News

Meeting Results: Buka P4N 70, Gubernur Lemhannas: Pendidikan Ini Bentuk Kepemimpinan Antisipatif dan Adaptif

Meeting Results -

Desk News
Published Juni 30, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Membuka P4N Angkatan ke-70, Gubernur Lemhannas RI Tekankan Peran Pendidikan dalam Membentuk Pemimpin Antisipatif dan Adaptif

Upacara pembukaan pendidikan tingkat nasional di Gedung Pancagatra

Meeting Results – Pada Selasa (30/6), Gedung Pancagatra Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menjadi tempat penyelenggaraan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-70. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai lembaga dan institusi strategis. Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menjadi pembicara utama dalam upacara pembukaan. Dalam sambutan yang dibacanya, Ace menekankan pentingnya program pendidikan ini sebagai sarana untuk melahirkan pemimpin nasional yang berpikir proaktif dan siap menghadapi perubahan.

“Pendidikan di Lemhannas RI tidak hanya menitikberatkan pada penguatan sektor-sektor kritis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan analisis dan perencanaan kebijakan yang mampu melihat jauh ke depan,” ujar Ace. Ia menjelaskan bahwa selama masa pendidikan, para peserta akan dibekali dengan wawasan yang menyeluruh tentang dinamika geopolitik global, termasuk pergeseran politik, ekonomi, dan strategis yang berdampak pada kebijakan nasional.

Ace juga menyampaikan bahwa pendidikan ini bertujuan untuk membangun pemimpin yang mampu mengintegrasikan perspektif lokal, regional, dan global. “Para peserta tidak hanya diharapkan menjadi pengelola birokrasi, tetapi juga menjadi pembuat kebijakan yang mampu mengarahkan arah pembangunan Indonesia,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh selama lima setengah bulan tidak sekadar menghadapi isu aktual, tetapi juga memprediksi risiko serta memanfaatkan peluang yang muncul di masa depan.

Kompetensi yang Dibekali Peserta

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, P4N 70 dirancang untuk mengembangkan berbagai aspek kritis. Materi yang disampaikan mencakup wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, serta pemahaman mendalam tentang dinamika geopolitik dan geostrategis. Pendekatan astagatra yang digunakan dalam program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggabungkan teori dan praktik dalam memformulasikan kebijakan yang relevan.

“Pendidikan Lemhannas RI ini menjadi wahana penting untuk membangun pemimpin nasional yang berpikir komprehensif, serta mampu merumuskan strategi berbasis data,” kata Ace. Ia menambahkan bahwa peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang penguatan integritas, antikorupsi, transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan. Selain itu, mereka juga akan mempelajari hilirasi industri, digitalisasi pemerintahan, hingga konsolidasi demokrasi sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kompetensi yang dibangun melalui P4N 70 diharapkan tidak hanya memperkuat keahlian teknis, tetapi juga memupuk sikap kepemimpinan yang tangguh dan adaptif. Ace mengatakan bahwa para peserta nantinya akan mampu menjadi pelaku utama dalam menggerakkan perubahan yang berkelanjutan. “Mereka harus mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan memperhatikan tantangan yang dihadapi saat ini dan potensi yang ada di masa depan,” jelasnya.

Profil Peserta dan Kolaborasi Institusi

Kegiatan yang mengusung tema “Pemantapan Kapasitas Pimpinan Tingkat Nasional Guna Mendukung Asta Cita dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh 110 peserta dari berbagai lembaga. Komposisi peserta mencakup TNI AD sebanyak 25 orang, TNI AL 17 orang, TNI AU 12 orang, Polri 31 orang, kementerian 10 orang, lembaga negara 4 orang, lembaga pemerintahan nonkementerian 8 orang, pemerintahan daerah 1 orang, lembaga pendidikan 1 orang, dan organisasi masyarakat 1 orang. Hadir pula sejumlah pejabat struktural, perwakilan tenaga ahli pengajar, serta tenaga profesional Lemhannas RI.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai institusi untuk memastikan pemimpin yang dihasilkan memiliki kapasitas memadai. Misalnya, pendidikan ini mencakup diskusi strategis, studi kasus, serta program pembelajaran yang mencakup isu-isu penting seperti transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan posisi Indonesia di panggung internasional. Ace berharap peserta tidak hanya mampu memahami kebijakan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara efektif dalam lingkungan masing-masing.

Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Dalam menutup sambutan, Ace menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta mengingatkan pentingnya komitmen dalam menyelesaikan program. “Saya yakin, dengan bekal yang diberikan, para peserta akan mampu menjadi kader yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan kemajuan nasional,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa peserta akan kembali ke institusi masing-masing sebagai pembuat kebijakan strategis yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan mendorong kemajuan bersama.

Sebagai bagian dari perjalanan pembentukan pemimpin, P4N 70 diharapkan menjadi titik awal bagi perubahan yang berkelanjutan. Ace menyatakan bahwa kebijakan strategis yang dihasilkan nantinya tidak hanya menghadapi tantangan saat ini, tetapi juga mengarahkan Indonesia ke masa depan yang lebih baik. “Pemimpin yang terbentuk melalui pendidikan ini harus mampu menggabungkan kecermatan dalam mengelola isu aktual dengan visi jangka panjang,” pungkasnya.

Leave a Comment