juga mengganggu harmoni sosial di lingkungan sekitar. Protes ini tidak hanya mengenai PHK, tetapi juga menuntut kejelasan atas komitmen perusahaan dalam menjaga kesejahteraan pekerja lokal.
Peran Warga dalam Menekan Perusahaan
Massa aksi menekankan bahwa key strategy perusahaan harus mencakup keseimbangan antara efisiensi dan kesejahteraan pekerja. Mereka meminta manajemen PT Royal Sejahtera Abadi memberikan penjelasan rinci mengenai keputusan PHK serta menyiapkan rencana untuk menampung pekerja lokal yang terdampak. Beberapa warga memegang spanduk bertuliskan “Pekerja Lokal Berhak atas Kejelasan” sebagai bentuk penekanan tuntutan mereka.
Ketegangan meningkat saat perwakilan manajemen perusahaan datang ke lokasi. Massa langsung menyerukan tuntutan, menegaskan bahwa PHK harus dilakukan secara transparan. Meski manajemen menyatakan keputusan tersebut diambil karena persaingan ketat dan kebutuhan ekonomi, warga tidak puas dan menilai bahwa key strategy mereka kurang memperhatikan kepentingan sosial.
Harapan dan Persiapan Selanjutnya
Pemimpin aksi, Rina Dian, mengatakan bahwa warga akan terus bersikeras hingga perusahaan menunjukkan kejelasan. “Key strategy perusahaan tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang menjamin kesinambungan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” tuturnya. Protes ini diharapkan mendorong perusahaan untuk merevisi kebijakan mereka dan mencari solusi yang lebih adil bagi para pekerja.
Manajemen PT Royal Sejahtera Abadi berjanji akan segera mengadakan pertemuan dengan warga dan memberikan penjelasan mengenai alasan PHK. Namun, komitmen ini masih dinilai kurang kuat oleh masyarakat, yang berharap perusahaan dapat kembali menjaga keseimbangan antara profit dan kesejahteraan pekerja. Protes ini menjadi momentum penting bagi warga untuk menyuarakan keadilan dan menegaskan hak pekerja lokal dalam konteks key strategy perusahaan.
