Sopir Ambulans di Sulut Dikeroyok Usai Tabrakan, 4 Tersangka Diamankan
Tabrakan dan Kekerasan di Desa Bumbungon
Sopir Ambulans di Sulut Dikeroyok Usai – Pada Minggu (24/5) sekitar pukul 19.00 Wita, sebuah insiden kekerasan terjadi di Desa Bumbungon, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. Peristiwa ini melibatkan seorang sopir ambulans yang diduga menjadi korban pengeroyokan setelah mobilnya terlibat senggolan dengan kendaraan lain. Berdasarkan informasi dari Kapolsek Dumoga Timur, Ipda Bramanda Langoy, kejadian tersebut memicu reaksi emosional dari para pelaku, yang akhirnya berujung pada tindakan kekerasan terhadap sopir tersebut.
Menurut laporan, Jhecy Koagow (26), warga Desa Ponompian, menjadi korban dalam insiden ini. Sopir ambulans itu mengalami gangguan fisik setelah terjadi bentrokan antara kendaraannya dengan mobil yang dikemudikan oleh pihak lain. Polisi masih menyelidiki detail peristiwa tersebut untuk memastikan sebab akibat serta identitas lengkap para pelaku. Dalam penyelidikan, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yang akan diperiksa lebih lanjut.
Pernyataan Kapolsek Dumoga Timur
“Korban bernama Jhecy Koagow, warga Desa Ponompian,” ujar Kapolsek Dumoga Timur, Ipda Bramanda Langoy, seperti dilansir detikSulsel, Selasa (26/5/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari benturan antara mobil ambulans dengan kendaraan yang melintas di jalan raya. Setelah itu, konflik memanas dan para pelaku melanjutkan tindakan dengan menyerang sopir ambulans tersebut.
Kapolsek menyatakan bahwa empat orang yang diamankan saat ini masih diperiksa sebagai saksi. “Sementara 4 orang sudah kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut, masih sebagai saksi,” kata Bramanda. Polisi berharap melalui pemeriksaan ini, dapat mengungkap alur kejadian serta motif pengeroyokan yang terjadi.
Menurut Bramanda, para pelaku akan diproses hukum jika terbukti melakukan penganiayaan terhadap Jhecy Koagow. Ia juga menegaskan bahwa istri korban, yang saat itu bersama di dalam mobil ambulans, akan menjadi saksi penting dalam penyelidikan ini. “Salah satu saksi yang akan kami periksa istri korban, yang saat itu bersama korban di mobil ambulans,” imbuhnya. Dengan adanya keterangan dari istri korban, polisi berharap bisa memperkuat bukti-bukti yang telah dikumpulkan.
Kondisi Korban dan Penyelidikan Lanjutan
Dalam peristiwa tersebut, Jhecy Koagow mengalami cedera ringan dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Meski kondisinya tidak terlalu parah, kejadian ini dianggap cukup serius karena melibatkan pihak yang sedang menjalankan tugas resmi, yaitu sebagai sopir ambulans. Dalam pernyataannya, Bramanda menekankan bahwa polisi tidak akan membiarkan kasus ini berakhir tanpa tindakan tegas.
Polisi sedang melakukan pendalaman terkait insiden ini, termasuk mengumpulkan bukti-bukti visual seperti rekaman kamera pengintai atau saksi mata di sekitar lokasi. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa riwayat kecelakaan sebelumnya di jalur tersebut, untuk mengetahui apakah ada konflik sebelumnya antara kedua kendaraan. “Kasus pengeroyokan itu terjadi di Desa Bumbungon, Kecamatan Dumoga, Bolmong pada Minggu (24/5) sekitar pukul 19.00 Wita. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut,” katanya.
Kondisi Lalu Lintas dan Respons Masyarakat
Insiden yang terjadi di Desa Bumbungon menimbulkan kekacauan di sekitar jalan raya tersebut. Beberapa warga setempat menyatakan bahwa kejadian ini mengejutkan karena mobil ambulans biasanya dianggap sebagai kendaraan prioritas. “Biasanya ambulans diberi jalan, jadi tidak terduga kejadian seperti ini bisa terjadi,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan nama. Respons masyarakat menunjukkan kekecewaan terhadap sikap pelaku yang mengabaikan prioritas tugas.
Dalam penyelidikan, polisi juga memeriksa kemungkinan adanya kesalahan pengemudi atau ketidaktepatan dalam penerapan peraturan lalu lintas. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah ada faktor kesalahan dari pihak korban atau dari para pelaku. Selain itu, polisi mengecek ketersediaan saksi-saksi lain di sekitar lokasi, termasuk pengemudi mobil yang terlibat dalam benturan awal.
Kapolsek Dumoga Timur menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah preventif dengan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti protokol kepolisian dalam menghadapi situasi konflik. “Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi para pengemudi untuk lebih hati-hati saat berada di jalan raya,” ujarnya. Polisi juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap kendaraan resmi akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum.
Kemungkinan Penyebab Konflik dan Proses Hukum
Kasus ini terbuka kemungkinan adanya kesalahpahaman antara kedua pihak, terutama setelah benturan mobil terjadi. Bramanda menyebutkan bahwa peristiwa tersebut mungkin dimulai dari perdebatan kecil mengenai prioritas kendaraan atau kecepatan pengemudi. “Polisi sedang memeriksa apakah ada faktor kesalahan dari pihak korban atau pelaku,” jelasnya. Dengan demikian, penyelidikan tidak hanya fokus pada tindakan kekerasan, tetapi juga mengungkap akar masalah dari benturan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, polisi juga berencana memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat dalam kejadian ini, termasuk apakah ada kerusakan yang memicu kepanikan para pelaku. Dalam beberapa kasus serupa, benturan yang tampak kecil bisa memicu reaksi emosional yang berlebihan. Bramanda memastikan bahwa proses hukum akan dijalani secara transparan dan adil, dengan melibatkan semua pihak terkait.
Sebagai penutup, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyalahkan pihak tertentu tanpa memahami konteks kejadian. “Kami menghargai setiap saksi yang bersedia memberikan keterangan,” katanya. Dengan adanya keterlibatan istri korban dan empat tersangka yang diamankan, kasus ini diprediksi akan menjadi fokus utama dalam beberapa hari mendatang. Polisi berharap bisa segera menemukan kebenaran dan memberikan keadilan kepada korban serta pihak yang terlibat.
Dalam upaya menjaga keselamatan lalu lintas, pihak kepolisian juga mengevaluasi kebijakan penggunaan kendaraan resmi di area tersebut. “Kami akan memastikan semua pengemudi ambulans diberi pelatihan tambahan mengenai cara menghadapi situasi konflik di jalan raya,” tambah Bramanda. Insiden ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi seluruh pihak terkait dalam menjaga harmoni di jalan raya.
