Dukcapil Diserbu Warga Aktivasi IKD untuk Syarat Anak Masuk Sekolah
New Policy – Kota Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Akta (Disdukcapil) telah meningkatkan fasilitas pelayanan administrasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sejumlah wilayah lain juga melakukan penyesuaian layanan demi memastikan kelancaran tata kelola pendidikan. Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah penambahan jumlah loket layanan di berbagai titik strategis.
Peningkatan Kapasitas untuk Menyambut SPMB 2026
Dalam wawancara melalui video yang diunggah di Instagram Pemkot Depok, Senin (25/5/2026), Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan bahwa tingkat antrean di berbagai titik pelayanan terbilang tinggi. “Hari ini, layanan kependudukan sedang sibuk, baik di Mal Pelayanan Publik (MPP), loket lantai satu, maupun De’Fast. Untuk besok, kami sudah menambah operator untuk menangani permintaan lebih efisien,” jelasnya.
“Kami juga memperluas jaringan pelayanan agar semua warga bisa memenuhi syarat masuk sekolah dengan lebih cepat,” tambah Mary.
Diskusi ini menggarisbawahi peran Disdukcapil dalam menjaga kualitas data kependudukan. Menurut Mary, keakuratan informasi penduduk menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan program publik yang tepat sasaran, seperti SPMB 2026. “Validasi data kependudukan tak hanya mendukung proses pendidikan, tapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan program kota,” paparnya.
Sebagai bagian dari upaya itu, masyarakat diberi kemudahan untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di tiga tempat utama: De’Fast yang berada di sebelah Perpustakaan Kota Depok, MPP, dan loket lantai satu Gedung Dibaleka II. Mary menjelaskan, layanan ini memungkinkan warga memperoleh akses langsung terhadap data kependudukan secara real-time. “Aktivasi IKD bisa dilakukan di seluruh kantor Disdukcapil, baik Balai Kota maupun Satuan Pelayanan Disdukcapil (SDP) di 11 kecamatan. Kami berharap masyarakat segera memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.
Dengan sistem IKD, proses pengecekan data menjadi lebih cepat dan transparan. Warga tidak perlu repot mengunjungi kantor Disdukcapil secara berulang. Cukup melalui smartphone, mereka bisa memvalidasi informasi secara langsung, meminimalkan kesalahan, dan memastikan dokumen keluarga tetap terbarukan. “Kemudahan ini juga membantu orang tua mengawasi keakuratan data anak sebelum pendaftaran sekolah resmi dibuka,” tambah Mary.
Langkah Strategis untuk Efisiensi Pelayanan
Disdukcapil Depok menekankan bahwa penggunaan IKD bukan hanya untuk kebutuhan pendidikan, tetapi juga sebagai upaya menyelaraskan layanan administrasi dengan kebutuhan masyarakat. Mary menjelaskan bahwa integrasi data digital mempercepat pengambilan keputusan pemerintah, sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dalam mengurus dokumen kependudukan.
“IKD berperan sebagai sarana terpadu yang mempermudah verifikasi peserta didik dan mengurangi risiko kesalahan data di masa depan,” ujarnya.
Di sisi lain, Disdukcapil Kota Surakarta juga meluncurkan inisiatif serupa, namun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan sekolah. Program Dukcapil Goes To School memperkenalkan layanan jemput bola di SMA dan SMK Negeri se-Kota Surakarta. Petugas disiapkan untuk memberikan perekaman KTP elektronik (e-KTP) serta aktivasi IKD langsung di lingkungan sekolah.
Kepala Disdukcapil Kota Surakarta, Agung Hendratno, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan mempercepat akses pelajar kepada layanan administrasi. “Para siswa yang sudah memasuki usia wajib memiliki KTP dapat memperoleh layanan tanpa harus repot ke kantor Disdukcapil,” kata Agung.
“Dukcapil Goes To School adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendekatkan layanan ke penduduk,” jelasnya.
Menurut Agung, inisiatif ini juga memberikan manfaat bagi generasi muda dalam mengikuti proses SPMB 2026. “Kegiatan ini memastikan data siswa valid dan siap digunakan sebagai dasar penerimaan murid baru, sekaligus mendorong transformasi layanan administrasi yang lebih modern,” ucapnya.
Kota Surakarta berharap program Dukcapil Goes To School menjadi contoh inovasi untuk daerah lain. Dengan adanya layanan di sekolah, masyarakat, terutama orang tua, bisa lebih mudah memantau perkembangan data anak. Selain itu, layanan ini juga meminimalkan kemacetan di kantor Disdukcapil, sekaligus menekankan pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi administrasi.
Keberlanjutan dan Ketersediaan Layanan
Agung menegaskan bahwa keberadaan IKD dan program Dukcapil Goes To School bertujuan mengurangi beban warga dalam mengurus dokumen kependudukan. “Dengan layanan ini, data penduduk bisa diperiksa secara real-time, memastikan konsistensi informasi,” katanya.
Kedua inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyambut era digitalisasi. Disdukcapil Depok, misalnya, menyiapkan penambahan operator di loket-lantai satu untuk menghadapi peningkatan volume pengunjung. Sementara itu, Disdukcapil Surakarta memilih pendekatan lebih personal dengan mengirimkan petugas langsung ke sekolah-sekolah. “Kami ingin membuat layanan lebih mudah dicapai, terutama bagi siswa dan orang tua,” kata Agung.
Lebih lanjut, Mary menyebut bahwa IKD memiliki potensi besar untuk mempercepat proses verifikasi administrasi. “Dengan sistem digital, data bisa diakses dari mana saja, tanpa terbatas pada lokasi kantor Disdukcapil,” jelasnya. Dia menambahkan, keberadaan IKD juga memastikan bahwa informasi penduduk selalu diperbarui, sehingga bisa menjadi acuan mutlak dalam berbagai keperluan, termasuk SPMB.
Dengan menggandeng teknologi, Disdukcapil di berbagai kota mengupayakan transparansi dan akurasi data. Langkah ini bukan hanya untuk memudahkan proses pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan digitalisasi nasional. Kedua inisiatif tersebut menggarisbawahi peran Disdukcapil sebagai penyedia layanan yang konsisten dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, Mary berharap masyarakat merespons positif inisiatif aktivasi IKD. “Kami mendorong seluruh warga, terutama orang tua, untuk segera melakukan perubahan data kependudukan agar siap digunakan saat SPMB 2026 dimulai,” tutupnya. Sementara Agung menyatakan, Dukcapil Goes To School akan terus dikembangkan untuk mencakup lebih banyak sekolah dan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pelayanan digital.
