Strategi Penting: Kemenekraf kolaborasikan Paskah dengan kreativitas berbasis edukasi
Kemenekraf kolaborasikan Paskah dengan kreativitas berbasis edukasi
Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan sektor hospitalitas menciptakan inovasi dalam merayakan Paskah keluarga. Pemeringkatan ini menggabungkan pendekatan edukatif dengan kreativitas kearifan lokal untuk memperkuat identitas bangsa yang inklusif di tengah dinamika era modern. “Ini menunjukkan kekuatan ekonomi kreatif kita yang mampu mengubah warisan budaya menjadi pengalaman menarik, edukatif, dan bernilai tambah,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin.
Irene hadir dalam acara Easter Fair di The Dharmawangsa Jakarta, Minggu (5/4) lalu. Ia menegaskan bahwa acara ini memberikan ruang bagi ekosistem kreatif untuk menciptakan kebersamaan sekaligus melestarikan identitas nasional serta meningkatkan ekonomi para pelaku kreatif. Kementerian Ekraf menekankan komitmen dalam membangun kerja sama lintas sektor yang inklusif. “Sinergi ini adalah langkah strategis penting untuk memperkuat identitas bangsa di tengah perubahan cepat era modern,” jelasnya.
“Di Easter Fair, peran kami bukan sebagai sutradara, tetapi sebagai fasilitator dan jembatan strategis. Kami mempertemukan The Dharmawangsa dengan kreator nasional. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika hospitalitas bertemu kreativitas, tercipta ekosistem pengalaman tak terlupakan,” kata Irene.
The Dharmawangsa Jakarta menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung industri kreatif sekaligus melestarikan kekayaan tradisi Nusantara. Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk memeriahkan acara, mulai dari pelatihan memasak dan menghias telur untuk anak-anak, hingga stan kuliner yang menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia.
Daya tarik acara juga diperkaya dengan Board Games Corner yang menampilkan permainan tradisional. Terdapat pula lokakarya budaya, seperti membatik, shading, dan kaligrafi aksara. Pengunjung juga bisa mengikuti demonstrasi meracik jamu bersama Acaraki, sebuah inisiatif untuk mengenalkan warisan leluhur kepada generasi sekarang.
Siti Nuraisyah, Director of Sales and Marketing The Dharmawangsa, mengatakan bahwa acara ini berhasil menjadi wadah inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur. “Kami berusaha menyajikan perayaan yang tidak hanya menghibur secara visual, tetapi juga memberikan edukasi bermakna bagi setiap keluarga. Selain itu, acara ini mempererat ikatan emosional masyarakat dengan warisan budaya Nusantara,” ujarnya.
