Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4 118 – Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan seruan mendesak kepada komunitas internasional untuk segera memobilisasi dana darurat. Besaran dana yang dibutuhkan mencapai hampir 300 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp4,86 triliun. Jumlah ini dialokasikan khusus untuk mendukung operasi kemanusiaan yang menjangkau sekitar 1,3 juta penduduk Venezuela. Mereka kini membutuhkan pertolongan segera setelah bencana gempa bumi kembar menghancurkan infrastruktur vital negara tersebut. Seruan ini resmi disampaikan pada hari Rabu lalu.
Konfirmasi Jumlah Korban Jiwa
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4 118 – Pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform Telegram mengonfirmasi angka tersebut. Jorge Rodriguez, Ketua Parlemen Venezuela, menyatakan bahwa jumlah korban jiwa telah mencapai 4.118 orang. Selain itu, tercatat pula 16.740 warga lainnya mengalami luka-luka akibat dua guncangan dahsyat. Kedua gempa terjadi secara berurutan pada tanggal 24 Juni 2026 dengan selang waktu hanya 39 detik. Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 7,2 sebelum guncangan kedua yang lebih besar dengan magnitudo 7,5 melanda wilayah yang sama.
Setidaknya 4.118 orang meninggal dunia dan 16.740 lainnya mengalami luka-luka akibat dua gempa besar yang terjadi secara berurutan.
Kedua guncangan tersebut diklaim sebagai peristiwa seismik terbesar yang pernah melanda Venezuela dalam kurun waktu lebih dari satu abad terakhir. Dampaknya sangat terasa di negara bagian pesisir La Guaira. Sebagian besar kawasan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Blok-blok apartemen bertingkat tinggi di wilayah terdampak pun runtuh akibat kekuatan guncangan yang luar biasa. Banyak bangunan bersejarah dan fasilitas publik juga mengalami kerusakan signifikan.
Operasi Penyelamatan dan Dampak Ekonomi
Tim penyelamat dikabarkan telah menghentikan sementara operasi pencarian korban selamat. Meskipun demikian, banyak anggota keluarga korban masih bertahan di lokasi bencana untuk mencari kerabat mereka yang belum ditemukan. Mereka berharap dapat memberikan pemakaman yang layak bagi orang-orang tercinta mereka. Pada hari Jumat, gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,0 juga mengguncang pusat Kota Caracas. Guncangan tersebut memicu kepanikan sesaat dan menyebabkan sejumlah gedung dievakuasi sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana memperkirakan kerusakan fisik langsung pada sektor perumahan dan infrastruktur mencapai sekitar 37 miliar dolar AS. Angka ini setara dengan Rp600 triliun dan mencerminkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi Venezuela dalam proses pemulihan. Ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang, sementara kebutuhan bantuan kemanusiaan terus meningkat. Kondisi layanan publik yang telah lama terdampak krisis ekonomi berkepanjangan semakin memperparah situasi.
Respons Pemerintah dan Pembebasan Aset
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyerukan pembebasan aset-aset Venezuela yang selama ini dibekukan di luar negeri. Langkah ini bertujuan agar dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana. Pada hari Rabu, Rodriguez diklaim meminta Raja Charles III agar melepaskan sekitar 30 ton emas milik Venezuela. Emas tersebut dibekukan berdasarkan sanksi yang diterapkan oleh Inggris. Ia juga membela respons darurat pemerintah terhadap bencana tersebut.
Delcy Rodriguez menegaskan negaranya tidak akan terjerumus ke dalam kerusuhan sosial. Melalui langkah-langkah ini, Venezuela berharap dapat mempercepat pemulihan dari bencana yang telah mengubah wajah negara tersebut. Dengan dukungan internasional dan pemanfaatan aset yang dibekukan, harapan baru muncul bagi jutaan warga yang terdampak. Proses rekonstruksi akan membutuhkan waktu panjang dan koordinasi intensif antar berbagai pihak.
