Sudah 17,5 Jam Kebakaran Pabrik di Jakbar Belum Padam – 3 Orang Terluka

Sudah 17,5 Jam Kebakaran Pabrik di Jakbar Belum Padam, 3 Orang Terluka

Sudah 17 5 Jam Kebakaran Pabrik – Kebakaran yang terjadi di sebuah pabrik di wilayah Jakarta Barat masih dalam proses pendinginan hingga hari ini. Pihak Damkar masih berupaya keras untuk memastikan api benar-benar padam, meski saat ini kondisi situasi sudah lebih stabil dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Berdasarkan informasi terkini, upaya pemadaman terus berlangsung sejak sore hari kemarin, dengan sejumlah sumber menyebutkan bahwa perlu waktu hampir 18 jam untuk mengendalikan api yang membesar di lokasi tersebut.

Kebakaran ini dinyatakan telah berlangsung selama lebih dari 17 jam, dengan status pemadaman yang masih dalam tahap kuning. Jumlah mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan mencapai 27 unit, sementara personel yang terlibat dalam operasi mencapai 135 orang. Menurut Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Saiful Kahfi, api masih berkobar di beberapa titik, terutama di area yang relatif terbuka. “Situasi kebakaran pendinginan. Korban luka ringan 2 petugas dan 1 warga,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Detil Korban Luka

Berdasarkan laporan, terdapat tiga korban yang mengalami cedera selama peristiwa ini. Dua dari mereka adalah anggota personel pemadam kebakaran, sementara satu lainnya merupakan warga sipil. Saiful menambahkan bahwa kondisi para korban saat ini dalam keadaan stabil, meskipun masih membutuhkan perawatan intensif. Berikut rincian lengkap dari para korban:

“Ada relawan damkar yang mengalami sesak napas hingga harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Saiful. Rinciannya, Yoga dari Redkar Kedaung, salah satu relawan, terpaksa dirawat di RS Sumber Waras karena kesulitan bernapas akibat asap yang menghimpit. Sementara itu, Lukmanul Hakim, seorang anggota ASN Sektor Grogol Petamburan, mengalami cedera pada mata setelah terkena semprotan nozzle selama operasi pemadaman. Ahmad Sumantri, anggota PJLP dari wilayah yang sama, juga terkena semprotan nozzle di mata, namun kondisinya tidak seberat rekan sejawatnya.

Korban yang terluka pertama kali dilaporkan oleh karyawan pabrik yang sedang bekerja. Saiful menyebutkan bahwa api terlihat membesar di dalam gudang penyimpanan kardus dan plastik, yang merupakan bagian utama dari area yang terbakar. “Awalnya kebakaran itu diketahui oleh karyawan yang tiba-tiba melihat api sudah membesar di dalam gudang penyimpanan kardus dan plastik,” katanya. Karyawan tersebut segera melaporkan kejadian tersebut kepada sekuriti pabrik, sebelum mencoba memadamkan api dengan alat pemadam yang tersedia.

Respons Awal dan Upaya Pemadaman

Pemadaman kebakaran dimulai setelah sekuriti menghubungi tim pemadam kebakaran. Saiful menuturkan bahwa proses pendinginan dilakukan sejak pukul 16.20 WIB kemarin, setelah perangkat pemadam tiba di lokasi. “Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 14.23 WIB kemarin, lalu proses pendinginan dimulai sejak pukul 16.20 WIB,” jelasnya. Meski demikian, hingga pagi ini pukul 08.00 WIB, petugas masih terus berusaha untuk mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke wilayah sekitar.

Pihak Damkar menyebutkan bahwa sejumlah titik api masih aktif, terutama di bagian yang sulit dijangkau. Saiful menambahkan, “Perkiraan luas area yang terbakar sekitar 1000 meter persegi,” kata dia. Meski demikian, upaya pendinginan terus berjalan intensif, dengan penambahan sumber daya dan peralatan untuk memastikan bahwa api tidak kembali membara. Area yang terbakar berada di salah satu bagian pabrik yang berfungsi sebagai penyimpanan material, sehingga memperbesar risiko penyebaran api ke bagian lain.

Keadaan di Lokasi dan Dampak Lingkungan

Kebakaran ini memicu kekhawatiran di lingkungan sekitar, terutama terkait dengan kondisi udara yang berubah. Saiful menyebutkan bahwa asap yang bermunculan menyebabkan gangguan pada sejumlah warga yang tinggal di dekat lokasi. “Masyarakat di sekitar terus diimbau untuk menjaga jarak dan menghindari area yang terpapar asap,” ujarnya. Menurutnya, tim pemadam kebakaran terus mengoptimalkan alat-alat yang ada untuk memutus sumber api secepat mungkin.

Dalam rangka mengendalikan situasi, pihak setempat juga mengambil langkah untuk memperketat pengawasan di sekitar pabrik. Puluhan personel tambahan diterjunkan, termasuk anggota dari satuan pemadam yang berada di luar wilayah Jakarta Barat. Saiful memastikan bahwa semua upaya telah dilakukan dengan maksimal, meski proses pemadaman memakan waktu lebih dari 17 jam. “Petugas damkar masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan api padam secara keseluruhan,” tambahnya.

Kondisi Terkini dan Prospek

Hingga pagi hari ini, tidak ada peningkatan signifikan dalam upaya pemadaman, meskipun status kebakaran dirasa lebih terkendali. Saiful mengatakan bahwa tim sedang fokus pada pendinginan, dengan menutup akses ke area yang sudah terbakar dan memastikan tidak ada titik panas baru. “Kami masih menunggu titik api yang tersisa untuk benar-benar memadamkan,” jelasnya. Pihak Damkar juga memperkirakan bahwa proses pendinginan akan memakan waktu hingga beberapa jam lagi, tergantung pada kondisi angin dan kelembapan di lokasi.

Dalam konteks ini, Saiful menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. “Kami masih mengecek sumber api, apakah berasal dari kecelakaan teknis atau kejadian yang disengaja,” katanya. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui pasti, meskipun ada kemungkinan karena kebocoran kabel listrik atau masalah peralatan yang tidak terawat. Selain itu, kondisi cuaca yang kering di hari kemarin juga memperparah perluasan api.

Pemadaman kebakaran ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat, yang mengupayakan koordinasi dengan berbagai instansi. Saiful menegaskan bahwa perangkat pemadam tetap bertugas 24 jam nonstop, dengan personel yang siap siaga untuk mengatasi apabila api kembali membesar. “Kami akan terus mengawasi situasi hingga api benar-benar padam,” pungkasnya. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekitar dan mengurangi risiko terhadap lingkungan serta sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *