Visit Agenda: Perempuan 21 Tahun di Kuningan Hilang 5 Hari Usai Dijemput Pria
Perempuan 21 Tahun di Kuningan Hilang 5 Hari Usai Dijemput Pria
Visit Agenda –
Seorang perempuan berusia 21 tahun, Femi, dari Kuningan, Jawa Barat, telah menghilang selama lima hari setelah dijemput oleh seorang pria. Keterangan tentang kejadian tersebut diberikan oleh ibu kandung Femi, Agustina (65), kepada media. Menurut Agustina, putrinya tidak pulang sejak diambil dengan sepeda motor di depan gang rumah. Ia tidak mengetahui siapa orang yang menjemput anaknya.
Agustina menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis. Saat itu, Femi ditemui oleh seorang pria yang datang dengan motor. “Dari hari Kamis belum pulang. Setelah dijemput menggunakan motor. Kebetulan rumah saya di dalam gang. Cuma waktu pagi, dia bawa helm. Yang jemput siapanya saya enggak tahu. Dia bawa helm, padahal dia ada motor tapi nggak dibawa, cuma bawa helm aja dari rumah,” jelas Agustina, dilansir detikJabar, Selasa (5/5/2026).
Peristiwa Hilangnya Femi
Setelah kejadian, keluarga Femi kehilangan kontak dengan putrinya. Pesan singkat dan panggilan telepon yang dikirimkan tidak mendapatkan respons. “Sudah lima hari ini. Biasanya suka sering nggak pulang, tapi kalau WA atau ditelepon ada jawabannya. Ini mah sama sekali nggak. WA nggak dibales, ditelepon gak dijawab,” ujar Agustina.
Femi hilang tanpa meninggalkan jejak. Ia meninggalkan rumah dalam kondisi normal, mengenakan kaus berwarna hitam dan celana cokelat. Keterangan ini disampaikan oleh Agustina. “Saat terakhir kali meninggalkan rumah, ia mengenakan baju hitam dan celana berwarna cokelat. Tidak ada tanda-tanda kejadian yang mencurigakan,” tambahnya.
Agustina menyebutkan, Femi memiliki ciri fisik khas. Tinggi badannya sekitar 160 sentimeter, berat badan 63 kilogram, rambut lurus, dan kulit putih bersih. Ia juga menekankan bahwa putrinya adalah sosok yang ceria. “Anaknya sih ceria, rambutnya lurus, kulitnya bersih. Kalau di rumah mungkin karena kami tinggal berdua, kadang ngobrol,” tutur Agustina.
Upaya Keluarga dan Keterlibatan Polisi
Peristiwa hilangnya Femi memicu kekhawatiran besar di dalam keluarga. Agustina mengungkapkan, keberadaan putrinya hingga kini masih menjadi misteri. “Ya tentu cemaslah sambil menunggu dia datang. Kalau sudah lima hari, tentu lebih khawatir,” kata ibu kandung Femi.
Karena tidak mendapatkan respons dari Femi selama beberapa hari, Agustina memutuskan melaporkan kehilangan anggota keluarganya tersebut ke Polsek Ciawigebang. Langkah ini diambil setelah keluarga memastikan bahwa Femi tidak kembali ke rumah dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya. “Saya sudah laporkan ke polisi. Semoga ada petunjuk yang bisa membantu menemukan anak saya,” ungkapnya.
Polisi menjanjikan akan melakukan investigasi intensif. Mereka sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar area gang tempat Femi dijemput. Selain itu, tim penyelidik juga berkoordinasi dengan warga setempat untuk meminta informasi. “Kami sedang mengumpulkan semua data, termasuk informasi dari tetangga dan pengguna jalan di sekitar gang itu,” kata perwira Polsek Ciawigebang.
Pencarian yang Intens
Keluarga Femi telah menggelar upaya pencarian. Mereka menghubungi kerabat dan sahabat putrinya untuk meminta bantuan. “Kami sudah bertanya ke orang-orang yang pernah melihat Femi sebelumnya. Tapi belum ada yang bisa memberi petunjuk,” kata Agustina.
Menurut Agustina, Femi kerap tinggal di rumah dengan ibunya. “Karena tinggal berdua, kami bisa berkomunikasi dengan baik. Tapi sejak dia dijemput, ia tidak kembali. Semua barang dan perlengkapan yang biasa ia gunakan tetap ada di dalam rumah,” katanya.
Pelaku yang menjemput Femi masih menjadi fokus penyelidikan. Agustina mengungkapkan, walaupun Femi sering nggak pulang, ia selalu menjelaskan alasan keberangkatannya. “Kalau biasanya nggak pulang, ia pasti memberi tahu. Tapi kali ini, ia pergi tanpa kabar,” jelas Agustina.
Warga sekitar mengatakan, gang tempat Femi dijemput terletak di area yang cukup sepi. “Gang itu dekat dengan pasar tradisional. Tapi di siang hari, biasanya tidak banyak orang. Jadi, mungkin orang itu menyembunyikan Femi di tempat yang lebih aman,” tutur seorang tetangga.
Sementara itu, informasi lebih lanjut terus mengalir. Polisi menyatakan, mereka sedang mengumpulkan keterangan dari saksi mata. “Kami sudah minta keterangan dari warga sekitar dan pedagang di pasar. Semua akan dicek satu per satu,” kata perwira lain.
Agustina berharap, dalam beberapa hari ke depan, Femi bisa ditemukan. Ia juga menyampaikan rasa takutnya. “Kalau dia hilang, mungkin ada yang tidak beres. Saya khawatir dia dijebak atau diculik,” ujarnya.
Informasi tentang kasus ini telah menyebar ke media. Detik.com melaporkan bahwa Femi telah hilang selama lima hari setelah dijemput oleh seorang pria. Dalam perjalanan kehilangan tersebut, keluarga berusaha memperoleh petunjuk dari semua sumber.
Para warga juga berharap, Femi bisa kembali segera. Mereka meminta agar polisi memberikan pembaruan tentang keberadaan putri Agustina. “Semoga ada keberhasilan dalam pencarian. Kalau Femi sudah hilang, saya rasa semua orang akan ikut cemas,” ujar seorang warga setempat.
Seiring waktu, kasus ini semakin mendapat perhatian. Berbagai lapisan masyarakat memantau perkembangan selama lima hari terakhir. “Saya sudah mengirimkan informasi ke berbagai media. Semoga ada yang bisa membantu menemukan Femi,” kata Agustina.
Keluarga juga berencana untuk mengadakan kegiatan pencarian lebih besar. “Kami sudah berdiskusi soal tindakan lanjut. Mungkin nanti akan menggandeng organisasi pencarian orang hilang,” tambahnya.
Sejauh ini, polisi belum menemukan bukti jelas tentang keberadaan Femi. Namun, mereka yakin akan terus berusaha hingga putri Agustina ditemukan. “Kami berharap Femi bisa kembali segera. Semua upaya akan kami lakukan,” kata perwira Polsek Ciawigebang.
Penutup
Kasus hilangnya Femi menjadi sorotan publik. Warga Kuningan dan keluarga terus berharap ada kabar baik. “Saya tidak menyerah. Meski sudah lima hari, kami tetap percaya Femi masih hidup dan akan kembali,” kata Agustina.
Baca berita selengkapnya di sini.
