Berita Penting: Rayakan Idul Fitri, Pakistan-Taliban Sepakat Gencatan Senjata
Pakistani dan Taliban Setujui Gencatan Senjata untuk Merayakan Idul Fitri
Pemerintah Pakistan dan Taliban Afganistan pada Rabu (18/3/2026) mengeluarkan pernyataan mengenai penghentian sementara operasi militer. Kesepakatan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap penutupan bulan Ramadhan dan persiapan menjelang Idul Fitri. Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, jeda perang akan berlangsung mulai Rabu malam hingga Senin (23/3/2026) tengah malam.
Detail Gencatan Senjata dan Peringatan Dari Kedua Pihak
Tarar menyatakan bahwa langkah ini diambil demi kebaikan dan sesuai prinsip-prinsip agama Islam, menurut X. Namun, ia menegaskan bahwa serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teror di wilayah Pakistan akan memicu kembali operasi militer dengan intensitas lebih tinggi. Islamabad memulai pengumuman ini, sementara juru bicara pemerintah Afganistan, Zabihullah Mujahid, memberikan pernyataan serupa pada hari yang sama. Mujahid juga mengingatkan bahwa pasukan Taliban akan membalas tegas jika ada ancaman terhadap keamanan.
Latar Belakang Serangan Udara dan Penyangkalan Pakistan
“Pakistan melakukan tindakan ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam,” tulis Tarar di X.
Pengumuman gencatan senjata muncul setelah serangan udara Pakistan pada Senin (16/3/2026) menghantam rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul, menewaskan ratusan orang. Pakistan membantah menargetkan Rumah Sakit Omid Addiction Treatment. Pemerintah Islamabad menyebut serangan tersebut mengarah ke lokasi militer, serta menilai laporan korban sipil yang tinggi sebagai upaya propaganda.
Konteks Perang Terus Berlangsung dan Perhatian Internasional
Bentrokan antara Pakistan dan Afganistan terus memanas sejak akhir Februari, dengan tembakan lintas batas dan serangan udara yang melibatkan kota-kota utama. Islamabad menyatakan bahwa negara itu berada dalam kondisi “perang terbuka” dengan Afganistan. Pertempuran ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas internasional, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi basis bagi kelompok-kelompok militan seperti al-Qaeda, ISIS, dan lainnya yang berupaya bangkit kembali.
