Pria di Depok Tewas Kesetrum saat Perbaiki Instalasi Air di Atap Rumah
Pria di Depok Tewas Kesetrum Saat Memperbaiki Instalasi Air di Atap Rumah
Pria di Depok Tewas Kesetrum saat – Kota Depok, Jawa Barat, menjadi tempat terjadinya kejadian tragis yang menewaskan seorang pria pada Jumat (1/5) siang. Peristiwa ini terjadi di Jalan Andara, Cinere, dan menimpa korban yang sedang melakukan perbaikan terhadap sistem instalasi air. Menurut Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, korban kemungkinan besar meninggal akibat tersengat listrik ketika sedang memperbaiki sistem instalasi air di atap rumah. “Korban mengembuskan napas terakhir setelah terkena aliran listrik yang tidak terduga,” jelasnya kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Peristiwa yang Menyebabkan Kecelakaan
Korban, yang belum diumumkan identitasnya secara resmi, terlibat dalam kejadian tersebut saat sedang bekerja di ketinggian. Pemicu kecelakaan adalah kabel listrik yang masih aktif, yang memegang peran kritis dalam memicu insiden. Dalam pernyataannya, Kapolsek Cinere menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi saat korban memegang ujung kabel yang masih mengalirkan arus. “Korban langsung terjatuh ke tanah setelah tersengat listrik, sehingga tidak bisa berdiri lagi,” tambahnya.
Menurut saksi mata, proses perbaikan dilakukan secara mandiri oleh korban tanpa didampingi tenaga ahli. Hal ini menyebabkan risiko tertinggal terjaga. Karena posisi korban berada di atap, saksi mengatakan bahwa korban tiba-tiba terjatuh setelah terkena listrik. “Saya melihat korban memegang kabel, lalu kejang dan jatuh ke bawah,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Upaya Evakuasi yang Dramatis
Setelah menerima laporan, Polsek Cinere segera mengirimkan personel piket fungsi ke lokasi. Tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Ronald melakukan pengamanan area dan memastikan keadaan korban. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis karena korban berada di ketinggian. Dalam kejadian ini, tim pemadam kebakaran Kota Depok dan warga sekitar turut serta membantu mengangkat jasad korban dari atas atap rumah.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok melibatkan seorang petugas yang bekerja sama dengan polisi dan warga. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 14.50 WIB. “Kerja sama antara petugas Damkar, polisi, dan warga berhasil menurunkan jasad korban ke tanah, meskipun kondisi di lokasi cukup sulit,” jelas AKP Ronald. Dalam upaya tersebut, anggota polisi mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan memudahkan evakuasi.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas atap rumah. Sejumlah warga yang melihat kejadian langsung membantu memadamkan kecelakaan tersebut. “Saya terkejut saat melihat korban terjatuh, lalu membantu menurunkannya,” kata seorang warga yang terlibat dalam penolong. Proses evakuasi ini memakan waktu sekitar 30 menit, dengan petugas Damkar memastikan bahwa tidak ada risiko tambahan terhadap lingkungan sekitar.
Keluarga Korban dan Penyebab Kematian
Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Mereka mengungkapkan bahwa kecelakaan ini dianggap sebagai murni musibah. “Kita tidak menyalahkan siapa pun, karena kejadian ini terjadi secara tak terduga,” kata salah seorang anggota keluarga. Selain itu, pihak keluarga mengatakan bahwa mereka tidak keberatan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, meskipun mereka menilai insiden ini bisa dihindari dengan pengecekan yang lebih hati-hati.
Korban diduga mengalami kejadian tersebut karena kurangnya kesadaran akan bahaya listrik saat bekerja di atas atap. Sejumlah warga menyebut bahwa korban mungkin tidak menggunakan alat pelindung yang tepat, seperti sarung tangan isolator atau sepatu khusus. “Korban mungkin tidak memperhatikan kabel yang masih terhubung ke sumber daya listrik,” ujar seorang tetangga yang juga merasa sedih atas kejadian ini.
Pihak kepolisian memastikan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Dalam prosesnya, tim penyidik akan memeriksa kondisi kabel, keadaan instalasi air, dan aktivitas korban di lokasi. “Kami sedang menyelidiki apakah ada kesalahan teknis atau kelalaian korban,” kata Kapolsek Cinere. Selain itu, pihak kepolisian juga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan yang berpotensi berisiko.
Kondisi Lokasi dan Penyebab Kecelakaan
Jalan Andara, Cinere, menjadi lokasi utama kejadian tersebut. Lokasi ini berada di wilayah perkotaan, sehingga kemungkinan besar korban sedang melakukan perbaikan instalasi air untuk kebutuhan rumah tangga. “Korban mungkin sedang membersihkan pipa atau menghubungkan kabel,” kata seorang warga setempat. Proses perbaikan tersebut dilakukan tanpa alat bantu khusus, yang bisa menjadi penyebab utama kecelakaan.
Dalam situasi seperti ini, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah lain. Pihak kepolisian memperingatkan masyarakat agar selalu memastikan keamanan sebelum melakukan pekerjaan di atas atap. “Kabel yang terlupakan atau tidak terisolasi bisa memicu kejadian serupa,” jelas Kapolsek Cinere. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan bahaya listrik sangat penting, terutama saat bekerja di tempat yang tidak terlindungi.
Sejumlah warga menyebut bahwa korban mungkin tidak memiliki pengalaman dalam menangani instalasi listrik. “Korban hanya seorang tukang yang sedang bekerja, bukan teknisi profesional,” kata seorang tetangga. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi para pekerja yang sering melakukan tugas di ketinggian. “Kita harus lebih waspada, terutama saat bekerja sendirian di tempat berisiko,” tambah warga lainnya.
Kecelakaan sebagai Pelajaran Berharga
Kejadian ini juga memicu perhatian dari Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait lainnya. Mereka mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan keselamatan kerja kepada para pekerja yang sering bekerja di atas atap. “Kami berharap kejadian ini bisa mencegah kecelakaan serupa di masa depan,” kata petugas Damkar yang terlibat dalam evakuasi. Selain itu, pihak kepolisian juga berencana untuk menyelidiki apakah ada protokol keselamatan yang tidak terpenuhi.
Di sisi lain, keluarga korban menyatakan bahwa mereka sudah menerima kejadian tersebut dengan tenang. “Kita berharap bisa menemukan kebenaran dari kejadian ini, tetapi kita tetap bersyukur karena kor
