Berita

Key Issue: Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total Akar Masalah Blackout Sumatera

Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total Akar Masalah Blackout Sumatera Key Issue - Beberapa hari setelah kejadian pemadaman listrik massal yang

Desk Berita
Published 26/05/2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total Akar Masalah Blackout Sumatera

Key Issue – Beberapa hari setelah kejadian pemadaman listrik massal yang mengguncang sejumlah wilayah di Sumatera, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama insiden tersebut. Meski pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) telah menyatakan tidak ditemukan indikasi sabotase, Sahroni menekankan pentingnya kejelasan untuk menghindari munculnya persepsi salah yang berdampak pada masyarakat.

“Saya minta Polri, PLN, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap akar masalah pemadaman listrik di Sumatera. Penjelasan yang jelas diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus berasumsi tanpa dasar,” ujar Sahroni dalam pernyataan resmi, Selasa (26/5/2026).

Kerusakan yang Dibayangi oleh Isu Sosial

Sahroni menyoroti bahwa kejadian ini tidak hanya menyebabkan gangguan pada infrastruktur, tetapi juga menghambat berbagai aktivitas sehari-hari. Menurutnya, dampak dari pemadaman listrik bisa dilihat dari kesulitan masyarakat dalam menjalankan tugas, serta kerugian finansial yang mencapai miliaran rupiah.

“Banyak kegiatan, pekerjaan, dan bisnis terganggu akibat pemadaman ini, dan kerugian ekonomi pun tidak bisa diabaikan. Jadi, penting untuk menelusuri apakah ada indikasi tindakan pidana dalam peristiwa ini,” tambahnya.

Keterlibatan Cuaca dan Teknologi

Ketegangan dalam masyarakat semakin memuncak karena isu mengenai penyebab pemadaman terus beredar. Sahroni menekankan bahwa fakta dan data lapangan harus menjadi acuan utama untuk menetralisir persepsi yang berbeda. Ia mengatakan bahwa kejelasan akan meminimalkan kegaduhan di media sosial dan mempercepat proses pemulihan.

“Karena saat ini banyak masyarakat merasa bingung dan mencari-cari jawaban di media sosial, kita perlu menjamin kejelasan agar tidak muncul isu liar yang mengganggu kepercayaan publik,” jelas Sahroni.

Dalam penjelasannya, Nunung Syaifuddin, Wakil Kepala Bareskrim, mengungkapkan bahwa tidak ada indikasi unsur kesengajaan seperti sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik tersebut. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang berkontribusi pada kegagalan sistem tersebut.

“Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan ada upaya sengaja untuk menyebabkan pemadaman listrik. Namun, kita tetap perlu mengeksplorasi semua kemungkinan untuk memastikan penyebabnya benar-benar terungkap,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5).

Penyebab Sementara: Faktor Cuaca dan Teknis

Menurut Nunung, dugaan sementara menyebutkan bahwa penyebab pemadaman listrik berasal dari dua aspek: faktor teknis dan kondisi cuaca yang ekstrem. Ia menjelaskan bahwa gangguan pada transmisi listrik di daerah tertentu, seperti di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, berdampak langsung pada pasokan listrik ke wilayah Sumatera.

“Gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai diperkirakan menjadi penyebab utama pemadaman ini. Cuaca buruk yang terjadi saat itu kemungkinan memperparah kondisi tersebut,” sambung Nunung.

Seluruh Wilayah Terdampak

Kemacetan dan ketidaknyamanan di sejumlah kota besar Sumatera menjadi bukti nyata dari parahnya dampak pemadaman listrik. Dikutip dari detiksumut, kejadian ini terjadi pada Jumat (22/5) malam, menyebabkan seluruh wilayah pusat Kota Medan gelap gulita. Lampu jalan umum (LPJU) dan sistem lalu lintas yang mengandalkan energi listrik lumpuh, mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas harian warga.

Banyak jalan utama seperti Jalan Balai Kota, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan S.Parman menjadi korban. Kondisi ini memaksa masyarakat mengandalkan sumber cahaya alternatif, seperti lampu taman atau alat elektronik pribadi, hingga pihak PLN bisa memperbaiki sistem.

PLN UID Sumatera Utara, melalui Manager Komunikasi dan TJSL Darma Saputra, mengakui kesalahan dalam penyaluran listrik. Ia menjelaskan bahwa gangguan pada transmisi listrik disebabkan oleh kondisi cuaca yang memang sangat ekstrem. “PT PLN memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026). Penyebabnya terkait gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai,” ujar Darma dalam pernyataan resmi, Jumat (22/5).

Persiapan untuk Investigasi Lanjutan

Sahroni menekankan bahwa kejelasan mengenai penyebab pemadaman listrik harus diperoleh melalui investigasi yang komprehensif. Ia mengingatkan bahwa meski faktor cuaca berperan, perlu ada pengecekan lebih lanjut terhadap sistem jaringan listrik untuk menemukan apakah ada kelemahan teknis yang bisa diperbaiki.

Menurutnya, investigasi harus mencakup seluruh aspek, termasuk keandalan infrastruktur PLN dan kesiapan tim penangani darurat. “Investigasi ini tidak hanya untuk menemukan penyebab, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” imbuh Sahroni.

Ketua Komite III DPR RI sendiri meminta seluruh pihak bekerja sama untuk mempercepat proses identifikasi akar masalah. Ia menilai, kejelasan akan memperkuat kepercayaan publik dan membantu pemerintah dalam mengevaluasi sistem kelistrikan nasional. “Kita perlu memastikan bahwa semua penyebab dan faktor penyumbang dianalisis secara lengkap,” kata Sahroni dalam rapat komite.

Dengan upaya investigasi total, diharapkan bisa ditemukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah pemadaman listrik. Tidak hanya itu, dana untuk perbaikan infrastruktur listrik juga bisa dialokasikan secara tepat. Sahroni menegaskan bahwa tanggung jawab harus ditetapkan, baik pada institusi maupun individu yang terlibat.

Kondisi ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan. Kegagalan sistem kelistrikan yang menjangkau seluruh wilayah Sumatera menunjukkan bahwa keandalan jaringan masih perlu ditingkatkan. “Kita harus mengevaluasi ulang seluruh proses pengoperasian dan pelayanan listrik,” ujar Sahroni.

Rizki Santoso

Rizki Santoso fokus pada edukasi keamanan donasi dan literasi digital. Ia sering menganalisis berbagai kasus penipuan donasi serta memberikan panduan verifikasi informasi sebelum berdonasi. Melalui pendekatan berbasis riset, Rizki membantu pembaca memahami risiko dalam donasi online serta cara melindungi diri dari praktik penipuan yang semakin berkembang.

Leave a Comment